Bukan Minum Air Cabai, Ini Cara Mengatasi Serangan Jantung Saat Sendirian


Saat sendirian dan mengalami serangan jantung. Cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah segera menelepon ambulans dan mengonsumsi aspirin.

(0)
02 Feb 2021|Azelia Trifiana
Serangan jantung dapat terjadi ketika Anda sedang sendirianSerangan jantung dapat terjadi ketika Anda sedang sendirian
Bertindak cepat adalah kunci cara mengatasi serangan jantung saat sendirian. Gejala awal yang muncul umumnya berupa rasa nyeri di bagian tengah dada. Jika ini terjadi, upayakan segera memanggil ambulans atau konsumsi aspirin.Terlebih setiap tahunnya, angka kejadian penyakit jantung dan juga pembuluh darah terus meningkat. Tahun 2019 saja, lebih dari 2,7 juta orang Indonesia menderita masalah pada jantungnya.

Cara mengatasi serangan jantung saat sendirian

Tentu sebelum melakukan cara mengatasi serangan jantung saat sendirian, seseorang harus kenal betul tanda-tandanya. Beberapa di antaranya adalah:
  • Rasa tidak nyaman di bagian tengah dada dan berlangsung selama setidaknya 20 menit
  • Sensasi sesak di dada
  • Rasa nyeri menjalar ke lengan kiri bagian atas, leher, dan juga rahang
  • Keringat dingin
Itu adalah gejala klasik terjadinya serangan jantung. Sekitar 90% penderitanya akan mengalami gejala itu.Meski demikian, orang berusia lanjut, penderita diabetes, dan juga perempuan bisa mengalami gejala yang tidak klasik seperti:Cara paling cepat untuk mendapatkan penanganan medis adalah dengan memanggil ambulans. Ini bisa dilakukan apabila individunya masih bisa fokus melihat ponsel dan menekan panggilan darurat.Di Indonesia, nomor panggilan untuk mendapatkan ambulans adalah 112. Tidak perlu memasukkan kode daerah, petugas akan meneruskan kebutuhan ke lembaga bantuan terkait.Selain itu, pertolongan kesehatan darurat juga bisa diperoleh dengan menelepon 118 atau 119. Jangan lupa membuka kunci pintu rumah apabila diperlukan.Metode ini juga bisa diterapkan apabila ada orang lain yang bisa dimintai bantuan. Namun apabila belum memungkinkan atau tidak ada orang sama sekali, konsumsi aspirin dengan dosis normal.Aspirin bekerja dengan menahan kemampuan darah menggumpal. Ketika seseorang terkena serangan jantung, aspirin membantu meminimalisasi ukuran gumpalan darah yang mungkin sudah terbentuk.

Cara cepat, belum tentu efektif

Selain cara di atas, ada juga banyak metode yang diklaim bisa mengatasi serangan jantung dengan cepat. Ini tidak tepat. Tidak ada cara untuk menghentikan serangan jantung tanpa penanganan langsung dari ahlinya.Lebih jauh lagi, melakukan penanganan sendiri bisa berbahaya karena sama saja dengan menunda penanganan medis sesegera mungkin.Apa saja metode yang diklaim bisa mengatasi serangan jantung padahal tidak efektif?
  • Batuk CPR

Sesuai namanya, batuk CPR atau cardiopulmonary resuscitation adalah pemberian kompresi dada yang diklaim bisa meredakan serangan jantung. Caranya disebut-sebut dengan menarik napas dalam kemudian batuk dengan intens. Cara ini diklaim dapat meningkatkan tekanan darah selama beberapa detik.Meskipun demikian, teknik yang harus diutamakan adalah CPR. Teknik CPR dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional atau orang awam yang sudah mengantongi sertifikasi/pelatihan untuk melakukan teknik CPR.
  • Minum air bubuk cabai

Banyak juga rekomendasi untuk minum segelas air yang ditambah satu sendok bubuk cabai di dalamnya. Cabai dianggap mampu memberikan stimulasi yang meningkatkan detak jantung serta melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh.Lebih jauh lagi, kombinasi air dan bubuk cabai ini dianggap bisa menghentikan pendarahan. Meski demikian, tidak ada bukti bahwa jenis cabai apapun bisa membantu meredakan serangan jantung. Tak hanya itu, tidak jelas pula apakah capsaicin aman ketika berinteraksi dengan aspirin yang dikonsumsi saat mengalami serangan jantung.
  • Menekan dada berulang

Memberikan tekanan pada dada secara berulang tidak akan efektif mengatasi serangan jantung. Metode cardiopulmonary resuscitation hanya akan efektif ketika jantung tidak berdetak dan idealnya dilakukan oleh ahlinya.Bahkan ketika orang yang mengalami serangan jantung mengantongi sertifikasi CPR, tetap perlu memberi tahu tenaga medis sebelum melakukannya.

Bagaimana menghindari serangan jantung?

Datang tanpa permisi, memang ada beberapa hal di luar kendali yang meningkatkan risiko mengalami serangan jantung. Contohnya seperti penuaan, keturunan, hingga jenis kelamin.Namun, ada juga hal yang berada dalam kendali Anda sepenuhnya, seperti:
  • Berhenti merokok
  • Tidak menjadi perokok pasif
  • Aktif bergerak setiap harinya
  • Mengendalikan kadar gula darah apabila menderita diabetes
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Mengelola stres dengan melakukan teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga
  • Mengonsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin dan mineral
  • Menjaga kolesterol dan tekanan darah tetap normal dengan menjaga berat badan
Selain beberapa hal di atas, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dapat menjadi langkah pencegahan terjadinya serangan jantung. Utamanya bagi orang yang berusia di atas 50 tahun karena faktor risikonya pun lebih tinggi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar faktor risiko serangan jantung, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit jantungsakit jantungpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-a-heart-attack
Diakses pada 15 Januari 2021
Health Xchange. https://www.healthxchange.sg/heart-lungs/heart-attack/how-to-survive-a-heart-attack-when-alone
Diakses pada 15 Januari 2021
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/treatment-of-a-heart-attack
Diakses pada 15 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait