Bukan Kebanyakan Menonton Televisi, Ternyata Ini Penyebab Mata Silinder

Penyebab mata silinder memang tak diketahui, tapi cara mengatasinya bisa dilakukan dengan memakai kacamata
Memakai kacamata adalah cara paling praktis untuk menangani mata silinder

Menonton televisi terlalu dekat atau keseringan main ponsel kerap dijadikan dalang di balik mata silinder. Padahal, penyebab mata silinder bukanlah hal-hal tersebut. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan munculnya mata silinder?

Penyebab mata silinder dan faktor risikonya

Mata silinder atau dikenal dengan istilah astigmatisme adalah suatu gangguan pada mata yang disebabkan oleh bentuk kornea mata tidak melengkung dengan sempurna. 

Pada kondisi mata yang normal, permukaan kornea mempunyai kelengkungan yang sempurna seperti tepi kelereng. Ketika cahaya masuk ke mata, cahaya tersebut akan membias dengan merata sehingga Anda bisa melihat dengan jelas. 

Namun pada kondisi mata silinder, cahaya tidak terbias sempurna akibat lengkungan kornea yang tidak rata. Lengkungan kornea pada mata silinder umumnya terbentuk dua lengkungan seperti tepi angka delapan atau biola. Akibatnya, penglihatan menjadi buram dan tidak fokus.

Kemunculan lengkungan tidak sempurna pada mata silinder belum dapat dipastikan hingga sekarang. Namun para pakar medis menduga faktor-faktor berikut bisa menjadi faktor penyebab mata silinder: 

1. Keturunan

Faktor genetik berperan besar sebagai penyebab mata silinder. Ini berarti, risiko Anda untuk mengalami astigmatisme akan meningkat bila memiliki anggota keluarga yang juga mengidap kelainan mata yang sama.

2. Keratoconus 

Keratoconus juga bisa menjadi penyebab mata silinder. Keratoconus adalah gangguan mata yang membuat kornea semakin menipis dan berbentuk lebih kerucut dari normal. 

Hingga saat ini, penyebab keratoconus belum diketahui. Faktor keturunan diduga menjadi faktor pemicu terbesarnya.

Di samping faktor genetik, sering menggosok mata juga dianggap bisa mempertinggi risiko Anda untuk mengalami keratoconus. Demikian pula bila seseorang mengidap Down syndrome, retinitis pigmentosa, Ehlers-Danlos syndrome, asma, serta alergi serbuk sari (hay fever).

3. Gangguan mata lain

Apabila Anda mengidap rabun jauh atau rabun dekat, risiko Anda untuk mengalami mata silinder akan meningkat.

Rabun jauh atau miopia terjadi ketika bentuk kornea terlalu melengkung atau bola mata Anda lebih panjang dari normal. Akibatnya, objek yang terletak jauh menjadi tampak buram.

Sementara rabun dekat atau hiperopia muncul karena kornea mata yang kurang melengkung atau bola mata Anda lebih pendek dari umumnya. Kondisi ini akan membuat Anda kesulitan untuk melihat jarak dekat.

4. Penyebab lainnya

Kondisi mata silinder juga bisa muncul akibat cedera pada mata. Operasi mata pun dikatakan bisa menambah risiko kemunculan astigmatisme, misalnya operasi katarak.

Apakah kondisi mata silinder dapat diobati?

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki mata silinder atau tidak, Anda membutuhkan pemeriksaan mata dari dokter spesialis mata

Sayangnya, kondisi mata silinder tidak dapat disembuhkan. Jika tingkat silinder Anda masih ringan, Anda mungkin tidak membutuhkan alat bantu penglihatan.

Umumnya, dokter mata akan merekomendasikan penanganan apabila kondisi mata silinder sudah mengganggu kemampuan penglihatan Anda. Beberapa pilihan penanganan di bawah ini dapat dilakukan untuk menangani mata silinder:  

1. Kacamata

Kacamata merupakan langkah penanganan mata silinder yang paling praktis. Pakailah kacamata khusus yang didesain melengkung sesuai dengan ukuran silinder yang Anda lakukan. Dokter akan meresepkan ukuran lensa kacamata yang bisa Anda gunakan.

2. Lensa kontak

Prinsip penggunaan lensa kontak sama seperti kacamata. Anda dapat memilih ukuran lensa kontak mana yang cocok dengan kondisi mata silinder Anda.

Meski demikian, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum menggunakan lensa kontak agar ukurannya tepat. 

3. Lensa kontak RGP

Di samping lensa kontak biasa, Anda juga bisa menggunakan lesa kontak khusus dari bahan yang keras. Lensa kontak jenis ini dikenal dengan istilah lensa kontak rigid gas permeable (RGP).

Lensa kontak RGP harus dibuat khusus bagi masing-masing penderita mata silinder. Pasalnya, ukuran mata silinder juga pasti berbeda-beda.

Oleh sebab itu, lensa kontak keras ini umumnya membutuhkan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan lensa kontak pada umumnya.

4. Operasi LASIK 

LASIK (laser-assisted in-situ keratomileusis) adalah operasi mata yang dilakukan untuk mengatasi gangguan rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Melalui prosedur ini, sinar laser digunakan dalam membentuk kornea agar memperbaiki kinerjanya untuk memfokuskan cahaya ke retina. 

Dokter bedah mata akan membuat flap atau pembukaan lapisan tipis pada kornea. Kemudian, dokter melipat flap tersebut dan mengangkat jaringan-jaringan kornea di bawah flap. Kedua langkah ini menggunakan laser. Setelah selesai, dokter akan mengembalikan flap ke tempat semula. 

5. Operasi LASEK

Prosedur LASEK (laser-assisted subepithelial keratectomy) lebih baik diperuntukkan bagi pengidap mata silinder dengan bentuk kornea lebih tipis, sehingga tidak dapat menjalani operasi LASIK. 

Pada operasi LASEK, dokter akan membuat bukaan pada lapisan epitelium bola mata. Setelah bukaan terbentuk, dokter lalu menyesuaikan bentuk lapisan luar dari kornea dengan mengubah lekukannya. 

6. Operasi photorefractive keratectomy (PRK)

Pada operasi PRK, dokter akan mengangkat lapisan epitelium pada bola mata. Lapisan epitelium yang baru kemudian akan tumbuh mengikuti bentuk lengkungan kornea yang telah disesuaikan dengan laser. Nantinya, kornea mata pasien akan memiliki bentuk bulat yang lebih rata. 

7. Operasi astigmatic keratotomy

Astigmatic keratotomy bertujuan mengurangi mata silinder dengan kembali membentuk kornea yang semula berbentuk oval agar menjadi lebih bulat. Operasi ini sebaiknya dijalani oleh pemilik mata silinder yang ringan atau sedang, dan tidak gangguan mata sebelumnya. 

Apapun jenis penanganan mata silinder yang Anda pilih, Anda harus mengkonsultasikannya dengan dokter spesialis mata terlebih dahulu. Dengan ini, tingkat keparahan mata silinder Anda akan diketahui dan perawatan yang diberikan pun bisa disesuaikan. 

Banyak orang menganggap bahwa penyebab mata silinder adalah akibat kebiasaan buruk yang dilakukan sehari-hari. Misalnya, membaca di tempat remang-remang, menonton televisi terlalu dekat, terlalu sering main gawai, atau sering memicingkan mata. 

Namun anggapan tersebut hanyalah mitos. Kendati demikian, tidak ada salahnya Anda menghindar kebiasaan-kebiasaan buruk di atas agar kesehatan mata tetap terjaga.

WebMD. https://www.eyehealthweb.com/astigmatic-keratotomy/
Diakses pada 19 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/astigmatism-eyes
Diakses pada 23 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/158810.php
Diakses pada 19 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/astigmatism/symptoms-causes/syc-20353835
Diakses pada 19 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/astigmatism
Diakses pada 19 September 2019

Eye Health Web. https://www.eyehealthweb.com/astigmatic-keratotomy/
Diakses pada 19 September 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/contacts/torics.htm
Diakses pada 23 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed