Bukan Raja dan Ratu Kecil di Rumah, Inilah Cara Mengatasi Anak Manja

Cara mengatasi anak manja dengan menerapkan disiplin dan konsisten
Mengatasi anak manja adalah dengan menerapkan disiplin secara konsisten.

Seringkali orangtua tidak menyadari bahwa kasih sayang yang mereka berikan justru menjadikan anak manja dan tidak bisa mandiri. Tentu saja Anda ingin membuat anak bahagia, tetapi di sisi lain Anda pun tidak ingin salah membesarkan anak dan ingin memiliki anak yang tahu berterima kasih dan menghargai orang lain.

Anak manja sering memerintah, menuntut, kasar, dan bahkan membantah perintah orangtua. Jika permintaan atau keinginan mereka ditolak, sudah pasti mereka akan tantrum, menangis, dan berguling-guling di lantai.

Sikap mereka ini tak ubahnya seperti raja dan ratu kecil di rumah yang membuat orangtuanya kewalahan. Lalu, bagaimana cara mengatasi anak manja? Berikut langkah-langkah yang bisa Anda ambil untuk mengendalikan perilaku manja si kecil.

5 Cara Mengatasi Anak Manja

1. Berkomitmen untuk Menghentikan Sikap Manja Anak

Cara mengatasi anak manja yang pertama adalah berkomitmen untuk terus berusaha sepenuh hati. Bekerja sama antara ayah dan ibu dalam mendidik si kecil untuk menjadi mandiri.

Sebagai contoh, saat Anda meminta anak untuk membersihkan mainannya, pastikan pekerjaan selesai dengan baik. Jika mereka hanya membersihkan satu krayon atau satu mainan, sedangkan sisanya masih berantakan, mintalah anak untuk membersihkan semuanya.

Anak-anak yang berusia 10 tahun, umumnya sangat cerdas, ulet, dan selalu ingin belajar hal baru. Jika orangtua mendukung dan menerapkan cara mengatasi anak manja, maka masih belum terlambat bagi anak untuk berubah.

Anak-anak yang manja cukup cepat dalam mengubah perilaku buruk mereka menjadi lebih baik.

2. Disiplin dan Konsekuensi

Berkali-kali diperingatkan tapi anak tidak menggubris dan tetap membantah? Ini saatnya untuk lebih banyak bertindak daripada berteriak atau mengomel.

Jika anak tidak mau menyikat giginya, Anda bisa melarang anak makan permen dan makanan manis selama 24 jam. Atau, jika anak tidak mau membereskan mainan setelah bermain, simpan semua mainannya selama beberapa hari di tempat lain.

Anak perlu terbiasa dengan disiplin dan konsekuensi tanpa ada kekerasan atau merasa tidak dihargai orangtuanya.

3. Hindari Terlalu Melindungi Anak

Apakah anak terlambat ke sekolah karena bangun kesiangan? Biarkan anak merasakan apa konsekuensi dari terlambat ke sekolah. Terdengar sederhana, tetapi orangtua kebanyakan berusaha melindungi anak dan membuat kebohongan kepada guru.

Menurut para ahli, orangtua yang terlalu melindungi anak (overprotective) justru akan mengganggu pertumbuhan karakter anak.

4. Hindari Sering Memberikan Hadiah Tanpa Alasan

Orangtua menghujani anak dengan hadiah yang tidak pernah diminta anak. Pakaian, mainan dan gadget elektronik yang terlalu sering diberikan justru membuat anak lupa apa pentingnya menabung dan berhemat.

Jika anak diajarkan untuk bisa mendapatkan segalanya dengan mudah, mereka tidak akan pernah belajar perjuangan dan kesabaran.

5. Tegas dan Konsisten

Menolak keinginan anak bukan berarti Anda menyakiti atau tidak menyayanginya. Ibaratnya, jika anak usia 2 tahun meminta pisau tajam, apakah Anda akan tetap memberikannya?

Anda tidak perlu merasa bersalah menolak permintaan anak meski ia menangis karena memang hal itu adalah yang terbaik bagi anak.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/features/are-your-children-spoiled#1
Diakses pada Maret 2019

Parents. https://www.parents.com/parenting/better-parenting/style/un-spoil-your-kid/
Diakses pada Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed