Bed Rest Saat Hamil, Kapan Harus Dilakukan dan Apa Risikonya?


Bed rest saat hamil umumnya dilakukan apabila ibu memiliki risiko persalinan prematur, tekanan darah tinggi, hamil anak kembar, memiliki riwayat keguguran, atau diabetes gestasional.

(0)
22 Dec 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bed rest saat hamil menurut dokterUmumnya, dokter mengharuskan bed rest saat hamil jika ibu memiliki kondisi tertentu
Sebagian calon ibu dianjurkan untuk melakukan bed rest atau tirah baring oleh dokter karena alasan tertentu. Jangan terlanjur sedih jika dokter meminta Anda untuk bed rest saat hamil. Beristirahat saat hamil diperlukan dalam menjaga kesehatan ibu dan janin yang tengah dikandungnya.Namun, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai bed rest saat hamil. Lantas, apa saja hal tersebut?

Jenis bed rest saat hamil

Bed rest atau atau tirah baring adalah istirahat total saat hamil untuk menurunkan tingkat aktivitas selama beberapa waktu. Bed rest umumnya wajib dilakukan oleh ibu hamil dengan risiko persalinan prematur, tekanan darah tinggi, hamil anak kembar, memiliki riwayat keguguran, atau diabetes gestasionalKegiatan bed rest ini biasanya hanya dengan duduk atau berbaring di tempat tidur. Ibu boleh melakukan aktivitas namun tergantung pada jenis bed rest yang sedang dijalaninya.Bed rest dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Bed rest ringan

Dalam bed rest ringan, ibu hamil hanya perlu mengurangi tingkat aktivitas yang biasa dilakukannya. Aktivitas ibu hamil saat bed rest ini masih dapat berjalan seperti biasanya, namun merupakan aktivitas fisik yang ringan. Ibu masih dapat menjalankan sejumlah aktivitas fisik ringan, seperti berjalan-jalan di sekitar rumah maupun menyiapkan makanan yang mudah.

2. Bed rest total

Dalam bed rest total, ibu tidak diizinkan bekerja maupun melakukan pekerjaan rumah tangga. Dokter hanya menganjurkan ibu untuk beristirahat total dengan tetap berada dalam posisi duduk dan berbaring. Pada bed rest ini, ibu dapat membaca buku, menonton tv, atau mengobrol. Bahkan dalam beberapa kasus, buang air besar atau air kecil juga harus dilakukan di kasur dengan menggunakan pispot.Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan Anda dan kondisi janin sebelum menentukan jenis bed rest mana yang Anda butuhkan. Oleh sebab itu, konsultasikanlah pada dokter kandungan Anda.Baca juga: Komplikasi Kehamilan yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil, Salah Satunya Anemia

Penyebab ibu hamil harus bed rest

Pada umumnya, ibu hamil dianjurkan melakukan bed rest jika memiliki kondisi kronis tertentu atau kondisi kehamilan yang berisiko. Berikut hal yang membuat ibu hamil dianjurkan untuk tirah baring:

1. Preeklampsia

Memiliki tekanan darah yang tinggi atau preeklampsia membuat ibu hamil harus melakukan bed rest. Tujuan dari tirah baring untuk kondisi ini, yaitu agar kehamilan dapat tetap aman hingga memasuki waktu untuk bersalin.

2. Kontraksi prematur

Calon ibu yang berkontraksi secara teratur sebelum minggu ke-37 kehamilan atau menunjukkan tanda-tanda persalinan dini, umumnya memerlukan bed rest. Bed rest dilakukan untuk mencegah terjadinya kelahiran prematur atau mempersiapkan persalinan hingga waktunya aman.

3. Kehamilan kembar

Ibu yang mengandung janin kembar juga dianjurkan untuk bed rest karena kehamilannya lebih berisiko. Ini dapat membantu ibu beristirahat agar kehamilannya berjalan dengan aman.

4. Pendarahan vagina

Pendarahan vagina dapat terjadi karena plasenta letak rendah (plasenta previa) atau terlepasnya plasenta dari rahim sebelum waktunya (solusio plasenta). Ini membuat ibu harus melakukan bed rest karena dikhawatirkan akan membahayakan kehamilannya. Karena solusio plasenta adalah kondisi gawat darurat maka, sebaiknya langsung ke Rumah Sakit.

5. Masalah serviks atau leher rahim

Adanya masalah pada serviks, seperti serviks yang lemah atau memendeknya serviks sebelum waktunya dapat mendatangkan risiko kelahiran prematur pada bayi. Sehingga, untuk menghilangkan gangguan tersebut, ibu hamil perlu melakukan  istirahat total.

6. Ketuban pecah dini

Keluarnya air-air merembes dari vagina dapat menjadi indikasi ketuban pecah dini (sebelum waktunya), hal ini dapat menyebabkan infeksi dan membahayakan janin. Karena adanya robekan pada selaput yang membungkus janin maka untuk mencegah robekan lebih besar maka ibu hamil harus bed rest total.Bed rest dianggap bermanfaat untuk ibu hamil karena dapat mengurangi tekanan pada leher rahim dan tekanan pada jantung sehingga mampu meningkatkan sirkulasi ke rahim. Namun tak hanya bed rest, perawatan medis untuk berbagai kondisi tersebut juga harus dilakukan. Lakukan bed rest sesuai anjuran dokter karena jika berlebihan dilakukan akan mendatangkan risiko kesehatan.

Bed rest atau istirahat total saat hamil bermanfaat untuk mengembalikan kondisi kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan selama masa kehamilannya.Bagi Anda yang memiliki hipertensi, bed rest juga bermanfaat untuk membantu menormalkan tekanan darah. Aktivitas ini juga membantu mengistirahatkan tubuh secara total untuk menghindari kontraksi berlebih yang bisa berisiko menyebabkan kelahiran prematur.Meski banyak memiliki manfaat, namun bed rest harus dilakukan seperlunya dan atas pertimbangan medis. Pasalnya, terlalu banyak berbaring saat hamil juga dapat menimbulkan risiko bahaya untuk kehamilan Anda.Baca juga: Kehamilan Sehat: Ketahui 7 Ciri dan Cara Menjaganya

Risiko bed rest saat hamil

Dikutip dari Mayo Clinic, bed rest yang dilakukan secara berlebihan atau dalam arti ibu hanya berbaring seharian untuk waktu yang lama ternyata dapat menimbulkan risiko bahaya. Adapun risiko kesehatan yang mungkin terjadi, yaitu:Dalam mengurangi risiko tersebut, sebaiknya lakukanlah bed rest dengan baik sesuai aturan. 

Tips bed rest untuk ibu hamil

Untuk mengurangi risiko akibat terlalu banyak berbaring saat bed rest selama masa kehamilan, berikut hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu tirah baring berjalan dengan baik:

1. Buat jadwal

Anda bisa membuat jadwal mengenai hal yang apa yang akan Anda lakukan agar bed rest tidak terasa membosankan dan membuat Anda stres.

2. Menjaga kekuatan otot

Tetap jaga kekuatan otot dengan melakukan latihan yang direkomendasikan oleh dokter. Menggerak-gerakan kaki juga dapat membantu menurunkan risiko pembekuan darah selama tirah baring.

3. Menerapkan posisi berbaring yang aman 

Agar kesehatan janin tidak terganggu, hindari menerapkan posisi telentang saat berbaring untuk tidur. Sebaliknya, posisi berbaring yang aman untuk bed rest saat hamil adalah tidur miring menghadap ke sisi kiri supaya aliran darah janin tetap dapat berjalan dengan lancar.  

4. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dapat membantu menjaga kehamilan. Perbanyaklah konsumsi sayur dan buah, serta jangan lupa untuk minum air putih agar terhindar dari dehidrasi.Rutinlah melakukan pemeriksaan kehamilan agar dokter dapat mendeteksi sedini mungkin jika terdapat masalah. Hal ini juga dapat membantu Anda menerima penanganan yang tepat dengan segera sehingga kehamilan tetap terjaga.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilankehamilanmasalah kehamilan
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20048007
Diakses pada 20 Desember 2019.
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/bed-rest/
Diakses pada 20 Desember 2019.
Web MD. https://www.webmd.com/baby/guide/bed-rest-during-pregnancy#1
Diakses pada 20 Desember 2019.
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9757-pregnancy-bed-rest
Diakses pada 20 Desember 2019.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait