Bukan Hanya Pikiran, Ini Efek Depresi pada Tubuh Manusia


Selain berdampak pada kesehatan mental seseorang, ada juga efek depresi pada tubuh. Mulai dari masalah pada pencernaan, imun melemah, dan tekanan darah tinggi.

(0)
21 Jan 2021|Azelia Trifiana
efek depresi pada tubuhSelain pikiran, depresi dapat berdampak negatif pada tubuh
Indikator utama yang menandakan seseorang mengalami depresi biasanya berkaitan erat dengan aspek emosional. Padahal, ada juga efek depresi pada tubuh mulai dari masalah pada pencernaan, imun melemah, dan tekanan darah tinggi.Bahkan, seseorang bisa saja mengalami berbagai gejala pada fisiknya tanpa menyadari tengah mengalami depresi.

Efek depresi pada tubuh

sakit perut
Depresi dapat menyebabkan penderitanya sering mengalami gangguan pencernaan
Ada banyak alasan seseorang mengalami perubahan kondisi fisik maupun psikis. Mulai dari masalah medis, gaya hidup buruk, hingga stres dan depresi. Berikut ini beberapa efek akibat depresi pada tubuh:

1. Rasa nyeri

Orang yang mengalami depresi bisa merasakan nyeri di persendian, punggung, dan lengannya. Tak hanya itu, ada juga orang yang merasakan sakit di sekujur tubuh. Bukan tidak mungkin, nyeri ini menghambat gerakan beraktivitas sehari-hari.Studi pada tahun 2017 menyebutkan bahwa nyeri yang paling umum dialami orang dewasa yaitu sakit tulang belakang juga bisa berkaitan dengan depresi. Orang yang mengalami masalah emosional 60% lebih rentan mengalami nyeri punggung dibandingkan dengan yang tidak.Penjelasan tentang hal ini sangat mungkin berkaitan dengan berantakannya neurotransmitter seperti serotonin. Itulah sebabnya, orang yang mengalami depresi dan nyeri akan merasa lebih baik setelah mengonsumsi obat antidepresan.

2. Ganggguan pencernaan

Pernahkah Anda merasa stres dan pencernaan jadi terganggu? Hal yang sama juga bisa terjadi saat mengalami depresi. Contoh keluhannya seperti mual, kembung, diare, hingga konstipasi.Jawaban atas hal ini melibatkan neurotransmitter di otak dan pencernaan yang disebut serotonin. Ini adalah zat yang mengatur mood sekaligus berperan dalam fungsi pencernaan. Sebagian besar serotonin diproduksi dan disimpan di pencernaan.Tak hanya serotonin, mikroba yang ada di pencernaan juga bisa menjadi penyebab potensial beragam hal mulai dari mood hingga imunitas. Keduanya sama-sama merupakan efek dari depresi.

3. Sistem imun turun

Stres melanda, siap-siap mudah jatuh sakit. Alasannya karena sistem kekebalan tubuh tidak bekerja dengan optimal. Tak hanya itu, proses pemulihan pun bisa berlangsung lebih lama.Beberapa jenis infeksi seperti demam atau flu umumnya akan mereda dengan sendirinya setelah beberapa hari. Namun, sistem imun lemah juga bisa menyebabkan seseorang tertular infeksi yang sukar disembuhkan.Lebih jauh lagi, penelitian seputar hubungan antara fungsi imun dan depresi masih terus dielaborasi. Beberapa studi mengemukakan kesimpulan bahwa stres kronis bisa menyebabkan respons peradangan. Ini dapat mengubah cara kerja zat kimia di otak yang mengatur mood.

4. Masalah tidur

Ketika seseorang diduga mengalami depresi, dokter atau terapis akan melihat gejala paling signifikan pada pola tidur. Orang yang depresi kerap kali mengalami kesulitan tidur. Mulai dari sulit bisa tidur, mudah terbangun, hingga tidur terlalu banyak.Depresi dan siklus tidur saling berkaitan. Selain depresi menyebabkan tidur terganggu, kondisi medis seperti sleep apnea juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi. Alasannya, mereka enggan terlelap karena dihantui ketakutan tidak bisa bernapas.Menurut beberapa penelitian, gangguan pada ritme sirkadian ini bisa menyebabkan depresi. Itulah mengapa hingga kini, terus diteliti bagaimana mengatasinya.

5. Merasa lelah

Terlepas dari berapa lama tidur tadi malam, orang depresi akan selalu merasa lelah. Bahkan, aktivitas sehari-hari yang dasar seperti mandi atau cuci piring pun bisa terganggu.Hubungan antara rasa lelah dan depresi ini jauh lebih rumit karena merupakan tanda-tanda yang paling sulit disembuhkan. Sebuah studi dari tahun 2010 menemukan bahwa meski sudah mengonsumsi anti-depresan, 80% orang depresi masih merasa lelah dan lesu.Ditambah dengan motivasi yang lemah serta energi yang seakan menguap begitu saja, depresi bisa memburuk. Inilah mengapa sangat krusial untuk membuat rencana penanganan efektif bagi orang yang mengalami depresi.

6. Gejala psikomotorik

Gejala yang termasuk psikomotorik adalah ketika seseorang merasa berpikir atau bekerja dengan kecepatan yang berbeda dari normal. Mereka bisa merasa lesu dan berat untuk bergerak. Di sisi lain, ada pula yang merasa tidak bisa berdiam diri dan merasa energinya meluap-luap sekaligus gelisah.Kerap kali, gejala psikomotorik ini muncul pada orang yang sudah berusia lanjut. Meski demikian, ini bukanlah salah satu tanda penuaan yang pasti terjadi seperti berkurangnya daya ingat. Inilah yang membedakan efek depresi pada tubuh dengan penuaan biasa.

7. Tekanan darah tinggi

Mengalami stres jangka panjang bisa memicu tekanan darah tinggi. Tak hanya itu, hipertensi pun juga meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke dan serangan jantung. Itulah mengapa depression disebut sebagai salah satu faktor risiko penyakit jantung.

8. Perubahan nafsu makan dan berat badan

Orang depresi bisa makan sangat banyak atau sedikit ketimbang biasanya. Tentunya, ini akan berimbas pada berat badan mereka. Jika mengalami emotional eating sebagai pelarian, berat badan tentu bisa bertambah.Di sisi lain, ada juga kemungkinan mengalami hilang nafsu makan, tidak semangat menyiapkan makanan, dan faktor lain yang membuat berat badan turun. Belum lagi pada kasus orang-orang yang memiliki gangguan makan seperti anoreksia, kerap kali juga mengalami depresi atau masalah mental lainnya.

Efek depresi pada tubuh di atas juga bisa terjadi karena pengaruh konsumsi obat. Jenis obat anti-depresan bisa menyebabkan penglihatan kabur, mulut kering, hingga disfungsi seksual.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar efek samping anti-depresan hingga cara mencegah depresi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
mengatasi depresidepresipenyebab depresi
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/physical-effects-of-depression-1066890
Diakses pada 7 Januari 2021
The Journal of the Canadian Chiropractic Association. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5596967/
Diakses pada 7 Januari 2021
National Institute of Mental Health. https://www.nimh.nih.gov/health/topics/depression/index.shtml
Diakses pada 7 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait