Bukan Cuma Pengusir Bau, Ini 6 Manfaat Kapur Barus yang Tak Disangka

DIsamping menghilangkan bau, kapur baru bisa meredakan nyeri
Selain menghilangkan bau, kapur barus dapat mengatasi iritasi kulit

Kapur barus selama ini kerap digunakan sebagai pengusir bau, pengharum ruangan, atau penjaga lemari dari kelembapan berlebih. Ternyata, kandungan di dalamnya berupa camphor atau Cinnamomum champhora juga umum digunakan dalam krim, balsam, dan lotion. Bisa dioles untuk mengatasi masalah kulit atau melegakan rasa sesak di dada.

Minyak camphor diambil dari ekstrak kayu pohon camphor dan diproses lewat proses distilasi uap. Aromanya khas dan ketika dioleskan ke kulit bisa menyerap dengan cepat. Selama digunakan sesuai dengan dosis dan ketentuan, maka tetap aman digunakan.

Manfaat kapur barus (camphor oil)

Perlu diingat terlepas dari manfaat penggunaan kapur barus, jangan pernah mengaplikasikannya pada area kulit yang mengalami luka. Selain itu, jaga pula agar tidak sampai tertelan karena bisa menyebabkan keracunan.

Beberapa manfaat penggunaan lotion atau krim yang mengandung camphor di antaranya:

  • Mengatasi iritasi kulit

Produk lotion dan krim yang mengandung camphor bisa mengatasi iritasi dan gatal pada kulit sehingga bisa mempercepat proses pemulihan. Dalam uji laboratorium terhadap binatang pada tahun 2015, camphor terbukti efektif mengobati luka dan bisa menyamarkan keriput. Ini berkaitan dengan kemampuannya meningkatkan produksi kolagen dan elastin.

  • Meredakan nyeri

Manfaat kapur barus atau camphor oil juga bisa meredakan nyeri dan peradangan. Dalam sebuah riset tahun 2015, spray yang mengandung camphor, menthol, eucalyptus, dan essential oil clove bisa mengurangi rasa sakit ketika diaplikasikan ke persendian, pundak, dan punggung bawah selama 14 hari.

  • Mengobati luka bakar

Balsem dan krim yang terbuat dari camphor bisa mengobati luka bakar. Dalam uji laboratorium binatang pada tahun 2018, balsam yang mengandung camphor, minyak wijen, dan juga madu bisa mempercepat proses pemulihan luka bakar tingkat kedua. Jangan digunakan pada kulit yang terinfeksi. Cara penggunaannya adalah dengan mengaplikasikan sekali sehari, namun tetap di bawah supervisi dokter.

  • Menghilangkan jamur di kuku

Camphor yang mengandung fungsi antijamur juga bisa mengusir jamur yang ada di jempol kaki. Dalam sebuah riset, 15 dari 18 orang menunjukkan penyembuhan setelah menggunakan balsam ini selama 48 pekan. Caranya dengan mengaplikasikan ke kuku kaki beberapa kali dalam sehari.

  • Melegakan sesak

Tak hanya bermanfaat untuk kulit, minyak camphor juga bisa bekerja layaknya dekongestan dan supresan batuk. Utamanya ketika digunakan untuk mengatasi batuk malam hari, dada sesak, hingga insomnia pada anak.

Caranya adalah dengan mencampur 2 sendok teh Vicks VapoRub di mangkok air panas. Kemudian, letakkan kepala di atas mangkok sembari menghirup uapnya. Cara lain bisa dengan mengoleskan balsam di dada atau telapak kaki. Namun, hindari mengaplikasikannya pada lubang hidung.

  • Meredakan kram otot

Produk dengan bahan kapur barus atau camphor juga bisa membantu meredakan kram otot. Ini terjadi karena camphor mengandung relaxant dan antispasmodic. Caranya dengan memijat otot yang terasa tegang beberapa kali dalam sehari.

Selain beberapa manfaat kapur barus di atas, camphor juga disebut bisa mengatasi kerontokan rambut, jerawat, bisul, wasir, depresi, cemas berlebih, hingga libido seksual rendah. Namun masih perlu penelitian lebih lanjut yang mendukung teori-teori ini.

Adakah efek sampingnya?

Selama digunakan secara eksternal sesuai dengan dosis, camphor aman digunakan oleh orang dewasa. Apabila kandungan camphor lebih dari 11%, selalu campurkan dengan carrier oil. Penting juga untuk melakukan patch test di bagian dalam lengan bawah untuk mengetahui adakah reaksi alergi dalam periode 24 jam.

Tak kalah penting, hindari kontak langsung dengan mata atau terhirup dalam jumlah banyak. Apabila menggunakan camphor untuk inhalasi uap, pastikan dosis antara air dan camphor seimbang. Idealnya, rasionya adalah 1 sendok makan untuk setiap 900 ml air.

Efek samping yang mungkin terjadi seperti munculnya kemerahan dan iritasi. Ingat pula bahwa camphor atau produk dengan kandungan kapur barus tidak boleh diaplikasikan pada kulit yang terbuka karena luka karena rentan menyebabkan keracunan.

Tidak sengaja menelan camphor juga dapat menyebabkan kerusakan liver, efek samping serius, bahkan kematian.

Gejala keracunan camphor bisa terlihat dalam waktu 5-90 menit setelah tertelan. Tanda-tandanya adalah sensasi terbakar di mulut dan tenggorokan, mual, dan juga muntah. Penderita asma, epilepsi, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya tidak menggunakan produk dengan kandungan kapur barus atau camphor.

Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-camphor
Diakses pada 7 Juni 2020

National Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26458283/
Diakses pada 7 Juni 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5890368/
Diakses pada 7 Juni 2020

Pediatrics AAP Publications. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5890368/
Diakses pada 7 Juni 2020

Artikel Terkait