Galau Cari Cara Menyapih Anak yang Jitu? Lakukan Langkah Ini!

Setelah melewati masa ASI eksklusif, anak akan masuk pada proses menyapih
Cara menyapih anak dapat berbeda tiap indivdiu karena disesuaikan dengan kondisi si Kecil.

Setelah melewati fase ASI eksklusif, anak akan masuk ke fase baru, ketika proses menyapih akan dimulai. Periode ini, seperti fase lainnya juga merupakan sebuah tantangan untuk orangtua, sehingga cara menyapih anak yang paling tepat masih sering dicari.

Sebenarnya, ada perbedaan antara masing-masing anak serta ibu, sesuai kondisinya. Meski begitu, ada garis tengah yang bisa diambil, sebagai panduan para orangtua, akan mencoba menyapih Si Buah Hati untuk pertama kalinya.

[[artikel-terkait]]

Kenali tanda anak sudah siap disapih

Sebelum memilih cara menyapih anak, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu, tanda-tanda kesiapan Si Kecil.

  • Terlihat tidak ingin menyusu, atau rewel ketika menyusu
  • Waktu menyusu jadi lebih singkat dari biasanya
  • Anak terlihat mudah terdistraksi ketika menyusu
  • Bermain-main dengan payudara ketika disusui, seperti menarik atau menggigit
  • Hanya menyusu untuk mendapatkan rasa nyaman (menghisap puting, tapi tidak sampai mengeluarkan susu).

Proses menyapih umumnya bisa dimulai ketika bayi berusia enam bulan, yaitu saat rekomendasi ASI Eksklusif telah selesai. Pada masa ini, anak sudah memasuki waktu untuk mencoba makanan padat sebagai pendamping ASI.

Namun kembali lagi, keputusan untuk menyapih anak adalah hal yang sifatnya pribadi. Anda dapat memilih untuk mengikuti ritme anak. Opsi lainnya, buatlah anak mengikuti ritme yang Anda buat.

Cara menyapih anak yang bisa Anda coba

Saat Anda dan Si Kecil dirasa telah siap untuk melalui proses ini, ada beberapa cara menyapih anak yang dianggap efektif, seperti berikut ini.

• Lakukan secara bertahap

Menyapih akan terasa lebih mudah jika dilakukan secara bertahap, selama beberapa minggu atau bulan. Menghentikan pemberian ASI secara mendadak dan tiba-tiba, sebaiknya hanya dilakukan pada saat tertentu, sesuai kondisi Anda dan si kecil.

• Kenalkan cara minum dengan gelas

Transisi dari ASI Eksklusif ke proses menyapih akan lebih mudah, jika Anda mengenalkan Si Kecil dengan gelas dibandingkan botol. Anak yang diberikan ASI secara langsung, umumnya lebih mudah belajar minum dari gelas, dan bisa dimulai sejak usia enam bulan.

• Lewati jadwal menyusu

Coba lihat reaksi anak, ketika Anda mengganti ASI dengan susu formula atau susu sapi cair (jika anak sudah berusia satu tahun), saat jadwal menyusunya. Melewatkan jadwal pemberian ASI secara bertahap, dapat membantu anak menyesuaikan diri dengan kebiasaan barunya.

Selain itu, cara ini juga akan membantu produksi ASI Anda berkurang sedikit demi sedikit. Sehingga, Anda bisa terhindari dari kondisi seperti mastitis, atau pembengkakan payudara.

• Perpendek waktu menyusu

Cara menyapih anak lain yang bisa Anda coba adalah dengan memperpendek waktu Si Kecil menyusu. Jika biasanya anak menyusu selama sepuluh menit, maka kali ini coba perpendek menjadi hanya lima menit.

Anda juga bisa memberikan kudapan yang sehat untuk anak setelah menyusu, yang sesuai dengan umurnya. Namun, cara ini mungkin akan sedikit sulit dilakukan saat malam hari, sebelum anak tidur.

• Tunda waktu menyusui dan berikan distraksi

Anda bisa menunda proses menyusui. Caranya, Anda mengurangi intensitas menyusui dalam sehari. Metode ini umumnya akan berhasil dengan baik, jika usia anak sudah bisa diajak bernegosiasi.

Jika anak meminta untuk menyusu, katakan padanya, Anda akan memberikannya nanti. Lalu, mulai ajak anak melakukan kegiatan lain, sebagai distraksi. Jika Anak minta untuk menyusu saat sore hari, berikan pengertian padanya, bahwa Anda baru bisa memberikannya saat malam hari, sebelum tidur.

• Beri beberapa tetes ASI saat minum melalui botol

Untuk mempermudah proses menyapih, Anda juga bisa mencoba untuk memberikan beberapa tetes ASI ke bibir atau lidah anak, sebelum anak mengisap dot di botol susu.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba memberikan sedikit ASI menggunakan botol untuk Si Kecil, beberapa jam setelah ia menyusu langsung. Namun, perhatikan waktunya, dan berikan sebelum ia merasa kelaparan.

Selamat mencoba berbagai cara menyapih anak di atas. Jika Anda merasa kesulitan, tidak ada salahnya konsultasikan kondisi ini ke dokter anak atau klinik laktasi, untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan kondisi Anda maupun Si Kecil.

Artikel Terkait

Banner Telemed