Bukan Hanya untuk Masakan, Ini 20 Manfaat Kunyit yang Jarang Diketahui

Manfaat kuyit bukan hanya sebagai tambahan dalam jamu, tetapi juga mampu memberikan dampak yang positif bagi kesehatan
Kunyit terkenal sebagai salah satu bahan jamu, tetapi manfaat kunyit tidak hanya sebagai bahan baku jamu, tetapi juga mampu menjaga kesehatan Anda

Bukan rahasia lagi jika sebagian besar bumbu dapur dapat memberikan dampak bagi kesehatan. Salah satunya adalah rempah kunyit yang memberikan warna pada berbagai makanan, seperti nasi kuning, soto ayam, kari, dan sebagainya.

Tidak hanya memberikan warna, kunyit juga seringkali digunakan sebagai bahan untuk jamu bersama temulawak, dan tanaman herbal ataupun rempah lainnya. Namun, apa sajakah manfaat kunyit bagi kesehatan?

20 Manfaat kunyit yang perlu diketahui

Manfaat kunyit bukan hanya sebagai bumbu dapur atau pewarna makanan alami, tetapi juga mampu menjaga kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat kunyit yang belum diketahui banyak orang:

1. Mendukung penurunan berat badan

Persyaratan utama dalam penurunan berat badan adalah menjaga pola makan dan rutin berolahraga. Namun, tidak ada salahnya menambahkan kunyit ke dalam diet Anda karena kunyit dapat membantu penurunan berat badan.

Menurut jurnal European Review for Medical and Pharmacological Sciences, kunyit dapat menjaga berat badan dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh orang dengan berat badan berlebih.

2. Kaya akan antioksidan

Kandungan curcumin dalam kunyit adalah komponen yang membentuk berbagai macam manfaat kunyit, salah satunya adalah dalam menangkal radikal bebas. Senyawa curcumin juga ditemukan mampu meningkatkan produksi antioksidan dalam tubuh.

3. Menurunkan risiko penyakit hati

Kunyit dapat membantu mengurangi peluang terkena penyakit hati dengan meningkatkan fungsi dari dinding pembuluh darah, bahkan kunyit mampu menjaga kesehatan jantung setara dengan berolahraga terutama pada wanita yang sudah menopause.

4. Berpotensi mencegah dan mengobati Alzheimer

Senyawa curcumin yang terdapat di dalam kunyit berpotensi sebagai obat untuk Alzheimer, meskipun memerlukan studi lebih lanjut, tetapi telah ditemukan manfaat kunyit dalam menghilangkan penumpukan protein amyloid plaque yang menjadi penyebab penyakit Alzheimer.

5. Mengatasi depresi

Bagi para penderita depresi, Anda bisa mempertimbangkan penggunaan kunyit untuk mengatasi kemunculan gejala depresi. Sebuah studi menunjukkan bahwa zat curcumin dalam kunyit memiliki efektivitas yang sama dengan antidepresan Prozac.

Hal yang lebih mencengangkan adalah partisipan yang mengonsumsi Prozac dan curcumin memiliki perkembangan yang lebih baik.

6. Memperkecil peluang terkena penyakit otak

Meskipun berukuran kecil, tetapi manfaat kunyit berdampak besar. Curcumin dalam kunyit bisa membantu mengurangi risiko terkena penyakit otak dengan meningkatkan aktivitas hormon tertentu yang berfungsi dalam proses pembentukan jaringan saraf yang baru.

7. Mengandung antiradang

Peradangan dalam tubuh yang berlebih dapat memicu berbagai macam penyakit, tetapi Anda tidak perlu khawatir karena kandungan curcumin dalam kunyit memiliki kandungan antiradang yang setara dengan beberapa obat antiradang.

Manfaat kunyit dalam menurunkan peradangan adalah dengan menghalangi molekul NF-kB yang berperan dalam proses peradangan.

8. Mencegah kanker

Kanker adalah salah satu penyakit mematikan yang ingin dihindari oleh masyarakat. Konsumsi kunyit ditemukan mampu membunuh sel-sel kanker, mencegah penyebaran kanker, dan pembentukan pembuluh darah pada tumor.

9. Menanggulangi radang sendi

Kandungan antiradang dalam kunyit bermanfaat menanggulangi arthritis atau radang sendi dan bahkan dapat lebih efektif daripada obat antiradang natrium diklofenak.

10. Menjaga kesehatan kaum lansia

Ingin orangtua Anda tetap bugar saat beraktivitas? Coba masukkan kunyit ke dalam menu hariannya. Kunyit mampu meningkatkan kesehatan pada orang lanjut usia karena kandungan antioksidan dan antiradangnya yang tinggi.

11. Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Kandungan antioksidan dan antiradang dalam kunyit membentuk manfaat kunyit dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Saat ini, sedang diadakan studi untuk mengetahui apakah kunyit mampu mengatasi peradangan pada usus dan menjadi obat untuk irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar.

12. Menurunkan kolesterol

Manfaat kunyit yang lainnya adalah menurunkan kadar kolesterol, tetapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat kunyit dalam mengurangi tingkat kolesterol.

13. Mengurangi gatal pada penderita penyakit ginjal

Manfaat kunyit terhadap penderita penyakit ginjal adalah membantu mengatasi gatal yang disebabkan oleh penyakit ginjal yang diderita. Akan tetapi, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk menelusuri manfaat kunyit terhadap penyakit ginjal.

14. Meringankan gejala alergi serbuk bunga

Gejala alergi serbuk bunga atau yang dikenal dengan hay fever, berupa gatal, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan hidung yang berair dapat dikurangi dengan konsumsi kunyit.

15. Menurunkan kadar gula darah

Studi menunjukkan bahwa kunyit berguna untuk menurunkan kadar gula darah dan karenanya berpotensi untuk mencegah diabetes. Namun, masih dibutuhkan penelitian lain mengenai manfaat kunyit dalam mengurangi gula darah.

16. Meningkatkan daya tahan tubuh

Kunyit sudah dijadikan pengobatan tradisional sejak zaman dulu dan dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh karena tinggi antioksidan dan memiliki senyawa antiradang.

17. Memiliki kandungan antibakteri

Kunyit tidak hanya sekedar pemberi warna kuning, tetapi juga mengandung antibakteri yang dapat menghancurkan membran sel dari bakteri. Oleh karenanya, kunyit dapat melawan infeksi bakteri.

18. Mempercepat penyembuhan luka

Khasiat curcumin dalam kunyit ditemukan mampu mengobati luka dengan mengurangi peradangan dan menangkal radikal bebas. Hal tersebutlah yang membuat kunyit dapat mempercepat penyembuhan luka.

19. Membuat kulit lebih bersinar

Lagi-lagi kandungan antioksidan dan antiradang pada kunyit memberikan efek yang baik untuk tubuh, yaitu untuk membuat kulit terlihat lebih glowing alias bersinar. Anda dapat membuat kunyit menjadi masker pada kulit.

20. Mengatasi gejala psoriasis

Kandungan antiradang dan antioksidan dalam kunyit tidak hanya dapat menjaga daya tahan tubuh, tetapi juga berfungsi untuk meringankan gejala dan kambuhnya penyakit psoriasis. Namun, selalu konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan kunyit untuk pengobatan psoriasis.

Catatan dari SehatQ

Manfaat kunyit terhadap kesehatan tidak hanya satu atau dua saja, tetapi terdapat segudang manfaat kunyit yang baik untuk tubuh, seperti:

  • Mendukung penurunan berat badan
  • Kaya akan antioksidan
  • Menurunkan risiko penyakit hati
  • Berpotensi mencegah dan mengobati alzheimer
  • Mengatasi depresi
  • Memperkecil peluang terkena penyakit otak
  • Mengandung antiradang
  • Mencegah kanker
  • Menanggulangi radang sendi
  • Menjaga kesehatan kaum lansia
  • Menjaga kesehatan sistem pencernaan
  • Menurunkan kolesterol
  • Mengurangi gatal pada penderita penyakit ginjal
  • Meringankan gejala hay fever atau alergi serbuk bunga
  • Menurunkan kadar gula darah
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Memiliki kandungan antibakteri
  • Mempercepat penyembuhan luka
  • Membuat kulit lebih bersinar
  • Mengatasi gejala psoriasis

Di balik banyaknya manfaat kunyit, Anda tetap harus berkonsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi kunyit, apabila Anda mengonsumsi obat pengencer darah atau sedang hamil. Konsumsi kunyit secara berlebih juga dapat menimbulkan iritasi pada perut.

European Review for Medical and Pharmacological Science. http://www.naturalhealthresearch.org/wp-content/uploads/2017/07/Curcumin-Reduces-Adipose-Tissue-and-Aids-Weight-Loss.pdf
Diakses pada 17 September 2019

Healthline. healthline.com/health/turmeric-for-skin
Diakses pada 17 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/diabetes/turmeric-and-diabetes
Diakses pada 17 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/top-10-evidence-based-health-benefits-of-turmeric#section8
Diakses pada 17 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/306981.php
Diakses pada 17 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322412.php
Diakses pada 17 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20205886
Diakses pada 17 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23832433
Diakses pada 17 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5664031/
Diakses pada 17 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23146777
Diakses pada 17 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22407780
Diakses pada 17 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16988474
Diakses pada 17 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15489888
Diakses pada 17 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2758121/
Diakses pada 17 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19151449
Diakses pada 17 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24482090
Diakses pada 17 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3857752/
Diakses pada 17 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4374920/
Diakses pada 17 September 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0006899306027144
Diakses pada 17 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-662/turmeric
Diakses pada 17 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed