logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mata Silinder Disebabkan Kebanyakan Menonton Televisi?

open-summary

Mata silinder adalah gangguan mata yang disebabkan oleh bentuk kornea mata yang tidak melengkung dengan sempurna sehingga cahaya yang terbias tidak terfokus


close-summary

24 Sep 2019

| Annisa Amalia Ikhsania

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Mata silinder dapat disebabkan karena faktor keturunan

Memakai kacamata adalah cara paling praktis untuk menangani mata silinder

Table of Content

  • Penyebab mata silinder dan gejalanya
  • Apa akibatnya jika mata silinder yang tidak ditangani?
  • Apakah mata silinder dapat diobati?
  • Apakah operasi laser dapat dilakukan pada semua pasien?

Menonton televisi terlalu dekat atau keseringan main ponsel kerap dijadikan dalang di balik mata silinder. Padahal, penyebab mata silinder bukanlah hal-hal tersebut. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan munculnya mata silinder?

Advertisement

Mata silinder atau dikenal dengan istilah astigmatisme adalah suatu gangguan pada mata yang disebabkan oleh bentuk kelengkungan kornea atau lensa mata tidak melengkung dengan sempurna. Astigmatisme juga dapat diakibatkan oleh bentuk tidak teratur dari lensa.

Pada kondisi mata silinder, cahaya yang masuk ke mata tidak tepat di retina sehingga penglihatan menjadi tidak fokus atau buram. Kelainan ini dapat terjadi orang dewasa maupun anak-anak,

Penyebab mata silinder dan gejalanya

Faktor penyebab mata silinder adalah kongenital (sejak lahir) dan faktor keturunan, namun juga bisa terjadi setelah tindakan operasi yang mencederai kornea dan luka (trauma) pada kornea. 

Gejala mata silinder umumnya meliputi penglihatan yang buram, melihat ganda, melihat benda bulat menjadi lonjong, sakit kepala, mata tegang dan lelah, serta pada silinder tinggi (4-8 D) seringkali terjadi ambliopia (mata malas).

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki mata silinder, Anda membutuhkan pemeriksaan mata dari dokter spesialis mata. Bagi orang dewasa, pemeriksaan 2 tahun sekali direkomendasikan untuk dilakukan.

Sementara, rekomendasi pemeriksaan untuk anak sebaiknya dilakukan pada usia 6 bulan, 3 tahun, sebelum usia 6 tahun, dan tiap 2 tahun setelahnya. Khusus untuk anak dengan risiko tinggi, pemeriksaan tiap tahun sebaiknya dilakukan. 

Baca Juga

  • Mengenal Diplopia yang Dialami Marc Marquez Usai Kecelakaan di Mandalika
  • Apakah Bisa Operasi Lasik Mata dengan BPJS?
  • Penyebab Mata Anak Sering Berkedip yang Harus Orangtua Ketahui

 

Apa akibatnya jika mata silinder yang tidak ditangani?

Kondisi mata silinder yang dibiarkan, terutama pada kasus berat, dapat menyebabkan beragam komplikasi. Berikut beberapa di antaranya:

1. Mata malas

Kondisi mata silinder yang terjadi hanya pada salah satu mata bisa menyebabkan mata malas, terutama bila kondisi ini sudah ada sejak lahir. Mata malas atau ambilopia adalah kondisi di mana otak lebih menyukai atau fokus hanya pada salah satu mata tertentu karena mata yang lain tidak berfungsi dengan baik, seperti daya penglihatannya kurang optimal.

Seiring berjalannya waktu, otak akan mengabaikan sinyal dari mata yang lebih lemah, dan membuat mata tersebut menjadi “mata malas”. Penyakit mata ini bisa menurunkan ketajaman mata, menyebabkan pandangan ganda, hingga juling. Kondisi ini bisa diatasi dengan penggunaan kacamata, obat tetes mata, hingga operasi. Meski demikian, cara paling efektif menanganinya adalah dengan mengatasi penyebabnya. Pada kasus ini, adalah dengan menangani mata silinder.

2. Kemampuan belajar anak yang menurun

Mata silinder bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Meski demikian, mata silinder pada anak mungkin lebih sulit terdeteksi karena anak-anak belum mengerti apakah kemampuan penglihatan mereka terganggu. Oleh karena itu, mata silinder pada anak bisa saja berlangsung dalam jangka waktu lama tanpa penanganan.

Kondisi ini bisa mengganggu proses belajar anak. Contohnya, anak sulit melihat pelajaran di papan tulis saat guru menjelaskan sehingga bahan ajar tidak dimengerti dengan baik. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk mengamati kondisi mata anak dengan teliti dan memeriksakan mata anak secara berkala, misalnya setiap satu tahun sekali.

3. Pekerjaan yang terhambat

Mirip dengan kondisi mata silinder pada anak, mata silinder pada orang dewasa juga dapat menganggu aktivitas, seperti terhambatnya proses bekerja. Terlebih, mata silinder juga cenderung mengakibatkan sakit kepala, yang turut memperlambat kegiatan Anda. Oleh sebab itu, bila mengalami gejala mata silinder yang mengganggu, sebaiknya segera periksakan kondisi ke dokter. Dokter dapat mengetahui lebih detail kondisi Anda dan memberi saran pengobatan yang tepat.

 

Apakah mata silinder dapat diobati?

Sayangnya, kondisi mata silinder tidak dapat disembuhkan. Beberapa pilihan penanganan di bawah ini dapat dilakukan untuk mengobati mata silinder:  

1. Kacamata

Kacamata merupakan langkah penanganan mata silinder yang paling praktis dan bisa digunakan pada pasien yang berusia di bawah 12 tahun.

2. Lensa kontak

Prinsip penggunaan lensa kontak sama seperti kacamata. Anda dapat memilih ukuran lensa kontak mana yang cocok dengan kondisi mata silinder Anda.

Di samping lensa kontak biasa, Anda juga bisa menggunakan lensa kontak khusus dari bahan yang keras. Lensa kontak jenis ini dikenal dengan istilah lensa kontak rigid gas permeable (RGP).

Lensa kontak RGP harus dibuat khusus bagi masing-masing penderita mata silinder. Pasalnya, ukuran mata silinder juga pasti berbeda-beda.

Kebersihan lensa kontak perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko infeksi, Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum menggunakan lensa kontak agar ukurannya tepat.

3. Operasi 

Pilihan operasi mata silinder tersedia dalam beberapa pilihan, yakni:

  • LASIK

LASIK (laser-assisted in-situ keratomileusis) adalah operasi mata yang menggunakan sinar laser dalam membentuk kornea agar cahaya jatuh ke retina. 

Dokter bedah mata akan membuat flap atau pembukaan lapisan tipis pada kornea dan menggunakan laser untuk membentuk kornea di bawah flap. Kemudian, dokter melipat flap tersebut dan mengangkat jaringan-jaringan kornea di bawah flap. Setelah selesai, dokter akan mengembalikan flap ke tempat semula. 

  • LASEK

Prosedur LASEK (laser-assisted subepithelial keratectomy) lebih baik diperuntukkan bagi pengidap mata silinder dengan bentuk kornea lebih tipis dan pada pasien yang tidak bisa dilakukan operasi LASIK. 

  • Photorefractive Keratectomy (PRK)

Pada operasi PRK, dokter akan mengangkat lapisan epitelium pada bola mata. Lapisan epitelium yang baru kemudian akan tumbuh mengikuti bentuk lengkungan kornea yang telah disesuaikan dengan laser. 

Apakah operasi laser dapat dilakukan pada semua pasien?

Operasi laser tidak dapat dilakukan pada semua pasien. Berikut kriteria pasien yang tidak bisa menjalani operasi laser:

  • Pasien usia dibawah 18 tahun
  • Pasien dengan ukuran kacamata yang belum stabil bila dilihat dalam 1 tahun ke belakang
  • Pasien dengan diabetes
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien dengan kelainan mata yang lain, seperti katarak atau glaukoma.

Apa pun jenis penanganan mata silinder yang Anda pilih, konsultasikan dengan dokter spesialis mata terlebih dahulu. 

Banyak orang menganggap bahwa penyebab mata silinder adalah akibat kebiasaan buruk yang dilakukan sehari-hari, misalnya, membaca di tempat remang-remang, menonton televisi terlalu dekat, terlalu sering main gawai, atau sering memicingkan mata. 

Anggapan tersebut hanyalah MITOS. Kendati demikian, tidak ada salahnya Anda menghindar kebiasaan-kebiasaan buruk di atas agar kesehatan mata tetap terjaga.

Narasumber:
dr. Elisabeth Irma Dewi K., Sp.M
Dokter Spesialis Mata
RS Permata Pamulang

Advertisement

penyakit matapenglihatan kaburastigmatismegangguan mata

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved