Bukan Mistis, Ini Penjelasan Medis Ketindihan Saat Tidur

Sleep paralysis sering dianggap sebagai ketindihan makhluk halus padahal bisa dijelaskan secara ilmiah
Saat tidur dan memasuki fase REM, otak memerintahkan tubuh agar tidak bergerak selama bermimpi

Fenomena ketindihan saat tidur kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis. Ada yang merasa tidak bisa bergerak saat terbangun hingga halusinasi melihat hal-hal mistis. Orang yang ketindihan merasa melihat makhluk-makhluk lain atau orang asing di sekitar.

Penjelasan medis dari ketindihan saat tidur adalah terjadinya sleep paralysis. Ini adalah periode saat seseorang berada di antara fase tidur atau terjaga dan tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya.

Ketika seseorang dalam fase tidur REM (Rapid Eye Movement), otak akan mengirim sinyal GABA dan Glycine untuk membuat otot tidak bergerak selama bermimpi. Hal ini penting agar seseorang tidak bergerak atau melukai diri sendiri ketika bermimpi.

Ketika siklus REM selesai dan seseorang terbangun, tubuh masih dalam kondisi setengah tidur. Itulah mengapa saat ketindihan, seseorang merasa sulit bernapas, tubuh kaku, hingga tak bisa berbicara.

Ketindihan saat tidur dan budaya yang mengakar

Hampir di setiap negara, ketindihan saat tidur atau sleep paralysis kerap dikaitkan dengan mitos atau hal-hal spiritual. Legenda dan mitos di penjuru dunia kerap berisi cerita tentang tokohnya yang tak bisa melakukan apa-apa saat terjaga dari tidur.

Selama berabad-abad lamanya, gejala-gejala ketindihan saat tidur seringnya disebut berhubungan dengan kemunculan makhluk halus. Mulai dari setan malam hari yang ada sejak masa lampau, setan wanita dalam Romeo and Juliet karya Shakespeare, Kokma di St. Lucia, hingga alien.

Journal of the Royal Society of Medicine juga menyebut bahwa sleep paralysis kerap berhubungan dengan mimpi buruk karena ada kemiripan gejala yang dialami.

Di Indonesia pun ketindihan saat tidur kerap dihubungkan dengan kemunculan makhluk halus. Orang sering mengaitkannya dengan adakah tempat atau perilaku salah yang membuat seseorang ‘diikuti’ hingga posisi tempat tidur.

Itu pula yang membuat banyak orang ingin mencari tahu penjelasan medis yang lebih masuk akal tentang fenomena ketindihan saat tidur.

Ketindihan saat tidur dan stres

Lebih jauh lagi, ketindihan saat tidur dapat didefinisikan sebagai periode ketika seseorang tak dapat menggerakkan tubuhnya selama beberapa detik hingga menit saat tidur atau terjaga. Ketika merasa tak bisa bergerak ini, banyak orang yang juga mengalami halusinasi.

Hal ini terjadi karena bagian otak amygdala yang mengatur emosi dan rasa takut sangat aktif dalam fase REM. Artinya, salah satu bagian otak ini benar-benar aktif merespon sesuatu yang ditakuti atau memancing emosi berlebihan.

Menariknya lagi, salah satu faktor risiko terjadinya ketindihan saat tidur adalah rasa stres. Itu sebabnya ketindihan kerap terjadi dalam pola yang tidak beraturan, terutama ketika seseorang ada masalah atau beban pikiran tertentu.

Jika ketindihan saat tidur terjadi sangat sering, bisa jadi ada masalah tidur lainnya seperti narkolepsi. Saatnya berkonsultasi dengan dokter.

Bagaimana mengatasi sleep paralysis?

Sebenarnya, ketindihan saat tidur bukan hal yang berbahaya. Namun bisa saja bagi beberapa orang hal ini menimbulkan dampak traumatis dan merusak pola tidurnya. Konsekuensinya, dia tidak bisa mendapatkan tidur yang berkualitas.

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa membantu mengurangi sleep paralysis:

  • Tidur dalam durasi yang cukup (6-8 jam untuk orang dewasa)
  • Jadwalkan waktu tidur dan bangun secara teratur setiap harinya
  • Buat kamar tidur senyaman mungkin dengan pencahayaan redup
  • Jangan menonton TV atau menggunakan gadget minimal 30 menit sebelum tidur
  • Hindari mengonsumsi makanan berat, merokok, atau minum kopi dan alkohol sebelum tidur
  • Olahraga ringan (namun hindari berolahraga 4 jam sebelum tidur)
  • Jika ada gangguan mental atau masalah yang memicu stres berlebihan, selesaikan atau konsultasi dengan ahlinya

Tak perlu pula menghubungkan sleep paralysis dengan kehadiran makhluk jahat. Anda bahkan bisa mengatasi ketindihan saat tidur dimulai dari diri sendiri di rumah.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5167075/
Diakses pada 20 Juni 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/sleep-paralysis/
Diakses pada 20 Juni 2019

Live Science. https://www.livescience.com/50876-sleep-paralysis.html
Diakses pada 20 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/sleep-paralysis#1
Diakses pada 20 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed