logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Kenali Pengaruh Kadar Hormon hCG Selama Kehamilan untuk Ibu Hamil

open-summary

Hormon hCG sering juga disebut sebagai hormon kehamilan. Hal ini dikarenakan hormon hCG kerap dianggap sebagai penanda adanya janin di waktu awal kehamilan.


close-summary

3.86

(7)

24 Mei 2020

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Hormon hCG adalah hormon kehamilan

Hormon hCG sering disebut sebagai homon kehamilan

Table of Content

  • Apa itu hormon hCG?
  • Apa fungsi hormon hcg dalam masa kehamilan
  • Kadar hormon hCG yang normal selama kehamilan
  • Jika hormon pada tes hCG terlalu rendah atau tinggi, apa artinya?
  • Catatan dari SehatQ

Saat menggunakan test pack, pernahkan Anda terpikir, “Apa yang membuat urine bisa mendeteksi kehamilan?” Jawabannya ada pada hormon hCG atau human Chorionic Gonadotropin yang terkandung di dalam cairan tersebut. Hormon yang hanya dimiliki oleh ibu hamil ini menjadi tanda utama adanya kehamilan dalam tubuh wanita.

Advertisement

Lantas bagaimana perubahan hormon pada ibu hamil bisa mendeteksi adanya kehamilan atau tidak? Berikut ulasan selengkapnya.

Apa itu hormon hCG?

Hormon yang berfungsi untuk menjaga kehamilan adalah hormon hCG. Fase hormon hCG adalah hormon yang dikeluarkan oleh plasenta selama masa kehamilan. Hormon ini juga dikenal sebagai hormon yang hanya dimiliki oleh ibu hamil. 

Pemeriksaan Chorionin Gonadrotopin dapat dilakukan dengan tes darah maupun test packHormon ini bisa terdeteksi 11 hari setelah pembuahan terjadi melalui tes darah. Sementara itu, tes kehamilan di rumah menggunakan sampel urine bisa dilakukan 12-14 hari setelah pembuahan.

Kadar hormon ini akan naik turun selama kehamilan. Selama masih dalam rentang normal, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika kadarnya lebih tinggi atau rendah dari normal, ada kemungkinan bahwa kandungan Anda bermasalah.

Apa fungsi hormon hcg dalam masa kehamilan

Saat pembuahan berhasil terjadi, maka sel telur yang sudah dibuahi itu akan menempel di plasenta. Proses ini dinamakan implantasi. Di dinding plasenta inilah tempat embrio menempel dan akan berkembang menjadi janin.

Saat proses implantasi pertama kali terjadi, salah satu peran plasenta adalah akan mulai memproduksi hormon Chorionin Gonadrotopin. Itulah sebabnya, keberadaan hormon ini bisa jadi penanda kehamilan.

Hormon ini berfungsi untuk memberi instruksi ke tubuh agar terus memproduksi progesteron yang mencegah terjadinya menstruasi. Hal ini perlu dilakukan agar jabang bayi yang sudah berkembang di dalam rahim bisa terus terlindungi.

Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, kadar hormon ini juga akan meningkat. Dokter dapat mengukur kadarnya secara akurat melalui tes darah. Namun, pemeriksaan hCG biasanya tidak rutin dilakukan dan baru akan direkomendasikan apabila dokter mendeteksi suatu kondisi di kehamilan Anda.

Kadar hormon hCG yang normal selama kehamilan

Kadar hormon Chorionin Gonadrotopin bisa berbeda-beda pada tiap ibu hamil. Hal ini tergantung dari kondisi tubuh dan jumlah embrio yang tumbuh di dalam rahim. Meski begitu, ada rentang kadar tertentu yang biasanya digunakan utuk melihat ada atau tidaknya potensi bahaya untuk janin.

Berikut ini penjabaran rentang normal berdasarkan usia kehamilannya.

  • 3 minggu: 5-50 mIU/L
  • 4 minggu: 5-426 mIU/L
  • 5 minggu: 18-7.340 mIU/L
  • 6 minggu: 1.080-56.500 mIU/L
  • 7-8 minggu: 7.650-229.000 mIU/L
  • 9-12 minggu: 25.700-288.000 mIU/L
  • 13-16 minggu: 13.300-254.000 mIU/L
  • 17-24 minggu: 4.060165.400 mIU/L
  • 25-40 minggu: 3.640-117.000 mIU/L

Hormon inilah yang menyebabkan munculnya berbagai gejala kehamilan seperti mual. Sehingga, saat kadar hormon ini sedang tinggi-tingginya saat usia kehamilan memasuki 10-12 minggu, maka gejala yang dirasakan juga biasanya sedang parah-parahnya.

Lantas apa saja yang mempengaruhi kadar hormon Chorionin Gonadrotopin? Obat-obatan yang mengandung hormon ini juga dapat mengganggu kadar hormon pada tubuh Anda. Obat-obatan ini sering digunakan pada perawatan infertilitas, dan umumnya penyedia layanan kesehatan Anda sudah memberi tahu mengenai bagaimana obat tersebut dapat mempengaruhi hasil tes kehamilan.
 
Menurut ahli, obat lain seperti antibiotik, penghilang rasa sakit, kontrasepsi atau obat hormon lainnya tidak memiliki efek samping pada tes yang mengukur Chorionin Gonadrotopin.

Jika hormon pada tes hCG terlalu rendah atau tinggi, apa artinya?

Kadar Chorionin Gonadrotopin bisa mengindikasikan beberapa hal dalam kehamilan, yang baik maupun yang buruk.

1. Kadar hormon lebih tinggi dari rentang normal

Kadar hormon hCG lebih tinggi dari normal bisa menandakan beberapa kondisi, seperti:

2. Kadar hormon lebih rendah dari rentang normal

Sementara kadar hormon hCG yang lebih rendah dari kondisi normal, bisa menandakan:

Rendahnya kadar hormon ini tidak bisa diobati atau dirawat. Meski begitu, tidak semua ibu hamil yang memiliki kadar Chorionin Gonadrotopin rendah pasti akan mengalami gangguan kehamilan seperti di atas.

Pada kasus keguguran, perawatan baru akan dilakukan apabila ada jaringan kehamilan yang masih tersisa di rahim. Perawatan biasanya dapat dilakukan dengan tindakan kuret atau pemberian obat-obatan tertentu. Sementara itu jika tidak ada jaringan yang tersisa, maka Anda tidak memerlukan perawatan.

Perawatan yang hampir sama juga akan dilakukan untuk kasus kehamilan ektopik. Dokter dapat memberikan obat untuk mencegah janin tumbuh lebih besar di luar rahim. Pada beberapa kasus, operasi juga diperlukan untuk mengangkat janin.

Baca Juga

  • Penyebab Keguguran, Ibu Hamil Wajib Tahu
  • Segala Hal yang Orangtua Perlu Ketahui Tentang Dokter Fetomaternal
  • Adakah Cara Cepat Haid untuk Anak yang Bisa Dilakukan Orangtua?

Catatan dari SehatQ

Kadar hormon Chorionin Gonadrotopin sering disebut sebagai hormon kehamilan, karena bisa dijadikan sebagai pertanda munculnya janin untuk pertama kalinya. Keberadaan hormon inilah yang akan dideteksi oleh test pack untuk menentukan hasil positif atau negatif.

Kadar hormon yang meleset dari rentang normal, entah lebih tinggi atau lebih rendah, bisa saja menandakan ada sesuatu di dalam kandungan Anda. Dokter biasanya akan langsung memeriksa kadar hormon kehamilan ini apabila Anda menunjukkan gejala-gejala masalah pada kehamilan.

Jika Anda ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda dapat chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

tes kehamilanhormonpemeriksaan kehamilan

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved