Waspada Bullying dalam Keluarga, Ketahui Tanda dan Cara Menghadapinya


Bullying di keluarga merupakan fenomena yang nyata, tapi jarang disadari. Cara mengatasinya yaitu dengan bersikap tegas, mengendalikan emosi, serta menerapkan batasan dengan pelaku.

0,0
Tindak bullying di keluarga seringkali tidak disadari oleh kedua belah pihak, baik pelaku atau korbanBullying dalam keluarga memberi dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental korbannya
Banyak orang yang selama ini mengira bahwa bullying atau perundungan hanya terjadi di tempat-tempat seperti sekolah atau kantor. Nyatanya, tindak perundungan ternyata juga kerap terjadi di lingkungan keluarga. Namun, beberapa pelaku dan korbannya seringkali tidak menyadarinya.
Seperti apa bentuk bullying dalam keluarga? Lantas, bagaimana dampaknya terhadap kesehatan mental? Simak pembahasan lengkapnya di bawah.

Contoh bullying di keluarga dalam kehidupan sehari-hari

Tindak bullying di keluarga seringkali tidak disadari oleh kedua belah pihak, baik pelaku atau korban. Korban perundungan biasanya masih berusia muda, tapi tak menutup kemungkinan terjadi pada orang yang lebih tua.Beberapa contoh tindak bullying di keluarga yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
  • Mendiamkan Anda tanpa alasan yang jelas
  • Menjadikan Anda lelucon yang menyakitkan hati
  • Menaruh harapan yang tidak realistis pada Anda
  • Selalu menyalahkan Anda ketika hal buruk terjadi
  • Secara sengaja membuat Anda selalu merasa bersalah
  • Bertindak superior dan memperlakukan Anda dengan rendah
  • Terus mengabaikan ide, opini, dan pendapat yang Anda sampaikan
  • Menentang apa yang Anda sampaikan untuk menciptakan kekacauan
  • Membesar-besarkan kelemahan Anda dengan tujuan merendahkan harga diri
  • Mengajak anggota keluarga lain untuk memperlakukan Anda dengan tidak baik
Kebanyakan orang seringkali tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi korban bullying di keluarga. Hal itu terjadi karena tindakan perundungan di keluarga umumnya dilakukan secara halus dan manipulatif.Apabila tindakan yang dilakukan anggota keluarga membuat Anda merasa kebingungan, sakit hati, frustrasi, cemas, dan tidak berharga, hal tersebut menjadi tanda bullying. Segeralah untuk berkonsultasi ke dokter jika kondisi fisik dan mental Anda mulai terpengaruh.

Dampak bullying di keluarga pada kesehatan mental

Sama seperti perundungan yang terjadi pada sekolah maupun tempat kerja, bullying dalam keluarga juga memberi dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental korbannya. Menurut survei yang dilakukan American Osteopathic Association, dampak buruk bullying pada korban, di antaranya:
  • Stres
  • Depresi
  • Susah tidur
  • Sakit kepala
  • Gangguan kecemasan
  • Ketegangan dan nyeri otot
  • Kehilangan kepercayaan diri
  • Hilangnya fungsi beberapa organ tubuh
  • Meningkatnya risiko terkena penyakit kardiovaskular
Pada beberapa orang, efek yang ditimbulkan oleh perundungan mungkin hanya bersifat sementara. Namun tak jarang juga dampak bullying bertahan lama dan terus menghantui korbannya. Oleh sebab itu, penanganan sedini mungkin dapat mencegah kondisi korban bertambah parah.

Cara menghentikan bullying di keluarga

Melihat dampak yang bisa ditimbulkan, bullying di keluarga harus dihentikan. Sejumlah tindakan yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan perundungan dalam lingkungan keluarga meliputi:

1. Bersikap tegas

Apabila Anda sadar telah menjadi korban perundungan, cobalah untuk bersikap tegas kepada pelaku. Lakukan pembelaan dan sampaikan secara tegas mengenai apa yang Anda rasakan. Sampaikan tindakan yang Anda permasalahkan secara spesifik tanpa terbawa emosi.Namun, Anda harus bersiap jika mereka melakukan penentangan. Tindakan tersebut dilakukan sebagai langkah manipulatif untuk mengendalikan Anda. 

2. Terapkan batasan

Penting bagi Anda untuk menerapkan batasan pada pelaku bullying di keluarga. Contohnya, Anda hanya perlu berkomunikasi dengan pelaku pada saat-saat penting saja. Dengan begitu, pelaku akan lebih kesulitan untuk menjangkau Anda. 

3. Kendalikan emosi

Ketika pelaku bullying di keluarga menjalankan aksinya, cobalah untuk bersikap tenang. Jangan menanggapi tindakan pelaku dengan emosi, karena ia mungkin akan terpancing melakukan hal yang lebih buruk lagi. Anda cukup berhenti berinteraksi dengan si perundung dengan cara pergi menjauh.

4. Lakukan pemulihan diri

Jika tindakan pelaku mulai memengaruhi kondisi Anda secara fisik dan mental, luangkan waktu Anda untuk melakukan pemulihan diri. Terapkan teknik relaksasi untuk meredakan stres yang ditimbulkan. Beberapa aktivitas yang bisa Anda lakukan seperti pernapasan dalam, meditasi, yoga, hingga pijat relaksasi.

Catatan dari SehatQ

Bullying di keluarga merupakan fenomena yang nyata, namun jarang disadari. Dampak yang ditimbulkan tindak perundungan dalam lingkungan keluarga juga tak kalah buruknya dengan bullying di sekolah atau tempat kerja, bahkan bisa lebih parah.Untuk mengatasi bullying di keluarga, Anda perlu bersikap tegas, mengendalikan emosi, serta menerapkan batasan dengan pelaku. Apabila tindakan pelaku mulai memengaruhi kondisi Anda secara fisik maupun mental, segera berkonsultasi dengan dokter.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda dapat bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
bullying
Very Well Mind. https://www.verywellfamily.com/dealing-with-the-family-bully-460696
Diakses pada 26 Oktober 2021
RACGP. https://www1.racgp.org.au/newsgp/clinical/what-happens-when-a-bully-is-a-member-of-your-fami
Diakses pada 26 Oktober 2021
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S221503661500262X
Diakses pada 26 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait