Bumil Perlu Tahu, Ini Pengaruh Kadar Hormon hCG dalam Kehamilan

Ada atau tidaknya hormon hCG bisa jadi penanda kehamilan
Hormon hCG sering disebut sebagai homon kehamilan

Saat menggunakan test pack, pernahkan Anda terpikir, “Apa yang membuat urine bisa mendeteksi kehamilan?” Jawabannya ada pada hormon hCG atau human Chorionic Gonadotropin yang terkandung di dalam cairan tersebut.

Hormon hCG sering juga disebut sebagai hormon kehamilan karena dibuat dari sel yang dibentuk di plasenta. Hormon ini bisa terdeteksi 11 hari setelah pembuahan terjadi melalui tes darah. Sementara itu, deteksi menggunakan sampel urine bisa dilakukan 12-14 hari setelah pembuahan.

Kadar hormon ini akan naik turun selama kehamilan. Selama masih dalam rentang normal, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika kadarnya lebih tinggi atau rendah dari normal, ada kemungkinan bahwa kandungan Anda bermasalah.

Lebih jauh tentang hormon hCG

Saat pembuahan berhasil terjadi, maka sel telur yang sudah dibuahi itu akan menempel di plasenta. Proses ini dinamakan implantasi. Di dinding plasenta inilah tempat embrio menempel dan akan berkembang menjadi janin.

Saat proses implantasi pertama kali terjadi, plasenta akan mulai memproduksi hormon hCG. Itulah sebabnya, keberadaan hormon ini bisa jadi penanda kehamilan.

Hormon ini berfungsi untuk memberi instruksi ke tubuh agar terus memproduksi progesteron yang mencegah terjadinya menstruasi. Hal ini perlu dilakukan agar jabang bayi yang sudah berkembang di dalam rahim bisa terus terlindungi.

Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, kadar hormon ini juga akan meningkat. Dokter dapat mengukur kadarnya secara akurat melalui tes darah. Namun, pemeriksaan hCG biasanya tidak rutin dilakukan dan baru akan direkomendasikan apabila dokter mendeteksi suatu kondisi di kehamilan Anda.

Kadar hormon hCG yang normal selama kehamilan

Kadar hormon hCG bisa berbeda-beda pada tiap ibu hamil. Hal ini tergantung dari kondisi tubuh dan jumlah embrio yang tumbuh di dalam rahim. Meski begitu, ada rentang kadar tertentu yang biasanya digunakan utuk melihat ada atau tidaknya potensi bahaya untuk janin. Berikut ini penjabaran rentang normal berdasarkan usia kehamilannya.

  • 3 minggu: 5-50 mIU/L
  • 4 minggu: 5-426 mIU/L
  • 5 minggu: 18-7.340 mIU/L
  • 6 minggu: 1.080-56.500 mIU/L
  • 7-8 minggu: 7.650-229.000 mIU/L
  • 9-12 minggu: 25.700-288.000 mIU/L
  • 13-16 minggu: 13.300-254.000 mIU/L
  • 17-24 minggu: 4.060165.400 mIU/L
  • 25-40 minggu: 3.640-117.000 mIU/L

Hormon inilah yang menyebabkan munculnya berbagai gejala kehamilan seperti mual. Sehingga, saat kadar hormon ini sedang tinggi-tingginya saat usia kehamilan memasuki 10-12 minggu, maka gejala yang dirasakan juga biasanya sedang parah-parahnya.

Jika hormon hCG terlalu rendah atau tinggi, apa artinya?

Kadar hCG bisa mengindikasikan beberapa hal dalam kehamilan, yang baik maupun yang buruk.

1. Kadar hormon hCG lebih tinggi dari rentang normal

Kadar hormon hCG lebih tinggi dari normal bisa menandakan beberapa kondisi, seperti:

  • Ada kesalahan perkiraan usia kehamilan
  • Anda hamil anak kembar
  • Hamil anggur

2. Kadar hormon hCG lebih rendah dari rentang normal

Sementara kadar hormon hCG yang lebih rendah dari kondisi normal, bisa menandakan:

  • Ada kesalahan perkiraan usia kehamilan 
  • Ada kemungkinan terjadinya keguguran
  • Kehamilan ektopik
  • Janin tidak berkembang

Rendahnya kadar hCG tidak bisa diobati atau dirawat. Meski begitu, tidak semua ibu hamil yang memiliki kadar hCG rendah pasti akan mengalami gangguan kehamilan seperti di atas.

Pada kasus keguguran, perawatan baru akan dilakukan apabila ada jaringan kehamilan yang masih tersisa di rahim. Perawatan biasanya dapat dilakukan dengan tindakan kuret atau pemberian obat-obatan tertentu. Sementara itu jika tidak ada jaringan yang tersisa, maka Anda tidak memerlukan perawatan.

Perawatan yang hampir sama juga akan dilakukan untuk kasus kehamilan ektopik. Dokter dapat memberikan obat untuk mencegah janin tumbuh lebih besar di luar rahim. Pada beberapa kasus, operasi juga diperlukan untuk mengangkat janin.

Catatan dari SehatQ

Kadar hormon hCG sering disebut sebagai hormon kehamilan, karena bisa dijadikan sebagai pertanda munculnya janin untuk pertama kalinya. Keberadaan hormon inilah yang akan dideteksi oleh test pack untuk menentukan hasil positif atau negatif.

Kadar hormon yang meleset dari rentang normal, entah lebih tinggi atau lebih rendah, bisa saja menandakan ada sesuatu di dalam kandungan Anda. Dokter biasanya akan langsung memeriksa kadar hCG apabila Anda menunjukkan gejala-gejala masalah pada kehamilan.

Hormone Health Network. https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/human-chorionic-gonadotropin-hormone-hcg
Diakses pada 19 Mei 2020

American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/hcg-levels/
Diakses pada 19 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/low-hcg
Diakses pada 19 Mei 2020

Artikel Terkait