Bukan Hal Sepele, Ini Cara Merawat Gigi Susu Anak Agar Tidak Berlubang


Gigi susu anak yang dibiarkan rusak bisa menyebabkan nyeri, rentan infeksi, bahkan bisa berpengaruh pada nafsu makan anak.

(0)
Merawat gigi susu anak penting dilakukan untuk mencegah gigi berlubang dan gigisPilih sikat gigi yang sesuai untuk merawat gigi susu anak
Setidaknya selama enam tahun pertama usia anak-anak, gigi susu akan memegang peran utama dalam berbagai aktivitas penting, mulai dari sejak menyusu hingga makan. Itulah kenapa, cara merawat gigi susu harus dilakukan dengan tekun dan teratur, supaya gigi berlubang hingga gigis bisa dihindari.Ketika berusia 5 hingga 13 tahun, gigi susu akan tanggal secara bergantian dan gigi permanen atau gigi tetap akan muncul menggantikannya. Namun baik bagi anak yang menyusu langsung maupun dengan media dot, gigi susu rentan mengalami lubang.

Cara merawat gigi susu

Tidak tepat apabila gigi susu dianggap sebagai gigi sementara yang nantinya juga akan tergantikan dengan gigi permanen. Apabila gigi susu dibiarkan berlubang, maka bisa timbul rasa nyeri hingga infeksi.Bahkan, apabila kerusakan gigi susu dibiarkan hingga mengganggu saraf, bisa berpengaruh pada nafsu makan anak. Selain itu, gigi susu yang dibiarkan rusak atau tanggal sebelum waktunya juga akan memengaruhi susunan gigi permanen.Anak yang gigi susunya rusak berisiko lebih tinggi memiliki susunan gigi yang berantakan saat dewasa. Jadi, jangan tunggu sampai anak tumbuh besar untuk melakukan beberapa cara merawat gigi susu anak di bawah ini:

1. Membersihkan rongga mulut

Tak perlu menunggu hingga gigi tumbuh, membersihkan rongga mulut bisa dilakukan sejak anak berusia 0 bulan. Tahun pertama kehidupannya adalah waktu krusial untuk menyiapkan ruang tumbuhnya gigi susu.Mulai dengan membersihkan lidah dari endapan ASI atau susu formula secara teratur. Kemudian, bersihkan pula area gusi yang nantinya akan menjadi rumah untuk gigi susu. Bersihkan dengan lembut menggunakan kain kasa.

2. Gunakan sikat dan pasta gigi yang tepat

Ketika gigi susu mulai tumbuh, pastikan Anda memberikan sikat dan pasta gigi tepat sesuai usia mereka. Ada banyak sikat gigi di pasaran, sebisa mungkin cari yang lembut dan berleher kecil sehingga bisa menjangkau hingga ke bagian geraham.Apabila anak belum bisa menyikat giginya sendiri, Anda bisa juga membeli jenis sikat gigi karet yang bisa dimasukkan ke jari, sehingga lebih mudah untuk menyikat gigi anak.Pilih pasta gigi anak yang aman dan mengandung flouride untuk mencegah gigi berlubang. Tak hanya itu, menggosok gigi dengan pasta gigi yang tepat juga dapat memperkuat enamel gigi.

3. Bilas setiap usai makan

Bukan berarti setiap kali selesai makan besar atau snack time maka anak harus segera menggosok gigi. Namun setidaknya, selalu “bilas” gigi susu anak dengan air putih terutama ketika mereka selesai makan sesuatu yang manis.Cara ini penting dilakukan agar bakteri di mulut tidak sempat mengubah gula menjadi asam. Jika dibiarkan – bahkan semalaman – asam ini perlahan bisa membuat gigi berlubang.

4. Periksa berkala ke dokter gigi

Sudah saatnya menghapus stigma bahwa pergi ke dokter gigi adalah hal yang menyeramkan. Justru sejak dini, anak perlu dibuat terbiasa mengunjungi dokter gigi sama seperti mereka mengunjungi tempat favorit lainnya.Idealnya, bawa anak ke dokter gigi untuk konsultasi berkala setiap 6 bulan sekali. Dengan demikian, dokter gigi bisa mengidentifikasi apakah ada masalah di gigi susu anak. Biasanya, dokter gigi anak punya pendekatan sendiri yang menarik dan membuat anak merasa nyaman berkunjung ke klinik.

5. Memandu anak sikat gigi

Ketika anak beranjak besar, biasanya mereka sudah terbiasa menyikat gigi hingga berkumur sendiri. Meski demikian, jangan hanya mengandalkan mereka untuk menyikat gigi. Tetap pandu anak ketika sikat gigi, bisa dengan melakukannya dua kali. Satu kali dibantu oleh orangtua atau pengasuh, dan satu kali biarkan anak melakukannya sendiri.Orangtua perlu sabar dalam proses mengajarkan anak menggosok gigi dan berkumur. Biasanya, mereka mulai terbiasa menggosok gigi ketika memasuki usia 2-3 tahun.

6. Mengonsumsi makanan yang sehat

Cara merawat gigi anak yang dapat dicoba selanjutnya ialah mengajarkan anak untuk mengonsumsi makanan sehat, serta menghindari makanan dan minuman yang mengandung gula.Sebab, makanan dan minuman yang mengandung gula dapat mengancam kesehatan gigi. Saat gula menempel di gigi, ia dapat menyebabkan kerusakan.Kesehatan gigi dan mulut pada anak akan terjaga saat ia mulai membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat.

7. Menjadi panduan yang baik bagi anak

Cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak selanjutnya ialah menjadi panutan bagi mereka. Jika Anda ingin anak merawat giginya dengan baik, maka Anda juga harus mencontohkan kepada mereka.Ketika Anda ingin meminta anak untuk menyikat giginya, Anda juga harus menyikat gigi di depan mereka. Hal ini diharapkan dapat membuatnya lebih semangat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak. Jangan kehabisan ide dalam memotivasi anak agar mau menggosok gigi. Secara konsisten, sampaikan pentingnya menjaga kesehatan gigi susu hingga nanti saatnya berganti dengan gigi permanen.Cara kreatif seperti membuat sticker chart atau hal lain yang mereka sukai juga bisa membuat aktivitas menggosok gigi menjadi semakin menyenangkan.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
kesehatan gigigigi putihgigi berlubanggigi goyang
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/dental-health-for-kids#1
Diakses 30 Januari 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/teething-tooth-care/Pages/How-to-Prevent-Tooth-Decay-in-Your-Baby.aspx
Diakses 30 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/what-is-baby-bottle-tooth-decay#1
Diakses 30 Januari 2020
Perfect Teeth. https://www.perfectteeth.com/blog/9-tips-keep-kids-teeth-healthy/
Diakses pada 1 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait