Bukan Begadang Atau Lembur, Ini Cara Mengatur Waktu yang Sehat


Mengetahui cara mengatur waktu yang baik dapat meningkatkan produktivitas Anda. Hal ini bisa dimulai dengan membuat daftar pekerjaan hingga melakukan digital detox.

0,0
01 Feb 2021|Azelia Trifiana
Cara mengatur waktu yang baikMelakukan digital detox bisa menjadi langkah awal untuk mengatur waktu yang baik
24 jam serasa tidak cukup. Pernahkah Anda merasakan hal itu? Bisa jadi, bukan jumlah waktu yang kurang. Cara mengatur waktu yang belum lihai sehingga membuat banyak hal penting justru belum rampung. Untuk mengatasinya, susunlah dulu skala prioritas.Terlebih ketika berada di tengah kesibukan, urusan seakan menjadi jauh lebih banyak. Sebenarnya, mengelola waktu bukan berarti membereskan segala urusan dengan cepat, namun lebih kepada kemampuan menentukan mana yang paling penting dan harus didahulukan.

Cara mengatur waktu secara efektif

jam weker
Gunakan waktu sebaik mungkin untuk melakukan pekerjaan
Rumus utama mengelola waktu bukanlah dengan menambahkan jam kerja dan mengorbankan waktu istirahat. Sekilas, aktivitas seperti lembur terasa seperti selaras dengan meningkatnya produktivitas. Padahal faktanya justru sebaliknya.Ketika siklus tidur berantakan, maka ritme sirkadian juga turut berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Bukannya bisa menuntaskan pekerjaan dengan cepat, kondisi ini justru menimbulkan beragam masalah mulai dari sulit berkonsentrasi hingga jatuh sakit.Lantas, bagaimana cara mengatur waktu secara efektif?

1. Kenali diri sendiri

Setiap orang punya tempo produktivitas yang berbeda. Ada yang bisa bekerja optimal di pagi hari alias morning person, ada pula yang ide cemerlangnya baru mengalir saat matahari sudah tenggelam.Selain itu, ada orang yang bisa berpikir dengan fokus saat situasi hening dan tidak banyak distraksi. Di sisi lain, ada juga yang harus bekerja ditemani musik atau suara-suara lain sehingga bisa produktif.Apapun itu, kenali gaya diri Anda sendiri. Dengan demikian, bisa diketahui bagaimana teknik mengelola waktu yang tepat. Tak hanya itu, menuliskan apa saja  hambatan saat menyelesaikan tugas juga membantu memetakan kekurangan yang perlu dibenahi.

2. Tak perlu to-do list

Ada banyak sekali aplikasi untuk menuliskan apa saja yang harus dilakukan atau to-do list. Sayangnya, cara ini belum tentu efektif untuk semua orang. Alasannya karena dalam daftar itu tidak ikut dipertimbangkan hal krusial lain seperti prioritas dan gaya Anda dalam bekerja.Tanpa disadari, melihat daftar apa saja yang harus dikerjakan akan membuat seseorang merasa terbebani. Utamanya, ketika melihat hal yang perlu ditangani segera namun tidak berdampak nyata untuk masa depan.Akan lebih efektif apabila menuliskan daftar prioritas sesuai urutan. Cari yang paling sesuai dengan nilai-nilai Anda sehingga dapat diaplikasikan dengan mudah.

3. Pecah menjadi hal-hal kecil

Sama seperti anak kecil yang mungkin merasa kewalahan saat baru belajar membersihkan kamar sendiri, coba pecah prioritas menjadi beberapa bagian kecil. Dengan demikian, bisa disusun apa saja langkah, tenggat waktu, hingga orang yang harus ditemui untuk menuntaskan tiap pekerjaan.Cara ini sangat mudah dan perkembangannya juga bisa terlihat dengan mudah. Bandingkan dengan harus menyelesaikan satu tugas besar yang baru dipikirkan saja sudah menimbulkan rasa kewalahan?Bahkan, cara ini juga dapat membantu ketika pikiran mulai keluar dari track yang seharusnya. Fungsinya bagaikan pengingat bahwa ada hal-hal yang perlu dituntaskan terlebih dahulu sebelum melakukan hal kurang penting lainnya.

4. Lakukan digital detox

Faktanya, ada banyak sekali orang yang menghabiskan waktu mereka berjam-jam dalam sehari hanya untuk melihat media sosial. Padahal, apa yang ditawarkan di berbagai platform itu tidak akan pernah kehilangan pesonanya.Seakan menjadi siklus berulang, ini bisa menjadi kebiasaan buruk. Orang akna melihat apa yang ada di media sosial, meletakkan ponsel untuk menyadari hidupnya begitu-begitu saja, dan kembali terjebak melihat apa yang terpampang di dunia digital.Jika ingin merasakan perubahan signifikan, coba dengan melakukan digital detox. Untuk sementara, keluar dari akun-akun media sosial Anda untuk membuat hari-hari terhindar dari distraksi.Awalnya mungkin terasa sulit. Namun lama-kelamaan, bisa menjadi cara efektif untuk memprioritaskan hal yang benar-benar penting.

5. Buat suasana mendukung

Apa yang terjadi di sekitar Anda ketika sedang bekerja atau menyelesaikan tugas akan sangat berpengaruh. Tumpukan piring kotor, baju, makanan, tisu, dan lainnya di meja kerja justru membuat pikiran menjadi mudah kusut.Padahal untuk bisa menuntaskan berbagai prioritas pekerjaan, perlu pemikiran yang tertata dan fokus. Oleh sebab itu, sebaiknya ciptakan ruangan yang sesuai dengan selera Anda. Memastikan benda-benda berada pada tempatnya serta membuang yang tak perlu akan membantu menjernihkan pikiran.

Mengerti cara mengatur waktu dengan tepat akan membuat seseorang bisa menikmati hidup lebih baik. Hal-hal yang harus dikerjakan tuntas sehingga tak ada tanggungan.Dengan demikian, alokasi waktu bisa diisi dengan melakukan hal-hal yang membuat rileks. Jangan sampai, buruknya time management justru membuat siklus tidur terganggu.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar dampak berantakannya waktu tidur dengan kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalpola hidup sehat
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/understand-other-people/201507/developing-time-management-skills
Diakses pada 15 Januari 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/time-management-tips-20409
Diakses pada 15 Januari 2021
Life Hack. https://www.lifehack.org/articles/featured/20-quick-tips-for-better-time-management.html
Diakses pada 15 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait