logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Bukan Bawaan Lahir, Ini Cara Mengasah Kecerdasan Sosial

open-summary

Kecerdasan sosial adalah kemampuan mencapai kematangan berpikir dan bertindak untuk menjalankan peran manusia sebagai makhluk sosial dalam lingkungan.


close-summary

3 Des 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Kecerdasan sosial

Orang dengan kecerdasan sosial tinggi sangat luwes dalam bergaul

Table of Content

  • Ciri-ciri kecerdasan sosial
  • Cara meningkatkan kecerdasan sosial
  • Catatan dari SehatQ

Layaknya social butterfly, seseorang dengan kecerdasan sosial tinggi seakan tahu betul apa yang harus diucapkan dan dilakukan dalam situasi sosial. Mereka pun tampak percaya diri bahkan saat berada di kerumunan banyak orang sekalipun.

Advertisement

Teori tentang social intelligence juga mengulik bagaimana seseorang piawai mengenali apa yang dirasakan orang lain. Ibaratnya, mereka bisa lebih peka dan empati sehingga interaksi sosialnya pun bagus.

Ciri-ciri kecerdasan sosial

Kecerdasan sosial adalah kemampuan memahami dan mengendalikan orang lain. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog asal Amerika Serikat bernama Edward Thorndike pada tahun 1920. 

Tak hanya itu, intelegensi ini juga menggambarkan bagaimana seseorang bisa bertindak bijak dalam hubungannya bersama orang lain. Lebih jauh lagi, individu yang memiliki intelegensi sosial sangat baik akan menunjukkan karakter-karakter seperti:

  • Pendengar yang efektif

Contoh kecerdasan sosial yang dimiliki seseorang adalah menjadi pendengar yang baik. Orang yang memiliki social intelligence baik bukan hanya mendengarkan orang lain hanya agar bisa memberikan respons. Justru, mereka sungguh-sungguh memberikan perhatian terhadap apa yang dilontarkan lawan bicara. Orang yang terlibat dalam percakapan akan merasa dipahami dan terkoneksi.

  • Piawai berbincang

Jenis kecerdasar lainnya adalah menjalin komunikasi dengan orang lain. Jika pernah melihat seseorang yang benar-benar bisa menghidupkan suasana, bisa jadi kecerdasan sosialnya patut diacungi jempol. Mereka bisa berbincang tentang topik apapun dengan siapapun.

Mereka bisa bersikap bijaksana, pantas, tulus, dan juga jenaka saat berbincang. Tak hanya itu, orang dengan karakter ini juga bisa mengingat detail tentang orang lain sehingga dialog menjadi lebih bermakna.

  • Mengelola reputasi

Reputasi ibaratnya seperti label yang melekat pada seseorang. Sosok dengan kecerdasan sosial baik benar-benar mempertimbangkan bagaimana kesan yang ditinggalkannya di mata orang lain.

Tentu saja aspek reputasi ini sangat kompleks dan perlu dilakukan secara seimbang. Jika tidak piawai, bisa saja yang terjadi justru bertindak tanpa menjadi diri sendiri hanya demi kesan baik di depan orang lain.

  • Berargumen sepantasnya

Individu dengan intelegensi sosial tinggi tahu betul bahwa berdebat atau membuktikan sesuatu dengan membuat orang lain merasa kurang nyaman adalah cara yang salah. Orang yang memiliki kecerdasar sosial rendah hanya akan membuat orang lain tidak nyaman. Sebaliknya, mereka dengan senang hati mendengarkan dengan pikiran terbuka, terlepas dari setuju tidaknya dengan ide yang dikemukakan.

Cara meningkatkan kecerdasan sosial

Meski bukan bawaan lahir, pentingnya kecerdasar sosial perlu disadari oleh tipa individu. Di sisi lain, ada pula yang harus belajar demi melatihnya. Untungnya, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk membangun kemampuan interaksi sosial seseorang. Apa saja taktiknya?

1. Mendengarkan dan melihat dengan detail

pendengar yang baik
Dengarkan dan perhatikan seksama lawan bicara Anda

Sebisa mungkin dengarkan dan lihat apa yang terjadi di sekitar dengan detail. Orang-orang dengan kecerdasan sosial tinggi secara saksama akan mengamati kode-kode sosial dari orang di sekitarnya. Hal ini secara otomatis akan terlihat dari bagaimana caranya berinteraksi dengan orang lain.

2. Tingkatkan kecerdasan emosional

seorang perempuan menghibur temannya
Mengasah empati dapat memengaruhi kecerdasan emosional

Mengasah kecerdasan emosional akan membuat seseorang bisa mengendalikan emosinya sekaligus membangun empati pada orang lain. Cara meningkatkannya adalah dengan mengenali betul emosi apa yang tengah dirasakan.

Dengan cara ini, perlahan akan terasah mengenali emosi yang dirasakan orang lain. Tak hanya itu, tentu juga tahu cara mengendalikannya dengan tepat. Orang dengan emotional intelligence yang apik bisa mengendalikan perasaan negatif seperti marah dan frustrasi dengan baik saat berada dalam situasi sosial tertentu.

3. Hormati perbedaan

mahasiwa multikultural
Menghormati perbedaan

Berbeda itu bukan masalah. Pemikiran utama ini yang harus tertanam di benak setiap orang yang ingin mengasah kecerdasan sosialnya. Apabila perlu, cari tahu perbedaan budaya dari orang-orang di sekitar sehingga bisa memahaminya dengan lebih baik. Jenis kecerdasar sosial yang nantinya akan terbangun pastinya akan paling tinggi.

Ketika hal ini sudah terasah, akan lebih bijak menyikapi perbedaan cara orang merespons sesuatu. Mengenali akar budaya yang berbeda membuat seseorang tidak akan terlalu mudah menilai lawan bicaranya dari perspektif negatif.

4. Latihan mendengarkan aktif

Salah satu skill berkomunikasi utama adalah mendengarkan secara aktif. Jangan memotong saat lawan bicara berbicara. Ambil jeda untuk memproses apa yang disampaikan orang lain sebelum memberikan tanggapan. Dengarkan pilihan kata yang disampaikan lawan bicara untuk membantu memahami maknanya.

5. Hargai orang lain

Orang dengan kecerdasan sosial tentu memiliki koneksi mendalam dengan sosok-sosok yang dianggapnya penting. Untuk itu, berikan perhatian penuh kepada emosi pasangan, anak-anak, teman, rekan kerja, dan orang terdekat lainnya. Mengabaikan perasaan mereka hanya akan membuat koneksi sukar terjalin.

Beberapa strategi di atas tentu mustahil dikuasai hanya dalam semalam. Itu wajar. Lihat berapa banyak orang yang pernah terlibat dalam percakapan canggung di manapun dan kapanpun.

Namun, tak ada salahnya pantang menyerah dan terus mengasah kecerdasan sosial. Hal ini tidak merugikan, justru membuat seseorang piawai berkomunikasi sekaligus punya koneksi yang baik dengan orang lain.

Baca juga: Pentingnya Kecerdasan Spiritual untuk Hidup yang Lebih Bermakna

Catatan dari SehatQ

Jangan ragu belajar dari cara interaksi orang yang piawai menghidupkan suasana. Lihat bagaimana mereka mendengarkan orang lain. Hindari kesalahan yang mungkin dilakukannya.

Tidak ada kata terlambat untuk menguasai hal ini. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang kecerdasan sosial, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kesehatan mentalhidup sehatmenjalin hubungan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved