logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Bukan Hanya Telur, Ini Daftar Makanan Penyebab Alergi!

open-summary

Setidaknya 90% makanan penyebab alergi meliputi produk olahan susu, telur, kacang, dan banyak lagi. Bagi orang yang memiliki alergi, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi dengan mengeluarkan histamin ketika mengonsumsi makanan atau minuman tersebut.


close-summary

3 Nov 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

makanan penyebab alergi

Makanan penyebab alergi ada berbagai macam, seperti telur, kacang, dan sejumlah makanan laut

Table of Content

  • Makanan penyebab alergi
  • Gejala alergi makanan
  • Cara mengetahui alergi makanan tertentu
  • Catatan dari SehatQ

Alergi terjadi karena adanya reaksi abnormal tubuh terhadap benda asing yang masuk. Salah satu hal yang dapat menyebabkan alergi adalah makanan tertentu.

Advertisement

Apa saja macam-macam makanan penyebab alergi? Simak informasinya berikut ini!

Makanan penyebab alergi

Alergi terjadi karena respons sistem imun yang keliru mengenali zat yang masuk ke tubuh sebagai "musuh". Padahal zat ini biasanya tidak berbahaya, seperti bulu binatang, debu, atau makanan tertentu.

Meski bisa apa saja, terdapat sejumlah makanan yang dianggap cukup umum untuk menyebabkan alergi.

Berikut ini adalah makanan pemicu alergi yang paling umum.

1. Telur

makanan penyebab alergi
Protein pada kuning dan putih telur menjadi pemicu alergi

Telur adalah makanan penyebab alergi yang paling umum. Alergi telur bisa dialami siapa saja, tapi lebih sering terjadi pada anak-anak.

Alergi telur biasanya akan mereda seiring dengan bertambahnya usia. Namun, tidak menutup kemungkinan alergi terjadi terus hingga dewasa.

Pemicu alergi (alergen) dari telur adalah protein yang ada pada kuning ataupun putih telurnya. Ada orang yang bisa mengonsumsi putih telur tapi tidak bagian kuningnya, begitu pula sebaliknya.

2. Kacang 

makanan penyebab alergi
Alergi kacang dapat memicu reaksi anafilaksis

Kacang juga merupakan salah satu makanan pemicu alergi. Anak-anak yang sejak kecil memiliki alergi kacang jarang bisa mengatasi sensitivitasnya. Artinya, alergi kacang bisa terjadi hingga dewasa.

Meskipun langka, alergi terhadap kacang bisa mengakibatkan reaksi anafilaksis.

Reaksi anafilaksis merupakan kondisi gawat darurat yang dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Anda perlu segera ke rumah sakit untuk menanganinya.

3. Ikan

Orang dewasa lebih rentan mengalami reaksi alergi terhadap ikan. Jenis alergen di dalam setiap ikan biasanya mirip-mirip. Itu sebabnya orang yang alergi terhadap jenis ikan tertentu kerap kali mengalami reaksi serupa saat mengonsumsi ikan yang berbeda sekalipun.

Proses masak juga tidak akan menghilangkan alergen dalam ikan. Bahkan, ada orang yang justru alergi pada ikan yang sudah dimasak, tapi tidak dengan ikan mentah.

4. Makanan laut

makanan penyebab alergi
Hewan laut yang menjadi makanan penyebab alergi seperti kerang, udang, dan kepiting

Makanan laut alias seafood juga sering kali menjadi makanan penyebab alergi. Beberapa contoh makanan laut yang kerap memicu alergi, antara lain udang, kepiting, lobster, tiram, kerang, remis, atau hewan bercangkang lainnya.

Biasanya, orang yang alergi terhadap hewan air bercangkang tertentu akan bereaksi yang sama pada jenis lainnya. Bagi orang yang sangat sensitif, menghirup asap dari proses masak hewan air bercangkang saja sudah bisa menyebabkan munculnya reaksi alergi.

Meski demikian, mungkin saja Anda alergi udang atau kepiting tapi tidak alergi kerang atau makanan laut yang lain.

5. Susu sapi

Makanan penyebab alergi lainnya yakni susu sapi. Kondisi ini juga disebut sebagai intoleransi laktosa. Reaksi alergi akibat minum susu sapi bisa muncul sejak masih menyusu, ketika sang ibu mengonsumsi produk olahan susu sapi.

Gejala saat mengalami alergi susu adalah muncul ruam merah di kulit, diare, muntah, dan kram perut.

6. Kedelai

makanan penyebab alergi
Kedelai menjadi makanan penyebab alergi yang umumnya terjadi pada anak-anak

Selain susu, kedelai juga merupakan makanan penyebab alergi. Alergi terhadap susu kedelai juga umumnya dialami oleh anak-anak, meskipun orang dewasa juga bisa mengalaminya. 

Orangtua perlu berhati-hati karena kedelai banyak digunakan untuk pengolahan makanan, seperti kue, permen, es krim, margarin, pasta, hingga campuran bumbu daging.

Perhatikan label kemasan sebelum membeli makanan tertentu untuk mencegah terjadinya reaksi alergi.

7. Gandum

Bayi juga rentan mengalami reaksi alergi terhadap gandum. Salah satu alergen dalam gandum disebut dengan gliadin yang ada pada gluten. Itulah sebabnya, orang yang alergi gandum disarankan menjalani diet bebas gluten.

Baca Juga

  • Efek Samping Ibuprofen Jika Dikonsumsi Berlebihan, Salah Satunya Serangan Jantung
  • 4 Gejala Diabetes pada Wanita yang Harus Diwaspadai
  • 11 Penyebab Bangun Tidur Mulut Terasa Pahit yang Perlu Diwaspadai

Gejala alergi makanan

hidung berair
Hidung berair sehabis makan adalah salah satu gejala alergi makanan

Ada orang yang merasakan gejala alergi makanan tiba-tiba atau baru muncul setelah beberapa jam kemudian. Gejalanya bisa ringan hingga parah bergantung pada reaksi imun masing-masing orang.

Sekalipun hanya mengonsumsi makanan penyebab alergi dalam jumlah sedikit, seseorang juga tetap bisa mengalami reaksi alergi berat yang mengancam nyawa. 

Beberapa gejala alergi makanan yang mungkin muncul, antara lain:

  • Bersin
  • Hidung berair
  • Hidung tersumbat
  • Mata gatal dan berair
  • Bengkak di bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Muncul ruam di kulit
  • Kram perut
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Kesulitan bernapas

Cara mengetahui alergi makanan tertentu

Untuk memastikan makanan pemicu alergi, biasanya dokter akan menyarankan mencatat apa saja makanan atau minuman yang kerap menjadi pemicu. Artinya, Anda perlu memperhatikan makanan apa saja yang baru Anda makan, yang menyebabkan munculnya reaksi alergi.

Sebaliknya, Anda juga bisa tidak makan makanan tertentu yang dicurigai menjadi penyebab alergi. Kemudian perlahan mencobanya kembali untuk mendeteksi apakah ada gejala yang muncul.

Apabila kasus alergi cukup serius, bisa dilakukan pemeriksaan darah atau patch test untuk menemukan secara pasti apa alergennya. Bila dirasa perlu, dokter akan melakukan tes alergi untuk mengetahui hal-hal yang menjadi pemicunya.

Catatan dari SehatQ

Apabila Anda mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi makanan penyebab alergi di atas, sebaiknya hentikan konsumsi makanan tersebut terlebih dahulu dan segera kunjungi dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. 

Jika Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai makanan pemicu alergi, Anda bisa bertanya langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

penyakitalergialergi kacangalergi susualergi seafood

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved