Bunga Cempaka Putih, Antara Mitos dan Manfaatnya

(0)
26 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ada manfaat bunga cempaka putih di samping mitosnyaBunga cempaka putih erat denga mitos-mitos berbau mistis
Bunga cempaka putih kerap diidentikkan dengan hal-hal yang berbau mistis, terutama karena aromanya yang menyengat. Bagi masyarakat Jawa, bunga yang dikenal dengan sebutan bunga kantil ini sering dijadikan sebagai salah satu jenis bunga yang harus ada dalam ritual tertentu.Cempaka putih (Michelia x alba) adalah jenis pepohonan hijau yang tumbuh subur di bawah sinar matahari yang teduh. Jika dirawat dengan benar, pohon dengan batang berwarna keabu-abuan ini bahkan bisa mencapai tinggi 30 meter.Sementara itu, bunga cempaka putih memiliki ciri khas berupa bentuk dan aroma yang berbeda dibanding bunga pada umumnya. Bunga ini tidak memiliki kelopak dan mahkota, melainkan tenda bunga (tepal) yang runcing dan permukaannya licin seperti tertutup lapisan lilin.Seperti namanya, bunga cempaka putih memiliki warna putih bersih atau putih gading. Bunga ini memiliki aroma yang harum dan kian menyengat di malam hari, bahkan setelah dipetik dari pohonnya sehingga kerap dihubungkan dengan hal-hal mistis.

Bunga cempaka putih dan adat-istiadat indonesia

Berdasarkan mitos yang beredar di tengah masyarakat Indonesia, pohon cempaka putih merupakan rumah bagi Kuntilanak, sejenis makhluk halus berjenis kelamin perempuan. Namun, terlepas dari aroma mistis tersebut, bunga cempaka putih memang memiliki nilai tradisi yang erat bagi masyarakat Jawa.Hal ini dapat terlihat pada beberapa upacara adat Jawa yang menyertakan bunga kantil ini dalam ritual tertentu, seperti:

1. Tingkeban atau mitoni

Dalam upacara siraman sebelum pernikahan ini, bunga cempaka putih dianggap sebagai salah satu raja dari segala bunga selain mawar, melati, dan kenanga. Bunga kantil dan kawan-kawan ini dipercaya menggambarkan eratnya hubungan antara orangtua dan anak serta menjadi simbol harapan orangtua agar nasehatnya selalu diingat oleh anak.

2. Perkawinan

Selain bunga melati, bunga cempaka putih juga sering dijadikan hiasan pada rambut pengantin wanita Jawa. Hal ini dikarenakan bunga kantil menggambarkan rasa cinta, kasih sayang, dan kekeluargaan.

Potensi pemanfaatan bunga cempaka putih

Di balik penggunaan bunga cempaka putih secara tradisi, tanaman yang tergolong famili Magnoliaceae ini juga kerap dijadikan sebagai obat tradisional. Bunga cempaka putih dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti:
  • Demam
  • Keputihan dan haid tidak teratur
  • Batuk, radang tenggorokan, dan bronkitis
  • Infeksi saluran kemih dan kencing sedikit
  • Memecah batu ginjal
  • Menghilangkan bau mulut.
Meskipun demikian, khasiat di atas masih sebatas keyakinan masyarakat dan belum pernah dibuktikan melalui penelitian mendalam.Di dunia kecantikan, bunga cempaka putih juga dikenal karena kandungan 0,2 persen minyak atsiri yang sangat harum dan bisa didapat dengan penyulingan. Minyak atsiri dari bunga cempaka putih mengandung fenol, sineol, eugenol, bensilaldehida, dan feniletilalkohol yang dipercaya dapat membuat kulit lebih halus, kencang, dan terhindar dari berbagai efek jahat radikal bebas.Meski demikian, minyak atsiri bunga cempaka putih sangat rentan rusak, misalnya ketika terkena pemasanan oleh uap air. Oleh karena itu, bunga ini diolah terlebih dahulu menjadi produk kecantikan, seperti lulur atau minyak esensial, agar lebih awet dan khasiatnya tetap terjaga.Selain menyehatkan kulit, kandungan minyak atsiri bunga cempaka putih juga dipercaya dapat bersifat antijamur dan antibakteri. Contoh bakteri yang secara penelitian bisa dibasmi oleh ekstrak bunga cempaka putih adalah Staphylococcus aureus dan Escherechia coli.Jika Anda ingin menikmati manfaat bunga cempaka putih ini, tidak ada salahnya mencoba menanam sendiri kembang yang satu ini di halaman rumah. Berani?
tanaman obat
National Parks Singapore. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/3/0/3024
Diakses pada 15 Juli 2020
Alam Endah. https://alamendah.org/2010/05/30/kantil-cempaka-putih-mitos-dan-manfaat/
Diakses pada 15 Juli 2020
Digilib Institut Seni Indonesia. http://digilib.isi.ac.id/4020/7/Jurnal%20-arifanafitri_1111577022.pdf
Diakses pada 15 Juli 2020
Universitas Udayana. https://ojs.unud.ac.id/index.php/jchem/article/view/2827/2009
Diakses pada 15 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait