logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Bumil, Ini Penyebab Vagina Sakit Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

open-summary

Salah satu keluhan yang kerap dirasakan ibu hamil, yaitu sakit vagina. Vagina sakit saat hamil dapat terjadi pada trimester berapa pun. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari pertumbuhan janin hingga terjadinya infeksi.


close-summary

23 Jun 2020

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Vagina sakit saat hamil biasanya terjadi karena rahim yang semakin membesar dan menekan vagina

Janin yang semakin membesar akan menekan dasar panggul ibu sehingga menyebabkan vagina sakit saat hamil

Table of Content

  • Penyebab vagina sakit saat hamil
  • Cara mengatasi vagina sakit saat hamil
  • Kapan harus ke dokter?

Ketika hamil, umumnya ibu akan merasakan berbagai keluhan salah satunya vagina sakit. Kondisi ini umum terjadi di trimester kedua dan ketiga karena adanya tekanan yang membuat vagina bumil terasa tidak nyaman bahkan nyeri.

Advertisement

Tak hanya setelah perut membesar, vagina sakit saat hamil bisa terjadi di trimester kehamilan berapa pun. Hal ini tentu saja membuat ibu ingin segera mengatasi keluhan tersebut. Namun, bagaimana caranya?

Baca Juga

  • Melakukan Operasi Usus Buntu Saat Hamil? Ini yang Perlu Diperhatikan
  • Selaput Dara Buatan, Keperawanan Palsu yang Bisa Bahayakan Vagina
  • Vagina Hitam Belum Tentu Kanker, Ini yang Harus Anda Ketahui

Penyebab vagina sakit saat hamil

Sakit vagina pada ibu hamil bisa bervariasi. Beberapa orang mungkin merasakan sakit dengan tekanan yang kuat di vagina, sementara yang lain merasakan nyeri tumpul di seluruh panggul. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari yang sepele hingga yang serius.

Adapun penyebab vagina sakit saat hamil, di antaranya:

1. Rahim yang membesar

Ini merupakan penyebab umum nyeri vagina saat hamil. Ukuran rahim yang membesar dari waktu ke waktu untuk menampung janin menciptakan tekanan pada vagina dan otot-otot di sekitarnya sehingga muncul rasa nyeri.

2. Perubahan hormon

Pada masa kehamilan, terjadi banyak perubahan hormon. Hal ini bisa menyebabkan vagina terasa kering tak seperti biasanya. Kekeringan pada vagina dapat menimbulkan rasa sakit, terutama saat berhubungan seksual.

3. Pertumbuhan janin

Bertambah besarnya ukuran janin dalam rahim membuat ligamen di daerah panggul juga meregang untuk mendukung pertumbuhan ini.

Terkadang, hal tersebut bisa menyebabkan peregangan yang berlebih pada ligamen dan otot di sekitar vagina. Tak hanya itu, berat bayi juga bisa menekan dasar panggul yang menimbulkan nyeri tumpul di vagina.

Bukan hanya vagina, kondisi ini kadang juga bisa menyebabkan nyeri selangkangan saat hamil.

Baca juga: Komplikasi Kehamilan yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil, Salah Satunya Anemia

4. Infeksi

Jika rasa sakit yang Anda alami terjadi pada area genital luar, kemungkinan infeksi pada area tersebut menjadi penyebabnya. Infeksi jamur pada vagina menjadi infeksi paling umum yang memengaruhi ibu hamil karena kekebalan tubuh yang menurun selama kehamilan. 

5. Melebarnya serviks (leher rahim)

Melebarnya serviks bisa menyebabkan rasa sakit yang tajam dan nyeri pada vagina. Umumnya, pelebaran serviks ini terjadi pada tahap akhir kehamilan atau beberapa minggu sebelum persalinan.

Kondisi ini jarang menimbulkan kekhawatiran, namun jika rasa sakit terus meningkat, jangan disepelekan.

6. Prolaps organ panggul

Prolaps organ panggul adalah suatu kondisi dalam kehamilan di mana organ-organ yang berada pada panggul atau sekitarnya bergerak turun, terkadang ke dalam vagina atau rektum.

Tekanan yang benar-benar kuat di sekitar vagina bisa menjadi tanda kondisi ini. Tekanan tersebut tentu saja bisa menyebabkan rasa sakit yang hebat pada vagina.

7. Serviks yang lemah

Beberapa wanita memiliki leher rahim yang lemah atau disebut inkompetensi serviks. Kondisi ini bisa menyebabkan ibu mengalami keguguran atau persalinan prematur karena serviks tak cukup kuat menopang rahim.

Merasakan sakit dan adanya tekanan pada vagina, terutama di awal kehamilan, bisa menjadi tanda dari kondisi ini sehingga diperlukan pemeriksaan.

Baca juga: 14 Keluhan Ibu Hamil yang Umum dan Cara Mengatasinya

Cara mengatasi vagina sakit saat hamil

Sakit vagina saat hamil dapat terjadi pada ibu hamil mana pun. Jadi, akan sangat membantu jika Anda mengetahui cara meredakan rasa sakit tersebut.

Dikutip dari NHS UK, berikut hal yang bisa dilakukan sebagai cara mengatasi vagina sakit saat hamil:

  • Berbaring miring sambil mengatur pernapasan dapat meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi tekanan pada vagina
  • Melakukan latihan panggul, seperti senam kegel atau pelvic tilts, guna menguatkan otot dasar panggul
  • Melakukan relaksasi, seperti berendam di bak mandi air hangat, dapat membuat Anda lebih rileks dan memberi kenyamanan pada vagina maupun panggul
  • Menggunakan korset hamil bisa Anda lakukan ketika perut sudah mulai membesar. Korset ini bermanfaat untuk menahan perut agar tak terlalu memberi tekanan pada tubuh bagian bawah, termasuk vagina.
  • Hindari pergerakan tubuh tiba-tiba yang membuat pinggang memutar karena dapat memberi tekanan hebat pada tubuh bagian bawah
  • Melakukan pijat hamil bisa membuat lebih rileks dan meredakan rasa sakit di area vagina. Akan tetapi, sebelum melakukannya, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter kandungan Anda.

Jika vagina sakit saat hamil tak berangsur membaik atau malah semakin memburuk, sebaiknya segera periksakan diri Anda pada dokter.

Kapan harus ke dokter?

Meski terkadang sakit pada vagina saat hamil adalah hal yang normal, Anda juga perlu tetap waspada dengan adanya tanda kondisi yang serius

Pada sebagian kasus, sakit pada vagina saat hamil bisa menjadi tanda keguguran, kehamilan ektopik, preeklampsia hingga persalinan prematur.

Segera berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami nyeri vagina diikuti dengan kondisi seperti berikut:

  • Sakit sudah menjalar sampai ke panggul
  • Sulit berjalan dan berbicara
  • Sakit kepala berat
  • Kaki, tangan dan wajah bengkak
  • Demam, menggigil, atau perdarahan pada vagina

Nyeri vagina yang disertai kram di usia kehamilan trimester pertama bisa saja disebabkan akibat ukuran rahim yang membesar. Namun jika sakit pada vagina disertai perdarahan, maka itu bisa jadi tanda awal keguguran.

Deteksi masalah sedini mungkin sangat diperlukan agar Anda mendapat penanganan yang tepat dengan segera sehingga kehamilan pun dapat tetap berjalan dengan aman.

Jika Anda ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

menjaga kehamilanperkembangan janinhormonkesehatan vagina

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved