logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Cara Menyapih Anak jadi Lebih Mudah dengan 6 Tips Ini

open-summary

Cara menyapih anak bisa dimulai saat Si Kecil sudah dapat mencoba makanan padat sebagai pendamping ASI. Cara yang bisa Anda lakukan berupa mempersingkat durasi hingga memberikan pengalih


close-summary

13 Jun 2019

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Cara menyapih anak harus dilakukan bertahap

Cara menyapih anak dilakukan secara bertahap dan berikan pengalih yang menenangkan

Table of Content

  • Kenali tanda anak sudah siap disapih
  • Usia anak mulai disapih
  • Cara menyapih anak yang bisa Anda coba
  • Pertimbangan menunda cara menyapih anak
  • Catatan dari SehatQ

Cara menyapih anak merupakan salah satu fase yang harus dilakukan setelah melewati tahapan ASI eksklusif.

Advertisement

Pada periode ini, seperti fase lainnya, tahapan ini merupakan tantangan untuk orang tua. Tak heran, banyak orang tua mencari cara agar proses menyapih anak bisa berjalan lebih mudah dan lancar.

Menyapih juga diperlukan agar Si Kecil siap untuk memulai mengonsumsi makanan padat ataupun minum susu formula.

Umumnya, ada dua hal yang bisa dilakukan sebagai cara menyapih anak, yaitu cara konvensional dan baby-led weaning (BLW).

Perlu diingat, tidak semua orang tua harus mengikuti cara menyapih anak yang sama. Sebab, ada berbagai faktor yang akan memengaruhi sesuai kondisinya.

Meski begitu, ada garis tengah yang bisa diambil sebagai panduan para orang tua yang akan mulai mengikuti cara menyapih anak untuk kali pertama.

Kenali tanda anak sudah siap disapih

no caption
Bayi rewel saat menyusu pertanda cara menyapih anak harus dimulai

Sebelum memilih cara menyapih anak, ada baiknya Anda mengetahui tanda-tanda Si Kecil timbul keinginan untuk mulai menyapih seperti di bawah ini:

  • Terlihat tidak ingin menyusu atau rewel ketika menyusu.
  • Waktu menyusu jadi lebih singkat daripada biasanya.
  • Anak terlihat mudah teralihkan ketika menyusu.
  • Bermain-main dengan payudara ibunya, seperti menarik atau menggigitnya.
  • Hanya menyusu untuk mendapatkan rasa nyaman (menghisap puting, tetapi tidak sampai mengeluarkan susu).

Usia anak mulai disapih

no caption
Cara menyapih anak bisa dimulai pada usia 6 bulan

Proses menyapih anak umumnya bisa dimulai ketika bayi berusia 6 bulan, yaitu saat rekomendasi ASI Eksklusif telah selesai. Pada masa ini, anak sudah memasuki waktu untuk mencoba makanan padat sebagai pendamping ASI (MPASI).

Namun, bukan tidak mungkin jika bayi minum ASI hingga ia mencapai usia 2 tahun. Pemberian ASI jika anak berusia 2 tahun atau lebih disebut juga dengan extended breastfeeding.

Bahkan, temuan yang terbit pada jurnal Cadernos de Saúde Pública menunjukkan, ketika anak usianya 2 tahun, kualitas ASI pun tidak berubah seiring berjalannya waktu.

Meski jumlahnya berkurang, konsentrasi lemak pada ASI pun meningkat sehingga nilai kalorinya pun ikut meningkat.

Hingga anak berusia 2 tahun, ASI pun masih bersifat menjaga kekebalan tubuh. Hal ini mampu memberikan perlindungan dari serangan beragam penyakit.

Namun kembali lagi, keputusan untuk menyapih anak adalah hal yang bersifat pribadi antara ibu dan anaknya.

Anda dapat memilih untuk mengikuti ritme anak. Opsi lainnya, buatlah anak mengikuti ritme yang Anda buat.

Cara menyapih anak yang bisa Anda coba

Menyapih harus dilakukan dengan tepat. Bahkan, riset yang terbit pada International Journal of Preventive Medicine, cara menyapih anak yang benar berperan penting dalam menentukan kualitas gizi pada anak.

Praktik menyapih yang tidak dilakukan dengan baik mengakibatkan bayi malnutrisi, gangguan perkembangan kognitif dan sosial, bermasalah saat belajar di sekolah, bahkan penurunan produktivitas di kemudian hari.

Saat Anda dan Si Kecil dirasa telah siap untuk melalui proses ini, ada beberapa cara menyapih anak yang dianggap efektif, seperti berikut ini.

1. Lakukan secara perlahan

Cara menyapih anak dari ASI akan terasa lebih mudah jika dilakukan secara perlahan dan bertahap. Jadi, Anda disarankan untuk tidak mengurangi frekuensi atau membuat anak berhenti menyusu secara tiba-tiba.

Berikan ia waktu selama beberapa minggu atau bulan. Jika akan menghentikan pemberian ASI secara mendadak dan tiba-tiba, sebaiknya hanya dilakukan pada saat tertentu, sesuai kondisi Anda dan si kecil.

2. Kenalkan cara minum dengan gelas

no caption
Cara menyapih anak lebih mudah dengan gelas

Cara menyapih anak dari ASI akan lebih mudah jika Anda mengenalkan Si Kecil dengan gelas dibandingkan botol. Anak yang diberikan ASI secara langsung, umumnya lebih mudah belajar minum dari gelas. Ini bisa dimulai untuk bayi usia 6 bulan.

3. Lewati jadwal menyusu

Coba lihat reaksi anak, ketika Anda mengganti ASI dengan susu formula atau susu sapi cair (jika anak sudah berusia 1 tahun), saat jadwal menyusunya. Melewatkan jadwal pemberian ASI secara bertahap dapat membantu anak menyesuaikan diri dengan kebiasaan barunya.

Selain itu, cara ini juga akan membantu produksi ASI Anda berkurang sedikit demi sedikit. Oleh karena itu, Anda bisa terhindari dari kondisi seperti mastitis atau pembengkakan payudara.

4. Perpendek waktu menyusu

no caption
Kurangi durasi meyusu sebagai cara menyapih anak

Cara menyapih anak lain yang bisa Anda coba adalah dengan memperpendek waktu Si Kecil menyusu. Jika biasanya anak menyusu selama sepuluh menit, maka kali ini coba perpendek menjadi hanya lima menit.

Pilihan cara menyapih anak yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan kudapan yang sehat untuk anak setelah menyusu.

Makanan yang dipilih sesuai dengan umurnya. Namun, cara ini mungkin akan sedikit sulit dilakukan saat malam hari, sebelum anak tidur.

5. Tunda waktu menyusui dan berikan pengalih

Anda bisa menunda proses menyusui secara bertahap. Cara menyapih anak ini adalah dengan mengurangi intensitas menyusui dalam sehari. 

Metode ini umumnya akan berhasil dengan baik, jika usia anak sudah bisa diajak bernegosiasi.

Jika anak meminta untuk menyusu, katakan padanya, Anda akan memberikannya nanti. Lalu, mulai ajak anak melakukan kegiatan lain, sebagai distraksi.

Jika Anak minta untuk menyusu saat sore hari, berikan pengertian padanya, Anda baru bisa memberikannya saat malam hari, sebelum tidur.

6. Beri beberapa tetes ASI saat minum melalui botol

no caption
Beri tetesan ASI dari botol sebagai cara menyapih anak

Untuk mempermudah proses menyapih, Anda juga bisa mencoba untuk memberikan beberapa tetes ASI ke bibir atau lidah anak sebelum anak minum susu dari botol susu.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba memberikan sedikit ASI menggunakan botol untuk Si Kecil, beberapa jam setelah ia menyusu langsung. Namun, perhatikan waktunya dan berikan sebelum ia merasa kelaparan.

7. Pakai baju yang berbeda

Mengenakan pakaian yang sama dengan ketika menyusui hanya akan membuat Si Kecil langsung teringat jika ia harus menyusu.

Dengan mengenakan pakaian yang berbeda sebagai cara menyapih anak, ia akan sulit mengingat kebiasaan menyusu sebelumnya.

Tidak hanya itu, jangan buka pakaian dan memperlihatkan payudara di depan Buah Hati. Hal ini hanya membuatnya ingin menyusu lagi.

8. Gendong Si Kecil dengan cara berbeda

no caption
Cara menyapih anak dengan ubah posisi gendongan agar bayi lupa

Cara menyapih anak ini berguna agar bayi tidak rewel jika teringat ingin menyusui. Posisi gendongan yang direkomendasikan adalah gendong punggung atau gendong depan, seperti Anda dan Si Kecil saling berpelukan.

Namun, sebenarnya, hal yang paling adalah hindari menggendong bayi dengan posisi yang sama saat Anda menyusui. Hal ini akan membuat bayi ingat akan menyusu.

9. Kurangi aktivitas menyusui saat Si Kecil akan tidur

Cara menyapih anak bisa dilakukan dengan membuat bayi merasa nyaman sebelum tidur. Anda bisa memberikan pengalihan menenangkan, seperti membacakan dongeng, menyetel musik, hingga mendekapnya.

Ketiga hal tersebut pun akan mengantarkan bayi tidur lebih cepat. Akhirnya, hal tersebut pun membuat bayi lupa dan tidak perlu menyusu.

Pertimbangan menunda cara menyapih anak

no caption
Hentikan mengikuti cara menyapih anak jika ada alergi MPASI

Meskipun penting untuk mengikuti cara menyapih anak dari ASI ke susu formula maupun MPASI, ada hal-hal yang harus dipertimbangkan untuk menunda penyapihan. Inilah kondisi yang membuat bayi harus menunda disapih:

  • Timbul alergi makanan atau minuman selain ASI.
  • Tumbuh gigi atau sedang sakit.
  • Bayi mengalami perubahan signifikan, seperti bepergian jauh dan lama ataupun pindah rumah. Hal ini rentan memicu Si Kecil mengalami stres.

Catatan dari SehatQ

Cara menyapih anak dilakukan agar mereka bersiap untuk mengonsumsi makanan padat maupun susu formula.

Ketika mengikuti cara menyapih anak dari ASI, hal yang penting adalah mengalihkan perhatian bayi agar tidak teringat untuk menyusu.

Namun, pastikan Anda menyapih tanpa memaksa bayi. Lakukan penyapihan dengan bertahap agar Si Kecil bisa beradaptasi.

Jika Anda ingin mengetahui cara menyapih anak dari ASI ke susu formula yang lebih akurat dan menyesuaikan keperluan Anda dan Buah Hati, konsultasikanlah dengan dokter anak melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Jika Anda ingin memenuhi keperluan bayi dan ibu menyusui, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

mpasiperkembangan anakibu menyusuiasi eksklusifmanfaat asibayi cukup asi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved