Bukan Cuma untuk Game, Manfaat Virtual Reality Terbukti Bisa Redakan Nyeri


Jika selama ini teknologi virtual reality atau VR hanya digunakan untuk video game atau menonton dengan sensasi 3D, kini juga jadi terobosan dunia medis. Ada banyak penelitian yang menguak manfaat teknologi ini untuk meredakan nyeri, mengurangi stres, hingga membuat mood jadi lebih baik.

(0)
07 Nov 2020|Azelia Trifiana
Teknologi virtual reality dapat digunakan untuk kepentingan medisSiapa sangka teknologi virtual reality dapat digunakan untuk keperluan medis
Jika selama ini teknologi virtual reality atau VR hanya digunakan untuk video game atau menonton dengan sensasi 3D, kini juga jadi terobosan dunia medis. Ada banyak penelitian yang menguak manfaat teknologi ini untuk meredakan nyeri, mengurangi stres, hingga membuat mood jadi lebih baik.Simulasi teknologi tinggi ini dapat membantu dokter menyelami lebih jauh kondisi pasiennya, bahkan kinerja otak sebelum operasi dilakukan. Hanya saja, persoalan biaya membuat konsep ini belum banyak digunakan.

Manfaat virtual reality meredakan rasa sakit

Masuknya teknologi yang melibatkan simulasi ini dalam dunia medis mengubah interaksi antara pasien dan dokter. Salah satunya eksperimen dengan ibu hamil yang memakai headset VR untuk meredakan rasa sakit selama proses persalinan.Pada tahun 2017, korban luka bakar juga mencoba permainan berbasis VR untuk mengurangi rasa sakit ketika perban mereka diganti.Seakan mendukung teori ini, penelitian baru dari Cedars-Sinai Medical Center menyebut terapi VR bisa mengurangi rasa sakit pasien yang dirawat di rumah sakit secara aman dan efektif.Penelitian dilakukan selama periode tahun 2016-2017 dengan melibatkan 120 pasien yang menderita nyeri sedang hingga parah.Sebanyak 61 partisipan diberi headset VR dengan akses ke 21 jenis pengalaman seperti tur helikopter di Islandia hingga relaksasi di tengah pegunungan. Mereka diminta menggunakan headset selama 10 menit sebanyak 3 kali setiap harinya.Sementara 59 pasien lainnya diminta menonton TV sembari menikmati relaksasi seperti yoga, meditasi, dan membaca puisi.Hasilnya, mereka yang menonton TV mengaku rasa sakitnya menurun 0,46 poin. Sementara kelompok yang mengakses VR, rasa nyeri turun hingga 1,72 poin. Bahkan pasien yang merasakan nyeri hebat dapat mengalami penurunan hingga 3 poin.Meski hanya 0,46-3%, ini mengindikasikan sensasi rasa sakit yang luar biasa. Adanya teknologi 3D ini menjadi opsi meredakan rasa nyeri yang nyaman, rendah risiko, tanpa perlu mengonsumsi obat.Teori yang dapat menjelaskan kemampuan VR ini adalah Gate theory of attention. Simulasi yang dirasakan penggunanya menurunkan persepsi atas rasa sakit dan mengalihkan perhatian pada hal lain.

Virtual reality bangkitkan mood positif

seorang wanita tersenym
Efek menggunakan VR dapat membuat mood seseorang membaik
Tak hanya sensasi rasa sakit yang bisa berkurang, manfaat virtual reality lain dapat membuat mood menjadi jauh lebih positif. Ini berkaitan pula dengan rasa nyaman yang dirasakan saat terhubung dengan alam seperti grounding.Namun, tidak semua orang punya keleluasaan untuk bisa berinteraksi dekat dengan alam. Contohnya pasien yang harus bed rest atau memiliki keterbatasan kemampuan bergerak. Rasa jenuh dapat menyebabkan pasien rentan merasa kesepian, gelisah, bahkan depresi.Selain itu, selama pandemi COVID-19, akses untuk keluar rumah dan mengakses alam bebas mungkin tak seleluasa dulu.Adanya teknologi virtual reality memungkinkan seseorang mendapat kesempatan melihat alam kapan saja. Bahkan, manfaatnya untuk kesehatan mental jauh lebih besar ketimbang hanya menyaksikan tayangan seputar alam di televisi.Simulasi dalam VR memungkinkan pasien mendapat pengalaman berada di alam bebas secara nyata. Hal ini dapat membuat mood menjadi lebih positif dan mengusir rasa bosan serta sedih.

Eksperimen VR hilangkan rasa jenuh

Untuk melihat bagaimana simulasi VR dapat berpengaruh terhadap kondisi emosi seseorang, dilakukan eksperimen terhadap 96 relawan. Mereka diminta menonton video selama 4 menit yang berisi penjelasan monoton seorang pria tentang pekerjaannya di perusahaan penyedia peralatan kantor.Kemudian, partisipan diminta menonton video lain dengan cara:
  • Tayangan televisi tentang batu karang tropis dengan ikan berwarna-warni dan kura-kura
  • Menyaksikan tayangan batu karang yang sama lewat headset VR dengan sudut pandang 360 derajat
  • Menyaksikan tayangan serupa lewat headset VR sembari bergerak dan berinteraksi dengan ikan menggunakan controller
Hasilnya, ketiga pengalaman itu secara signifikan mengurangi rasa bosan dan mood negatif. Di sisi lain, mood partisipan menjadi lebih positif karena merasa lebih dekat dengan alam.Dampak yang paling besar terasa ketika melihat simulasi alam bawah air lewat headset VR dan disertai dengan pengalaman interaktif.

Terobosan baru dunia medis

Adanya teknologi virtual reality juga memungkinkan tenaga medis melihat aktivitas otak sebelum melakukan operasi saraf. Hal ini pernah dilakukan Dr. Neil Martin dan timnya di Ronald Reagan UCLA Medical Center.Pasien diminta menggunakan virtual reality yang dikemas dengan simulasi video game.Dengan menggunakan controller, tim melihat lebih dekat area sekitar pembuluh darah untuk melihat aktivitas kompleks di otak. Tujuannya agar bisa melihat seluruh sudut tumor dan kemungkinan pembesaran atau aneurisma otak.Hal ini menjadi terobosan yang mengubah bagaimana dokter bisa memeriksa pasien lewat dukungan teknologi.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang teknologi virtual reality dan manfaatnya terhadap dunia medis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalpereda nyerihidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/vr-can-help-treat-severe-pain
Diakses pada 24 Oktober 2020
Wareable. https://www.wareable.com/vr/virtual-reality-pain-management-opioid-4893
Diakses pada 24 Oktober 2020
PLOS One. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0219115
Diakses pada 24 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/virtual-reality-gaining-traction-in-healthcare
Diakses pada 24 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/virtual-reality-nature-boosts-positive-mood
Diakses pada 24 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait