Bukan Usia, Ini 5 Tanda Seseorang Berhasil Menjadi Dewasa

(0)
31 Oct 2020|Azelia Trifiana
Umur bukanlah ukuran tepat bagi seseorang untuk menjadi dewasaMenjadi dewasa bukanlah sekedar usia, tetapi mental
Ungkapan tua itu pasti, sementara menjadi dewasa adalah pilihan sangatlah tepat. Seseorang bisa saja memiliki kecerdasan luar biasa, namun secara emosi masih tertinggal. Trauma masa kecil hingga faktor lingkungan bisa menghambat seseorang menapakai lebih jauh tahapan menjadi dewasa.Memang tanda-tanda kedewasaan adalah hal yang berbeda-beda maknanya bagi setiap orang. Namun yang pasti, karakter orang yang matang akan lebih siap menghadapi kehidupan dan segala tantangannya.

Cara menjadi dewasa

Kedewasaan terlihat ketika seseorang bisa mengelola emosinya, apapun situasi yang tengah dihadapi. Terlebih dalam hidup, mustahil ada perjalanan yang mulus-mulus saja. Namun bagi orang yang matang secara emosi, naik turunnya kehidupan bisa dihadapi dengan tenang.Beberapa hal yang merupakan tanda-tanda seseorang telah dewasa adalah:

1. Berani bertanggung jawab

Keberanian memikul tanggung jawab adalah karakteristik pertama orang yang dewasa. Artinya, ketika situasi berjalan tidak sesuai ekspektasi, mereka tidak melimpahkan kesalahan pada orang lain. Dengan berani, kedewasaan secara emosional akan membuatnya berani menerima konsekuensinya.Dengan rendah hati, orang dengan karakter seperti ini akan memutar otak demi menemukan solusi. Tanpa ragu mereka akan menawarkan apa yang bisa dilakukan agar situasi menjadi lebih baik. Mengeluh tentang situasi yang tak sesuai harapan tidak ada dalam kamus hidup sosok yang dewasa.

2. Penuh empati

seseorang memberikan paket kepada orang lain
Ketika seorang individu telah memiliki kematangan emosi, secara alami akan menunjukkan empati kepada orang di sekitarnya. Mereka tahu bagaimana bersikap dengan mempertimbangkan sudut pandang orang lain. Dengan demikian, rasa empati akan membangun koneksi serta menggerakkan untuk menolong orang lain.

3. Tak harus selalu tampak sempurna

Lihat bagaimana media sosial membuat setiap orang seakan berlomba-lomba menampakkan hidup yang sempurna? Orang yang matang secara emosi adalah kebalikan dari hal itu. Mereka tak akan segan menunjukkan kekurangan dengan jujur.Tak hanya itu, orang yang emosinya matang juga akan percaya kepada orang-orang di sekitarnya. Mereka tak akan ragu berbagi apa yang tengah diperjuangkan sehingga orang lain tak merasa sendiri. Namun, ini bukan berarti mereka mudah mengeluh.

4. Tahu kapan harus minta bantuan

Sebagai makhluk sosial, manusia perlu hidup berdampingan dengan orang lain. Orang yang matang secara emosi tahu betul kapan harus minta bantuan orang lain atau merasa kewalahan. Di sisi lain, mereka juga tidak akan mengarang cerita demi mendapat bantuan atau belas kasihan dari orang lain.Jadi, orang yang dewasa adalah perpaduan antara mereka yang menuntaskan tanggung jawab sekaligus tahu batasan diri sendiri. Ketika sudah merasa butuh bantuan, cara meminta pertolongan pun disampaikan dengan sopan, baik, dan juga jelas.

5. Beri batasan yang sehat

Menjadi dewasa juga bisa dicapai dengan mengetahui apa batasan yang tak boleh dilewati orang lain. Namun, penerapannya tidak berlebihan dan “sehat”. Lebih jauh lagi, ini merupakan bentuk self love dan respek kepada diri sendiri.Dengan mengetahui batasan mana yang diterapkan, seseorang bisa tahu bagaimana memberikan respons yang tepat. Sebagai contoh ketika seseorang sudah melewati batas, orang dengan kematangan emosi yang cukup tak akan segan menolak dan memberikan argumen dengan gamblang.

Apakah usia menentukan kedewasaan?

Ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kedewasaan seseorang. Menariknya, dari sebuah penelitian diketahui bahwa otak remaja yang merokok dan mengonsumsi alkohol akan terpengaruh dalam prosesnya menjadi dewasa. Utamanya, hal ini berkaitan dengan daya ingat seseorang.Bagian penting otak seperti prefrontal cortex yang terletak di bagian depan tidak berkembang sempurna hingga usia 25 tahun. Ini adalah bagian otak yang berkaitan erat dengan proses menjadi dewasa karena perannya dalam mengambil keputusan dan mempertimbangkan risiko.Dalam hal ini, usia 25 tahun turut berperan dalam kedewasaan seseorang. Meski demikian, kematangan yang berkaitan dengan emosi tidak semata-mata ditentukan oleh usia.Itulah mengapa banyak orang yang sudah tua bertingkah laku tidak dewasa, sebaliknya ada anak muda yang sudah tahu bagaimana bersikap dewasa.

Kunci dari menjadi dewasa adalah mengenali emosi diri. Orang yang sudah matang secara emosional tahu betul bagaimana harus mengendalikan diri ketika situasi berjalan tidak sesuai harapan. Untuk bisa mencapai titik ini, kelima indikator di atas sebaiknya terus diasah.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar mental dan kaitannya dengan kematangan emosi seseorang, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalstresmenjalin hubungan
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/emotional-maturity
Diakses pada 17 Oktober 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/sg/blog/the-human-experience/201306/six-aspects-being-adult
Diakses pada 17 Oktober 2020
Dove Press. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3621648/
Diakses pada 17 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait