logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Ini Cara Mengatasi Serangan Jantung Saat Sendirian yang Benar

open-summary

Cara mengatasi serangan jantung saat sendirian yang paling penting adalah mengupayakan untuk segera memanggil ambulans atau mengonsumsi aspirin. Cara seperti minum air bubuk cabai, menekan dada berulang, ataupun batuk CPR tidak disarankan untuk dilakukan.


close-summary

19 Jan 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Cara mengatasi serangan jantung saat sendirian yang paling penting adalah langsung telpon ambulan

Serangan jantung dapat terjadi ketika Anda sedang sendirian

Table of Content

  • Cara mengatasi serangan jantung saat sendirian
  • Cara menangani serangan jantung saat sendirian yang kurang efektif
  • Cara agar terhindar dari serangan jantung

Bertindak cepat adalah kunci cara mengatasi serangan jantung saat sendirian. Gejala awal yang muncul umumnya berupa rasa nyeri di bagian tengah dada. Jika ini terjadi, upayakan segera memanggil ambulans atau konsumsi aspirin.

Advertisement

Terlebih setiap tahunnya, angka kejadian penyakit jantung dan juga pembuluh darah terus meningkat. Tahun 2019 saja, lebih dari 2,7 juta orang Indonesia menderita masalah pada jantungnya.

Cara mengatasi serangan jantung saat sendirian

Berikut ini beberapa langkah yang perlu dilakukan sebagai cara mengatasi serangan jantung saat sedang sendirian:

1. Kenali terlebih dahulu gejala serangan jantungnya

Kunci untuk menangani serangan jantung dengan baik adalah melakukannya secara cepat. Sehingga, Anda perlu mengenali dengan baik gejalanya terlebih dahulu agar sadar bahwa keluhan kesehatan yang sedang dirasakan memang benar-benar serangan jantung. Pasalnya, tidak jarang orang tidak menyadari sedang mengalami serangan jantung.

Berikut ini beberapa gejala khas serangan jantung yang perlu Anda kenali:

  • Rasa tidak nyaman di bagian tengah dada dan berlangsung selama setidaknya 20 menit
  • Sensasi sesak di dada
  • Rasa nyeri menjalar ke lengan kiri bagian atas, leher, dan juga rahang
  • Keringat dingin

Itu adalah gejala klasik terjadinya serangan jantung. Sekitar 90% penderitanya akan mengalami gejala itu.

Meski demikian, orang berusia lanjut, penderita diabetes, dan juga perempuan bisa mengalami gejala yang tidak klasik seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Mual dan muntah
  • Nyeri dada ringan
  • Nyeri di perut bagian atas

2. Segera panggil ambulans atau tenaga medis

Cara paling cepat untuk mendapatkan penanganan medis adalah dengan memanggil ambulans. Ini bisa dilakukan apabila individunya masih bisa fokus melihat ponsel dan menekan panggilan darurat.

Di Indonesia, nomor panggilan untuk mendapatkan ambulans adalah 112. Tidak perlu memasukkan kode daerah, petugas akan meneruskan kebutuhan ke lembaga bantuan terkait.

Selain itu, pertolongan kesehatan darurat juga bisa diperoleh dengan menelepon 118 atau 119. Jangan lupa membuka kunci pintu rumah dan pagar agar saat paramedis datang, bisa langsung masuk tanpa hambatan dan mencegah kesulitan apabila Anda sudah tidak sadar sebelum paramedis tiba.

3. Konsumsi aspirin

Metode ini juga bisa diterapkan apabila ada orang lain yang bisa dimintai bantuan. Namun apabila belum memungkinkan atau tidak ada orang sama sekali, konsumsi aspirin dengan dosis normal.

Aspirin bekerja dengan menahan kemampuan darah menggumpal. Ketika seseorang terkena serangan jantung, aspirin membantu meminimalisasi ukuran gumpalan darah yang mungkin sudah terbentuk.

Cara menangani serangan jantung saat sendirian yang kurang efektif

Selain cara di atas, ada juga banyak metode yang diklaim bisa mengatasi serangan jantung dengan cepat. Ini tidak tepat. Tidak ada cara untuk menghentikan serangan jantung tanpa penanganan langsung dari ahlinya.

Lebih jauh lagi, melakukan penanganan serangan jantung sendiri, bisa berbahaya karena sama saja dengan menunda penanganan medis sesegera mungkin.

Apa saja metode yang diklaim bisa mengatasi serangan jantung padahal tidak efektif?

  • Batuk CPR

Sesuai namanya, batuk CPR atau cardiopulmonary resuscitation adalah pemberian kompresi dada yang diklaim bisa meredakan serangan jantung. Caranya disebut-sebut dengan menarik napas dalam kemudian batuk dengan intens. Cara ini diklaim dapat meningkatkan tekanan darah selama beberapa detik.

Meskipun demikian, teknik yang harus diutamakan adalah CPR. Teknik CPR dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional atau orang awam yang sudah mengantongi sertifikasi/pelatihan untuk melakukan teknik CPR.

  • Minum air bubuk cabai

Banyak juga rekomendasi untuk minum segelas air yang ditambah satu sendok bubuk cabai di dalamnya. Cabai dianggap mampu memberikan stimulasi yang meningkatkan detak jantung serta melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh.

Lebih jauh lagi, kombinasi air dan bubuk cabai ini dianggap bisa menghentikan pendarahan. Meski demikian, tidak ada bukti bahwa jenis cabai apapun bisa membantu meredakan serangan jantung. Tak hanya itu, tidak jelas pula apakah capsaicin aman ketika berinteraksi dengan aspirin yang dikonsumsi saat mengalami serangan jantung.

  • Menekan dada berulang

Memberikan tekanan pada dada secara berulang tidak akan efektif mengatasi serangan jantung. Metode cardiopulmonary resuscitation hanya akan efektif ketika jantung tidak berdetak dan idealnya dilakukan oleh ahlinya.

Bahkan ketika orang yang mengalami serangan jantung mengantongi sertifikasi CPR, tetap perlu memberi tahu tenaga medis sebelum melakukannya.

Baca Juga

  • Punya Banyak Kandungan Nutrisi, Ini Manfaat Biji Bunga Matahari untuk Kesehatan
  • 6 Sayuran Berwarna Kuning, Sudahkah Anda Sering Mengonsumsinya?
  • Kenali Ciri-ciri Jantung Lemah dan Cara Menanganinya

Cara agar terhindar dari serangan jantung

Datang tanpa permisi, memang ada beberapa hal di luar kendali yang meningkatkan risiko mengalami serangan jantung. Contohnya seperti penuaan, keturunan, hingga jenis kelamin.

Namun, ada juga hal yang berada dalam kendali Anda sepenuhnya, seperti:

  • Berhenti merokok
  • Tidak menjadi perokok pasif
  • Aktif bergerak setiap harinya
  • Mengendalikan kadar gula darah apabila menderita diabetes
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Mengelola stres dengan melakukan teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga
  • Mengonsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin dan mineral
  • Menjaga kolesterol dan tekanan darah tetap normal dengan menjaga berat badan

Selain beberapa hal di atas, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dapat menjadi langkah pencegahan terjadinya serangan jantung. Utamanya bagi orang yang berusia di atas 50 tahun karena faktor risikonya pun lebih tinggi.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar faktor risiko serangan jantung, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

penyakit jantungsakit jantungpola hidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved