Dengan komunikasi bersama pasangan, Anda dapat meraih orgasme saat hamil
Wajar jika gairah seksual meningkat ketika Anda sedang hamil

Para calon ibu, wajar jika Anda merasa kehamilan mengubah segalanya. Tak hanya perubahan fisik saja, tapi banyak hal lain seperti gairah seksual. Kabar baiknya, masa mengandung bukan berarti halangan untuk merasakan orgasme saat hamil. 

Dengan komunikasi bersama pasangan, justru Anda bisa mengeksplorasi gaya-gaya baru yang juga nyaman untuk janin di kandungan. Tak perlu merasa bersalah ketika berhubungan seksual hingga merasakan orgasme saat hamil. 

Aktivitas penghangat hubungan dengan pasangan ini bukan hal yang “mengancam” bagi janin. Bahkan, sepenuhnya aman dan boleh dilakukan.

Manfaat merasakan orgasme saat hamil

Baik bagi orang yang sedang hamil atau tidak, orgasme adalah hal yang menyenangkan. Ada banyak cara membuat wanita klimaks, dan sah-sah saja dilakukan pada istri yang sedang mengandung.

Justru, ada banyak manfaat dari merasakan orgasme saat hamil seperti:

1. Baik untuk emosi dan mental

Ketika mengandung, hormon bisa naik turun secara fluktuatif dan berpengaruh pada emosi dan mental. Ketika merasakan orgasme saat hamil, maka hormon oksitosin meningkat dan membuat mood menjadi baik. 

Hal ini sangat baik untuk kondisi emosi dan bisa meredakan perasaan uring-uringan tanpa sebab yang kerap dialami bumil.

2. Aliran darah dan oksigen lancar

Mengalami orgasme saat hamil berarti membuat adrenalin terpacu. Di saat yang sama, aliran darah dan oksigen untuk janin juga lebih lancar. Artinya, mengalami orgasme saat hamil adalah hal yang baik. Hal ini berlawanan dengan mengalami stres yang bisa menghambat aliran darah dan oksigen ke janin.

3. Membangun ikatan dengan pasangan

Meskipun merasakan orgasme saat hamil tidak harus dilakukan dengan pasangan dan bisa dengan masturbasi, namun tak bisa dipungkiri aktivitas seksual meningkatkan kedekatan dengan pasangan. Terlebih, saat sedang hamil tentu baik suami maupun istri perlu komunikasi lebih intens tentang posisi yang nyaman hingga cara mencapai klimaks. 

4. Terasa lebih bergairah

Tidak berlebihan jika bumil merasa lebih bergairah saat berhubungan seksual di masa mengandung. Lagi-lagi, hal ini dipicu oleh meningkatnya hormon. Aliran darah yang lebih banyak ke vulva juga membuatnya lebih sensitif terhadap sensasi sekecil apapun. 

5. Menurunkan tekanan darah

Preeklamsia adalah risiko yang tidak main-main bagi kehamilan. Dengan rutin melakukan hubungan seksual, justru akan membantu menurunkan tekanan darah sekaligus mengurangi risiko komplikasi.

6. Tidur nyenyak

Susah tidur saat hamil adalah salah satu keluhan ibu hamil yang paling populer. Kabar baiknya, orgasme saat hamil bisa membantu tubuh merasa rileks dan tidur lebih berkualitas.

7. Meningkatkan kekebalan tubuh

Saatnya berterima kasih pada hormon oksitosin yang muncul ketika Anda orgasme saat hamil karena membuat sistem kekebalan tubuh meningkat. Menurut penelitian, hal ini penting apalagi ibu hamil tidak bisa sembarangan minum obat saat sakit. 

8. Membantu melancarkan proses lahiran

Ketika memasuki akhir trimester ketiga jelang lahiran, orgasme saat hamil bisa membantu kontraksi rahim. Itu sebabnya, dokter kandungan biasanya merekomendasikan induksi alami dengan berhubungan seksual ketika usia kandungan sudah di atas 38 minggu.

Berbahayakah untuk janin?

Hubungan seksual hingga orgasme saat hamil sama sekali tidak berbahaya untuk janin. Justru, janin akan diuntungkan dengan melimpahnya produksi hormon oksitosin, bukannya hormon stres seperti kortisol.

Namun ada kalanya, berhubungan seksual harus benar-benar hati-hati jika ibu hamil mengalami:

  • Pendarahan tidak biasa

Pada beberapa kondisi, keluar darah saat hamil adalah hal yang normal. Namun ketika pendarahan berlangsung sangat banyak, ini bisa jadi sinyal terjadinya keguguran. Jika ini yang terjadi, dokter kandungan akan merekomendasikan untuk tidak berhubungan intim selama beberapa waktu.

  • Plasenta berada di posisi tidak tepat

Pada ibu hamil yang plasentanya menempel di bagian dinding rahim tidak semestinya atau plasenta previa, seks bisa jadi tidak disarankan. Pada ibu hamil dengan kondisi ini, plasenta justru menempel di bagian bawah dinding rahim atau sebagian menutup leher rahim.

  • Ketuban pecah

Apabila ketuban sudah pecah, seks tidak disarankan karena bisa meningkatkan risiko infeksi. Bahkan, ini bisa menyebabkan proses lahiran berisiko mengalami komplikasi.

  • Risiko kelahiran prematur

Pada situasi tertentu, ada ibu hamil yang berisiko mengalami kelahiran prematur. Berhubungan seksual harus dilakukan dengan bijak atau atas persetujuan dokter kandungan.

Selama tidak ada keluhan atau risiko seperti di atas, maka orgasme saat hamil adalah hal yang justru ditunggu-tunggu. Biasanya, seks akan terasa semakin menyenangkan pada trimester kedua dibandingkan dengan trimester pertama atau ketiga.

Hal yang tak kalah penting adalah tetap mengomunikasikan apapun yang dirasakan oleh bumil selama berhubungan seksual. Sampaikan jika ada yang tidak nyaman, sampaikan pula jika yang dirasakan justru sebaliknya. Setelah itu, selamat bereksplorasi mencapai orgasme!

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnant-orgasm#without-a-partner
Diakses 25 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/sex-relationships/guide/sex-during-pregnancy#1
Diakses 25 Februari 2020

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/orgasm-and-pregnancy-safety-pleasure-and-difficulty-4166012
Diakses 25 Februari 2020

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/sex-and-relationships/benefits-of-sex-during-pregnancy/
Diakses 25 Februari 2020

Artikel Terkait