logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Pria

Mempertimbangkan Donor Sperma? Ini Syarat dan Tahapannya

open-summary

Tidak sembarang pria dapat menjadi pendonor sperma. Ada sejumlah persyaratan dan pemeriksaan yang harus dipenuhi apabila pria ingin melakukan donor sperma


close-summary

24 Des 2019

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

donor sperma

Proses kehamilan lewat donor sperma masih tabu di Indonesia

Table of Content

  • Apa itu donor sperma?
  • Apa saja syarat-syarat donor sperma?
  • Bagaimana prosedur donor sperma?
  • Apa yang perlu diperhatikan terkait donor sperma?
  • Catatan dari SehatQ

Donor sperma adalah salah satu metode kehamilan yang bisa menjadi solusi bagi pasangan yang kesulitan untuk mendapatkan keturunan agar bisa segera memiliki anak. Metode ini memang cukup kontroversial, dan tidak semua negara bisa menerapkannya, termasuk Indonesia. 

Advertisement

Kendati demikian, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mengetahui proses donor sperma berikut ini. 

Baca Juga

  • Missed Abortion, Keguguran yang Terjadi Tanpa Peringatan
  • Penyebab Sperma Encer dan Cara Mengatasinya
  • Mengenal Preeklamsia, Komplikasi Serius yang Terjadi pada Kehamilan

Apa itu donor sperma?

Donor sperma adalah tindakan memberikan air mani yang mengandung spermatozoa dari seorang pria untuk membantu seorang wanita mencapai kehamilan. 

Sperma yang telah didonorkan lantas akan "disumbangkan" kepada wanita penerima donor untuk kemudian dilakukan proses inseminasi buatan sehingga terjadi kehamilan. Selain inseminasi buatan, proses kehamilan juga bisa dilakukan lewat metode bayi tabung.

Praktik donasi sperma sendiri bisa dibilang kontroversial. Pasalnya, wanita akan menerima donor sperma dari orang yang bukan pasangan resminya. Itu sebabnya, metode ini tidak dapat diterapkan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Apa saja syarat-syarat donor sperma?

Sama seperti donor darah, seorang pria tidak bisa serta-merta menjadi pendonor sperma. Anda harus menjalani berbagai pemeriksaan dan memenuhi persyaratan yang diberikan.

Pria yang tertarik untuk menjalani proses donasi sperma untuk bayi tabung maupun inseminasi buatan harus memenuhi sejumlah syarat berikut ini:

  • Berusia 18 sampai 39 tahun
  • Memiliki rekam medis yang tidak menunjukkan adanya penyakit genetik
  • Tidak mengonsumsi narkotika
  • Memiliki jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma yang normal (normozoospermia)
  • Lulus tes fisik yang meliputi tes darah dan urine
  • Lulus tes mental yang terdiri dari sesi konseling
  • Lulus tes genetik yang berperan untuk memeriksa adanya kondisi genetik tertentu yang bisa didapatkan oleh anak di masa depan

Bagaimana prosedur donor sperma?

Berikut ini adalah proses donor sperma dari mulai pemeriksaan calon pendonor sperma sampai proses pengambilan sperma:

1. Pemeriksaan kesehatan

Pertama, calon pendonor akan menjalani tes kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara keseluruhan.

Ini untuk memastikan bahwa pendonor dalam keaadan sehat, dan tidak sedang atau pernah memiliki riwayat masalah medis tertentu seperti kanker atau penyakit jantung. Hal ini dikhawatirkan dapat menurun pada "keturunannya" kelak.

Pemeriksaan kesehatan meliputi:

  • Rekam medis (anamnesis)
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan penunjang (tes darah, tes urine, tes HIV, dan lain-lain)

2. Pemeriksaan genetik

Calon pendonor sperma juga akan diperiksa secara khusus untuk mengetahui adanya kelainan genetik atau tidak. Pria yang memiliki kelainan genetik tidak dapat mendonorkan spermanya.

Pemeriksaan genetik ini dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel darah untuk selanjutnya dianalisis lebih lanjut di laboratorium. 

3. Pemeriksaan sperma

Sebelum melakukan tes analisis air mani, calon pendonor sperma akan diminta untuk berejakulasi, baik itu melalui hubungan seksual maupun masturbasi, dalam kurun waktu 48 sampai 72 jam. Hal ini demi mendapatkan sperma dalam kondisi terbaiknya.

Setelah itu, air mani akan dibekukan dalam nitrogen untuk dilihat ketahanannya. Bila semua tes berhasil dilalui dan memenuhi memenuhi persyaratan sperma sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit genetik, Anda akan diminta untuk menandatangani surat persetujuan untuk menjalani donor sperma.

4. Pengambilan sperma

Sama seperti saat pemeriksaan sperma, sebelum mengikuti donor sperma, Anda akan diminta untuk tidak melakukan ejakulasi selama kurang lebih dua sampai tiga hari. Lagi-lagi, ini bertujuan agar kualitas sperma yang dihasilkan berada dalam kondisi baik.

Pada hari donasi sperma, Anda akan diminta untuk mengeluarkan sperma lalu menampungnya pada tabung steril dalam ruangan yang tertutup. 

Setelahnya, sampel air mani yang diberikan akan dibekukan dan dikarantina selama setidaknya enam bulan dan akan diperiksa kembali untuk mencegah kemungkinan adanya penyakit menular, seperti HIV.

Jika air mani tidak menunjukkan adanya indikasi penyakit menular, tim medis akan menguji ulang jumlah, kualitas, dan pergerakan dari sperma dalam air mani. Hal ini untuk memeriksa ada tidaknya kerusakan selama proses pembekuan.

Apabila tidak ada masalah, sperma bisa langsung diberikan kepada wanita penerima donor. Seperti yang telah disebutkan di atas, cara donor sperma adalah dengan memasukkannya ke dalam organ reproduksi wanita melalui prosedur inseminasi buatan atau bayi tabung.

Apa yang perlu diperhatikan terkait donor sperma?

Mengingat metode kehamilan ini kontroversial, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan ketika seseorang memutuskan untuk mendonorkan spermanya, yaitu:

  • Pendonor sperma bisa mendatangani fasilitas bank sperma 
  • Pendonor bisa melakukan donor dengan membuka identitasnya, atau bisa juga secara anonim
  • Pendonor harus setuju apabila tidak mendapatkan hak sebagai ayah biologis jika penerima donor meminta hal ini
  • Pendonor harus siap secara mental apabila suatu saat bertemu dengan anak biologisnya
  • Pendonor sebaiknya mendiskusikan keinginannya untuk mendonorkan sperma terlebih dahulu dengan keluarga

Catatan dari SehatQ

Seperti yang telah dijelaskan, donor sperma belum dapat diterapkan di Indonesia dan tidak tahu apakah ke depannya metode ini bisa diterapkan. Satu-satunya cara apabila Anda ingin mendonorkan sperma adalah pergi ke negara-negara yang sudah melegalkan tindakan ini.

Ingin tahu seputar kesehatan reproduksi pria lainnya? Jangan ragu untuk chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang juga di App Store dan Google Play

Advertisement

kehamilanmasturbasispermakesehatan pria

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved