Bundesliga Kembali Bergulir, Ini Cara Mereka Mencegah Virus Corona

Dortmund dan Schalke 04 merupakan rangkaian pertandingan menyambut kembalinya Bundesliga
Raphael Guerreriro mencetak gol ke gawang Schalke 04 (credit: Twitter/Bundesliga_EN)

Pandemi Covid-19 masih menjadi momok bagi sebagian besar negara yang terdampak, namun tidak bagi Jerman. Berkat penanganan yang cepat dan tepat, negara yang dipimpin oleh Angela Merkel ini sudah berhasil ‘melandaikan kurva’ kasus aktif Covid-19 sejak pertengahan April silam. Selain itu, jumlah kasus baru di sana juga berangsur turun dalam periode yang sama.

Pemerintah Jerman pun mulai melakukan ‘relaksasi’ dalam kebijakan lockdown mereka dengan membuka tempat-tempat umum, seperti taman bermain, museum, pusat peribadatan, dan sebagian sekolah sejak 4 Mei. Pembukaan tempat-tempat tersebut tentunya dilakukan dengan penerapan social distancing yang ketat, dan khusus untuk sekolah, jadwal kegiatan belajar-mengajar akan dikurangi.

Di antara kebijakan-kebijakan ‘relaksasi’ yang dikeluarkan pemerintah Jerman, ada satu yang menarik perhatian seluruh dunia, terutama pecinta sepakbola, yaitu kembali bergulirnya liga sepakbola Jerman, Bundesliga.

Protokol pencegahan Covid-19 Bundesliga

Pembukaan kembali Bundesliga tidak semulus yang dibayangkan. Sebelum liga ini kembali dimulai pada 16-17 Mei lalu, banyak orang yang skeptis dan meragukan prosedur keamanannya. Ada pula yang menganggap bahwa tidak etis untuk menjalankan kembali liga sepakbola di tengah bahaya pandemi Covid-19 yang masih mengintai.

Di samping kontroversi di atas, Bundesliga sendiri sebenarnya telah membuat protokol medis yang cukup ketat untuk melindungi para pemain sepakbola beserta pihak-pihak lain yang terlibat dari bahaya virus corona.

Protokol tersebut terbukti cukup efektif, setidaknya dalam pekan pertama kembalinya liga sepakbola Jerman ini. Para pemain, wasit, dan staf terkait pertandingan terlihat mematuhi peraturan-peraturan baru yang diberlakukan guna mencegah virus corona.

Untuk mengetahui seperti apa protokol medis Bundesliga, berikut adalah penjelasan yang dilansir dari berbagai sumber.

Sebelum pertandingan

Seminggu sebelum pertandingan, pemain dan staf dari seluruh tim wajib dikarantina dalam hotel selama seminggu. Selain itu, mereka juga diharuskan untuk menjalani tes terkait virus corona (swab) secara rutin.

Di hari pertandingan, para pemain dan staf dijemput dengan beberapa bus agar mereka dapat menerapkan social distancing dalam perjalanan ke stadion. Mereka juga diwajibkan untuk mengenakan masker sepanjang perjalanan.

Untuk pihak lain yang menghadiri pertandingan, seperti media, komentator, tim wasit, dan semacamnya, akan diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk ke stadion.

Sementara itu, suporter tidak diperbolehkan datang ke pertandingan. Polisi juga aktif berpatroli untuk memastikan tidak ada keramaian di stadion dan sekitarnya. Total, hanya 322 orang yang diizinkan untuk terlibat dalam pertandingan.

Jumlah tersebut terdiri dari 213 orang yang diperbolehkan masuk ke stadion, dengan 98 orang dalam lapangan (pemain, pelatih, dan anak gawang) dan 115 lainnya di tribun (petugas keamanan, tim medis, dan media). Sementara 109 orang lainnya (petugas keamanan lainnya dan operator VAR) hanya diperbolehkan berada di luar stadion.

Sebelum pertandingan dimulai, bola akan disemprot disinfektan oleh anak gawang dan akan disemprot ulang saat istirahat usai babak pertama.

Saat pertandingan

Saat pertandingan berlangsung, para pemain cadangan dan staf pelatih harus mengenakan masker. Posisi duduk mereka juga diatur menjadi berjarak satu sama lain untuk menerapkan social distancing. Beberapa pemain cadangan bahkan duduk pada tribun di belakang bangku cadangan untuk menerapkan kebijakan ini.

Khusus untuk pelatih kepala, mereka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker agar bisa meneriakkan instruksi kepada para pemain di lapangan.

Para pemain cadangan akan melepaskan masker mereka saat melakukan pemanasan. Untuk pemain yang baru saja diganti, mereka akan diberikan masker sebelum duduk di bangku cadangan.

Ketika melakukan selebrasi gol, para pemain tidak diperkenankan untuk berpelukan dan tos atau bersalaman dengan menggunakan telapak tangan. Berdasarkan pertandingan yang berlangsung pada akhir pekan lalu (17 dan 18 Mei), sebagian besar pemain melakukan tos dengan siku mereka atau beradu kepalan tangan (fist bumps).

Sesudah pertandingan

Alih-alih bersalaman, para pemain dan wasit menggantinya dengan tos siku atau membenturkan kaki mereka usai pertandingan.

Pemain dan manajer diwawancara oleh reporter televisi dengan menggunakan tongkat mikrofon panjang sambil menerapkan jarak yang aman. Sementara itu, konferensi pers setelah pertandingan dihelat melalui konferensi video.

Sejauh ini, penerapan protokol di atas dilakukan dengan cukup baik, meski ada sedikit pelanggaran dari segelintir tim yang sempat lupa dengan protokol keamanan tersebut. Para suporter juga mematuhi himbauan untuk tidak datang ke stadion karena semua pertandingan berlangsung secara tertutup.

Itulah beberapa protokol yang diterapkan dalam pekan pertama kembalinya liga sepakbola Jerman Bundesliga. Kesuksesan penerapan protokol ini mungkin bisa menjadi contoh bagi kompetisi-kompetisi olahraga lainnya untuk memulai kembali perhelatan mereka dengan menerapkan aspek-aspek pencegahan Covid-19.

BBC. https://www.bbc.com/sport/football/52691666
Diakses pada 20 Mei 2020

Vox. https://www.vox.com/2020/5/1/21239638/germany-coronavirus-lockdown-reopening-merkel
Diakses pada 20 Mei 2020

Worldometer. https://www.worldometers.info/coronavirus/
Diakses pada 20 Mei 2020

Artikel Terkait