Bulu Kemaluan Rontok? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Tepat


Bulu kemaluan rontok bukanlah kondisi yang berbahaya, tapi bisa jadi tanda adanya penyakit tertentu dalam tubuh. Cara mengatasi kondisi ini harus disesuaikan dengan penyebabnya.

0,0
Bulu kemaluan rontok sebenarnya merupakan kondisi yang tidak berbahayaPerubahan hormon dapat menjadi salah satu penyebab bulu kemaluan rontok
Ketika melihat bulu kemaluan rontok, orang-orang seringkali mengaitkan kondisi ini dengan adanya masalah kesehatan serius dalam tubuh, terutama pada bagian organ intim. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan stres berkepanjangan pada mereka yang mengalaminya. Lantas, apa sebenarnya yang menjadi penyebab rontoknya bulu kemaluan?

Penyebab bulu kemaluan rontok

Bulu kemaluan rontok sebenarnya merupakan kondisi yang tidak berbahaya. Meskipun begitu, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya penyakit tertentu dalam tubuh Anda. Berikut ini sejumlah faktor yang dapat menjadi penyebab rontoknya bulu kemaluan:

1. Pertambahan usia

Sama seperti rambut kepala, bulu kemaluan akan mudah rontok seiring bertambahnya usia. Selain rontok, bulu kemaluan Anda mungkin akan menipis, berubah warna menjadi abu-abu, dan pertumbuhannya akan semakin melambat.

2. Perubahan hormon

Perubahan hormon dapat menyebabkan bulu kemaluan rontok
Bulu kemaluan rontok tak hanya terjadi pada wanita saja
Perubahan hormon dapat menjadi salah satu penyebab bulu kemaluan rontok. Ketika kelenjar adrenal tidak menghasilkan cukup hormon Dehydroepiandrosterone (DHEA), salah satu gejala yang akan Anda rasakan adalah rontoknya bulu kemaluan. Kondisi ini dapat terjadi pada pria maupun wanita.

3. Gejala penyakit tertentu

Bulu kemaluan rontok bisa saja muncul sebagai gejala dari penyakit tertentu, salah satunya Alopecia areata. Penyakit autoimun ini mengakibatkan sistem kekebalan tubuh membentuk autoantibodi yang menyerang folikel rambut, mulai dari kepala, tubuh, serta kemaluan. Pada saat itu lah, rambut-rambut yang Anda miliki akan mulai habis karena rontok.Selain Alopecia areata, beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kerontokan pada bulu kemaluan, di antaranya:
  • Leukemia
  • Sirosis hati
  • Penyakit Addison

4. Efek konsumsi obat-obatan

Rontoknya bulu kemaluan bisa terjadi karena efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa obat dapat mengakibatkan kerusakan pada folikel rambut serta memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.Sejumlah obat yang bisa membuat bulu kemaluan rontok, di antaranya:
  • Obat asam urat seperti allopurinol
  • Obat antidepresan seperti amoxapine dan paroxetine
  • Obat yang menyebabkan perubahan hormon seperti pil KB
  • Pengencer darah (anticoagulant) seperti warfarin dan heparin
  • Beta-blocker untuk menurunkan tekanan darah dan detak jantung seperti metoprolol dan atenolol

5. Terlalu sering mencukur bulu kemaluan

Terlalu sering mencukur akan menyebabkan bulu kemaluan rontok
Memotong habis bulu kemaluan akan menyebabkan kerontokan
Terlalu sering mencukur bulu kemaluan bisa menyebabkan kerontokan. Kerontokan tersebut terjadi karena folikel rambut di kemaluan mengalami kerusakan secara permanen. Beberapa metode menghilangkan bulu kemaluan yang dapat mengakibatkan rusaknya folikel rambut, meliputi:
  • Waxing
  • Elektrolisis
  • Memotong dengan pisau cukur hingga habis

6. Atrofi vagina

Atrofi vagina adalah kondisi yang mengacu pada perubahan jaringan vulva dan vagina. Kondisi ini muncul sebagai efek dari penurunan kadar estrogen dan biasa terjadi saat wanita memasuki fase menopause.Selain bulu kemaluan rontok, Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala lain seperti:
  • Penyusutan jaringan vagina
  • Kulit sekitar vagina menjadi kemerahan
  • Robekan kecil pada jaringan vagina di vulva
  • Menempelnya kulit di kedua sisi lubang vagina

7. Efek samping terapi

 Kemoterapi tak hanya memicu kerontokan rambut kepala, tetapi juga bulu kemaluan
Pasien kemoterapi akan mengalami kerontokan bulu kemaluan dan rambut lainnya
Terapi untuk mengobati penyakit tertentu dapat menjadi pemicu rontoknya bulu kemaluan. Sejumlah terapi yang bisa menyebabkan bulu kemaluan rontok yaitu kemoterapi dan terapi radiasi.Kemoterapi tak hanya menyebabkan kerontokan pada bulu kemaluan, melainkan juga rambut-rambut pada bagian tubuh lain. Pasien kemoterapi mungkin juga akan merasakan gejala lain, mulai dari kelelahan, mual, muntah, anemia, hilangnya nafsu makan, hingga perubahan mood.Selain kemoterapi, terapi radiasi juga dapat mengakibatkan kerontokan pada rambut kemaluan. Tingkat radiasi yang rendah biasanya hanya menyebabkan kerontokan sementara, sedangkan dosis tinggi dapat memicu kerontokan permanen.

Bagaimana cara mengatasi bulu kemaluan rontok?

Cara mengatasi bulu kemaluan rontok harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Sebagai contoh, jika masalah tersebut muncul usai Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu, mintalah rekomendasi obat lain dari dokter.Sementara itu, kerontokan yang terjadi karena terlalu sering mencukur bulu kemaluan dapat dihindari dengan tidak mencukur habis rambut pada organ intim anda pada sesi pemotongan selanjutnya. Tidak menggosok area kemaluan menggunakan handuk dengan keras juga bisa membantu mencegah munculnya masalah ini.Jika Anda mengalami kerontokan pada bulu kemaluan, segera berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Dengan begitu, Anda bisa mengambil tindakan penanganan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Catatan dari SehatQ

Bulu kemaluan rontok sebenarnya merupakan kondisi yang tidak berbahaya, namun dapat menjadi tanda adanya penyakit tertentu dalam tubuh Anda. Cara mengatasi bulu kemaluan yang rontok harus disesuaikan dengan penyebabnya.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai kerontokan pada bulu kemaluan dan cara mengatasinya dengan tepat, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
rambut rontokrambut kemaluan
Healthline. https://www.healthline.com/health/pubic-hair-loss
Diakses pada 20 Juni 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327187
Diakses pada 20 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait