Bukan Hanya Darah, Ada Juga Donor Sperma

(0)
24 Dec 2019|Anita Djie
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Proses kehamilan lewat donor sperma masih belum terlalu umum di Indonesia
Bayi tabung merupakan salah satu alternatif populer bagi pasangan yang sedang mengalami masalah dengan kehamilan. Pilihan lainnya adalah dengan menyuntikkan sperma secara langsung ke dalam rahim wanita.Donor sperma dilakukan ketika akan dilakukan proses bayi tabung. Donor sperma merujuk pada prosedur saat seorang pria mendonorkan air maninya untuk proses kehamilan.

Apa itu donor sperma?

Tidak hanya donor darah, terdapat juga donor sperma atau pemberian air mani yang berisi sperma kepada pasangan atau orang yang kesulitan dalam proses kehamilan. Saat memutuskan menjalani donor sperma,pastikan sudah disetujui oleh pasangan Anda, dan Anda dalam kondisi yang prima agar kualitas sperma optimal.Sebelum menjalani donor sperma, Anda perlu berdiskusi dengan keluarga Anda dan menyediakan waktu untuk mengikuti rangkaian tes serta pengambilan sampel air mani.

Apakah semua pria bisa mendonorkan spermanya?

Sama seperti donor darah, seorang pria tidak bisa serta merta mengikuti donor sperma. Anda harus menjalani berbagai pemeriksaan dan memenuhi persyaratan yang diberikan. Jika Anda tertarik untuk menjalani donor sperma, Anda perlu memenuhi ketentuan di bawah ini:
  • Berusia 18 sampai 39 tahun.
  • Memiliki rekam medis yang tidak menunjukkan adanya penyakit genetik.
  • Tidak mengonsumsi narkotika.
  • Lulus tes air mani yang menentukan jumlah, pergerakan, dan kualitas sperma.
  • Lulus tes fisik yang meliputi tes darah dan urine.
  • Lulus tes mental yang terdiri dari sesi konseling.
  • Lulus tes genetik yang berperan untuk memeriksa adanya kondisi genetik tertentu yang bisa didapatkan oleh anak di masa depan.
Anda tidak boleh menjalani donor sperma bila memiliki rekam medis penyakit turunan atau genetik tertentu, misalnya riwayat kanker, kelainan organ jantung dan sebagainya.Sebelum melakukan tes analisis air mani, Anda akan diminta untuk tidak berhubungan seksual maupun melakukan masturbasi dalam kurun waktu 48 sampai 72 jam.Setelahnya air mani akan dibekukan dalam nitrogen untuk dilihat ketahanannya. Bila Anda sudah lulus semua tes yang diberikan dan memenuhi persyaratan, selanjutnya Anda akan diminta untuk menandatangani surat persetujuan untuk menjalani donor sperma.

Bagaimana prosedur donor sperma?

Sebelum mengikuti donor sperma, Anda akan diminta untuk tidak melakukan ejakulasi dengan cara berhubungan seksual maupun masturbasi selama kurang lebih dua sampai tiga hari.Pada hari donor sperma, Anda akan diinstruksikan untuk mengeluarkan air mani pada tabung steril dalam ruangan yang tertutup. Air mani dapat dikeluarkan melalui masturbasi.Setelahnya, sampel air mani yang diberikan akan dibekukan dan dikarantina selama setidaknya enam bulan dan akan diperiksa kembali untuk mencegah kemungkinan adanya penyakit menular, seperti HIV.Jika air mani tidak menunjukkan adanya indikasi penyakit menular, maka tim medis akan menguji ulang jumlah, kualitas, dan pergerakan dari sperma dalam air mani. Hal ini untuk memeriksa ada tidaknya kerusakan selama proses pembekuan.Di Indonesia donor sperma masih awam untuk dilakukan, di negara maju sudah banyak melakukan metode ini jadi sperma Anda akan digunakan untuk membantu individu atau pasangan yang mengalami kesulitan dalam kehamilan.
kehamilanmasturbasisperma
IVF Australia. https://www.ivf.com.au/treatments/donor-programme/donating-sperm
Diakses pada 24 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/sperm-donation/about/pac-20395032
Diakses pada 24 Desember 2019
NHS. https://www.nuh.nhs.uk/sperm-donation/
Diakses pada 24 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait