Bukan Hanya Lingkungan, Faktor Biologis Juga Penting dalam Perkembangan Anak


Ingin perkembangan anak optimal? Perhatikan beberapa faktor biologis yang mendorong perkembangannya. Seperti nutrisi, jenis kelamin, hormon, hingga genetik.

(0)
11 Feb 2021|Azelia Trifiana
Selain peranan orangtua dan lingkungan, faktor biologis sangat berpengaruh pada perkembangan anakSelain peranan orangtua dan lingkungan, faktor biologis sangat berpengaruh pada perkembangan anak
Pernahkah Anda mengira, mengapa anak kembar sekalipun bisa punya kemampuan linguistik yang berbeda? Alasannya karena faktor biologis juga turut berperan dalam membentuk perkembangan anak. Pengaruhnya bisa positif maupun negatif dan berdampak hingga sepanjang hidupnya.Bahkan menariknya, aspek ini sudah memberikan pengaruh sejak berada dalam kandungan. Jenisnya mulai dari faktor genetik, hormon, nutrisi, gender, dan banyak lagi.

Faktor biologis pembentuk pertumbuhan anak

Beberapa jenis faktor biologis yang turut membentuk pertumbuhan anak di antaranya:

1. Nutrisi

anak sehat
Nutrisi yang baik akan mengoptimalkan 
Sejak masih berada dalam kandungan, ibu perlu memastikan asupan nutrisi janin terpenuhi. Sebut saja bagaimana asupan asam folat sebanyak 400 mikrogram setiap harinya penting dikonsumsi sejak 3 bulan merencanakan kehamilan dapat menurunkan risiko cacat pada otak dan tulang punggung bayi.Berbeda usia kehamilan, kebutuhan nutrisi bisa berlainan pula. Begitu pula dengan kondisi setiap ibu. Itulah mengapa begitu penting melakukan antenatal care atau pemeriksaan kandungan secara berkala sehingga bisa diketahui kebutuhan ibu dan bayi.

2. Gender

Gender atau jenis kelamin juga merupakan faktor biologis yang berakar dari jumlah pasangan kromosom. Sebanyak 22 pasang pertama disebut autosom yang sama antara laki-laki dan perempuan. Sementara pasang kromosom yang ke-23 menentukan jenis kelamin seorang individu.Laki-laki memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y, sementara perempuan memiliki dua kromosom X. Artinya, perbedaan gender pada level biologis bisa ditemukan pada kromosom Y.Lebih jauh lagi, faktor gender ini juga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik hingga mental anak.

3. Hormon

ibu dan anak
Perbedaan hormon antara anak lelaki dan perempuan juga berpengaruh
Ada hormon-hormon yang juga menjadi pembeda bagi pertumbuhan anak. Contohnya anak laki-laki yang memproduksi lebih banyak hormon androgen, sementara anak perempuan memiliki estrogen.Ketika memasuki fase pubertas, hormon ini akan terus naik dan berpengaruh terhadap banyak hal. Mulai dari perubahan bentuk fisik, suara, mengalami menstruasi untuk pertama kali, dan banyak lagi.Adanya ketidakseimbangan hormon bisa menghambat perkembangan anak. Penanganan untuk kondisi ini bisa dengan mengonsumsi obat hingga diet tertentu untuk mengendalikan hormon.

4. Faktor genetik

Ketika sel telur mengalami pembuahan, itulah momen ketika ada perpaduan gen antara ibu dan ayah. Ini menjadi asal mula karakter fisik seseorang.Namun, pengaruhnya tak hanya pada hal-hal seperti warna bola mata, bentuk rambut, atau warna kulit saja. Karakteristik sosial juga bisa menurun dari orangtua, seperti kemampuan intelektual dan temperamen. Meski demikian, karakter itu bisa diubah bergantung pada lingkungannya.Beberapa jenis penyakit juga bisa merupakan keturunan dari orangtua untuk anaknya. Namun, orangtua tetap bisa melakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko terjadinya hal semacam itu, salah satunya dengan memeriksakan kehamilan secara berkala.

Selain faktor biologis...

Faktor biologis adalah hal yang berperan cukup signifikan. Bahkan, ada beberapa hal yang berada di luar kendali manusia. Namun perlu diingat, tetap ada cara untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak.Sejak awal dinyatakan hamil hingga anak terlahir ke dunia, pastikan orangtua sudah memiliki bekal cukup untuk tahu faktor biologis apa saja yang dimiliki keturunan mereka. Informasi berharga semacam ini dapat menentukan pendekatan paling tepat untuk memaksimalkan pertumbuhan anak.Selain beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di awal masa pertumbuhan mereka adalah pola asuh orangtua, perilaku orangtua, pengaruh budaya, dan tentu saja lingkungan.Semuanya berperan dalam pembentukan karakter anak, terutama pada awal kehadiran mereka ke dunia, setidaknya 3 tahun pertama. Perkembangan otak si kecil akan begitu pesat, terutama di otak karena ada koneksi pada tiap sel-sel otak.

Agar anak bisa tumbuh menjadi sosok yang mandiri serta penuh pengetahuan, pastikan orangtua tahu betul faktor yang turut berperan. Mungkin awalnya bisa membuat kewalahan karena begitu banyaknya informasi yang perlu dicerna.Namun lambat laun, semuanya bisa dipetakan untuk tahu bagaimana perkembangan anak dari waktu ke waktu.Jika ingin tahu lebih banyak seputar faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingibu dan anakgaya parenting
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/biological-factors-affecting-child-development-2162219
Diakses pada 27 Januari 2021
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S001002770600076X?via%3Dihub
Diakses pada 27 Januari 2021
UK Essays. https://www.ukessays.com/essays/education/biological-factors-that-affect-a-childs-development-education-essay.php
Diakses pada 27 Januari 2021
Edugage. https://edugage.com/the-3-biological-factors-affecting-growth-and-development-in-a-child/
Diakses pada 27 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait