Apa Isi Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Edisi Terbaru 2020?


Buku kesehatan ibu dan anak edisi 2020 memiliki beberapa lembar baru, seperti lembar pelayanan dokter dan penjelasan mengenai depresi pascamelahirkan. Apa saja kegunaannya?

(0)
09 Dec 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Buku kesehatan ibu dan anak penting untuk memantau tumbuh kembang Si KecilBuku kesehatan ibu dan anak memberikan berbagai informasi penting untuk antisipasi penyakit
Tahukah Ibu bahwa buku kesehatan ibu dan anak memiliki cetakan terbaru edisi 2020? Dalam edisi ini, terdapat beberapa penambahan informasi maupun perbaruan infografis agar orang tua dan anak senantiasa sehat sesuai dengan perkembangan kondisi kesehatan saat ini.Buku kesehatan ibu dan anak, atau dikenal sebagai buku KIA, adalah buku yang menggabungkan beberapa catatan kesehatan yang dahulu berbentuk lembaran terpisah. Lembaran yang dimaksud misalnya Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengukur tumbuh-kembang bayi dan balita, kartu status imunisasi, kartu ibu, dan lain-lain.Di masa pandemi, buku yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan ini semakin penting dimiliki oleh para ibu hamil karena dapat memantau kesehatan hingga tiba masa persalinan. Setelah melahirkan, buku KIA juga dapat terus disimpan untuk memantau kesehatan anak secara keseluruhan hingga ia berusia 5 tahun.

Buku kesehatan ibu dan anak penting bagi bumil karena ini

Dengan memiliki buku KIA, ibu dan anak memiliki catatan kesehatan lengkap, mulai dari ibu memeriksakan kandungan hingga anak yang lahir berusia 5 tahun. Secara khusus, buku ini juga dapat digunakan oleh petugas kesehatan untuk mencatat serta memantau kesehatan ibu dan anak.
Gangguan tumbuh kembang anak bisa dideteksi lewat buku KIA
Metode pencatatan dan pemantauan petugas kesehatan lewat buku kesehatan ibu dan anak diharapkan dapat mendeteksi gangguan selama masa kehamilan ibu hingga tumbuh kembang anak. Dengan deteksi dini ini, diharapkan ibu dan anak akan mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat sehingga kualitas kesehatan juga meningkat.Sayangnya, belum semua ibu hamil maupun ibu dengan balita memiliki buku kesehatan ibu dan anak ini. Menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI periode 2013-2018, persentase kepemilikan buku KIA pada ibu hamil menurun dari 80,8% menjadi 75,2%, sedangkan pada balita justru meningkat dari 53,5% menjadi 65,9%.Tahun ini, distribusi buku KIA diharapkan lebih baik agar masyarakat, khususnya ibu dan balita, dapat memantau kesehatan selama masa pandemi. Dengan adanya buku KIA, petugas kesehatan bisa bergerak cepat dalam memberi tindakan medis, baik di fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta.

Apa saja isi buku kesehatan ibu dan anak yang baru?

Buku KIA mencatatkan perkembangan kehamilan ibu
Sebenarnya, buku kesehatan ibu dan anak terbitan 2020 mirip dengan buku KIA edisi sebelumnya, yakni memuat informasi dan lembar catatan kesehatan bagi ibu dan anak. Salah satu perbedaan buku KIA 2020 pada bagian ibu adalah tambahan tempat untuk menempel foto, yang tidak ada di cetakan terdahulu. dalam buku kesehatan ibu dan anak edisi 2020 dibanding sebelumnya adalah:
  • Lembar pernyataan ibu/keluarga tentang pelayanan kesehatan ibu yang sudah diterima, mulai dari hamil trimester pertama, saat bersalin, nifas, hingga bayi berusia 28 hari (neonatus)
  • Lembar pengawasan dokter pada ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah (TTD)
  • Lembar pelayanan dokter umum, bidan, atau dokter spesialis yang menangani ibu hamil hingga persalinan. Lembar dalam buku kesehatan ibu dan anak ini diisi oleh tenaga medis dan menyajikan informasi mengenai perkembangan kehamilan ibu, termasuk faktor risiko atau penyakit penyerta bila ada.
  • Lembar penjelasan mengenai depresi pascamelahirkan pada ibu menyusui yang masih menjalani masa nifas. Penjelasan di sini meliputi gejala depresi, pencegahan, maupun penanganan yang tepat.
  • Lembar penjelasan mengenai porsi makan serta menu makan sehat bagi ibu menyusui, mulai dari porsi nasi, sayur dan buah, protein hewani dan nabati, minyak atau lemak tambahan, hingga porsi gula yang ideal.
  • Lembar apresiasi sebagai penutup buku kesehatan ibu dan anak. Di lembar ini, Kemenkes juga menekankan pentingnya perkembangan otak anak dalam 2 tahun pertama kehidupannya sehingga harus dimaksimalkan dengan berbagai hal, seperti memastikan kesehatan anak, memberi ASI jika memungkinkan dan imunisasi, serta kasih sayang.
Selain beberapa hal yang baru di atas, buku kesehatan ibu dan anak melengkapi beberapa informasi, seperti tentang porsi makanan maupun minuman serta aktivitas fisik bagi ibu hamil. Buku KIA 2020 juga menekankan pentingnya mencuci tangan bagi ibu hamil dan balita serta cara mengajarkannya pada anak.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang cara memantau kesehatan selama masa kehamilan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di .
tips parentingtumbuh kembang bayikesehatan anaktumbuh kembang anakibu hamil
Kementerian Kesehatan RI. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180919/0627969/ayo-tingkatkan-pemanfaatan-buku-kia-pantau-kesehatan-ibu-dan-anak/
Diakses pada 23 November 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/BUKU%20KIA%20TAHUN%202020%20BAGIAN%20IBU.pdf
Diakses pada 23 November 2020
Universitas Muhammadiyah Purwokerto. http://repository.ump.ac.id/3189/3/Reni%20Purwaningsih%20BAB%20II.pdf
Diakses pada 23 November 2020
Dinas Kesehatan Surakarta. https://dinkes.surakarta.go.id/apa-yang-baru-dari-buku-kia-revisi-2020-seri-pertama-kesehatan-ibu/
Diakses pada 23 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait