Bukan Baper, Ini Alasan Mengapa Ibu Hamil Sering Menangis

perubahan hormon membuat ibu hamil sering menangis
perubahan hormon membuat ibu hamil sering menangis

Sering menangis tiba-tiba dan mood berubah-ubah semenjak Anda hamil? Tenang, tidak ada yang salah dengan Anda. Banyak ibu hamil jadi sering menangis, bahkan hanya karena hal-hal sepele, di trimester pertama kehamilan. Jadi, Anda tidak sendirian.

Sering menangis saat hamil itu wajar

Kehamilan adalah sesuatu yang membawa banyak perubahan kepada seorang wanita. Mulai dari yang bersifat hormonal, emosional, hingga fisik. Hal-hal ini menyebabkan ibu hamil sering menangis. Apa saja perubahan tersebut?

1. Perubahan hormon

Ungkapan “blame the hormones!” pas bagi ibu hamil yang sering menangis tanpa sebab. Ketika sedang mengandung, tubuh meningkatkan produksi hormon estrogen dan progesteron, serta memproduksi hormon baru yaitu hCG (human chorionic gonadotropin) yang menyebabkan mual. Perubahan pada ketiga hormon ini memengaruhi mood ibu hamil.

Itu sebabnya ibu hamil bisa tiba-tiba menangis karena hal sepele atau saat tidak ada pemicunya sama sekali! Salah satu contohnya adalah ketika level progesteron meningkat di trisemester pertama, ibu hamil bisa mengalami perasaan rapuh yang dapat berujung dengan tangisan.

2. Stres

Stres adalah emosi yang akan muncul pada saat kehamilan dan hampir sulit dihindari sebaik apa pun Anda mempersiapkan mental Anda. Akan selalu ada penyebab stres yang muncul dan mengganggu Anda. Pemicunya bisa berupa kondisi naik turun di pekerjaan, kekhawatiran akan kesehatan fisik dan mental Anda, jadwal periksa dokter dan tes yang mungkin membebani, hubungan dengan keluarga, dan banyak lagi.

3. Perubahan tubuh

Saat hamil, tubuh Anda akan berubah signifikan. Bagian-bagian tubuh yang semula berukuran normal bisa menjadi lebih besar. Belum lagi masalah hormon yang berpengaruh pada pigmen kulit. Semua perubahan ini – diakui ataupun tidak – akan membuat Anda merasa tidak nyaman.

Salah satu contoh, ketika perut sudah mulai membesar, tidur di posisi nyaman favorit Anda menjadi hal yang sulit. Tentunya hal ini bisa membuat Anda menangis atau cranky di pagi harinya.

4. Kecemasan

Disamping stres, kecemasan adalah perasaan yang akan muncul ketika Anda hamil. Rasa cemas ini biasanya semakin menjadi-jadi ketika sudah memasuki masa akhir kehamilan. Anda akan cemas dengan hal-hal seperti proses melahirkan, keuangan, dan kebutuhan lainnya yang rentan membuat panik.

Belum lagi ketika membayangkan tanggung jawab akan segera bertambah, hal ini bisa jadi momen yang memicu stres. Saat emosi meningkat maka mulailah air mata berlinang. Tetapi, Anda tak perlu khawatir. Tetap tenang karena ini adalah hal yang wajar.

Menangis berpengaruh pada janin

Sebuah studi dari Association for Psychological Science menemukan fakta bahwa janin berusia 6 bulan dapat merasakan dampak emosi ibunya. Bahkan, kesehatan emosi bayi terbentuk sejak masih dalam kandungan.

Perasaan stres sesekali pada ibu hamil tidak akan membawa pengaruh negatif pada bayinya. Namun hal ini akan menjadi masalah ketika stres terjadi terus-menerus. Seorang ibu hamil yang merasa cemas dan stres berlebihan punya kecenderungan lebih tinggi untuk melahirkan bayi yang rewel.

Ketika seorang ibu stres, tubuh akan melepaskan hormon stres ke dalam plasenta. Semakin sering Anda stres maka semakin sering juga janin Anda terpapar dengan hormon tersebut.

Lebih jauh lagi, ibu hamil yang depresi juga 1,5 kali lebih tinggi kemungkinan memiliki anak yang mudah depresi saat usianya menginjak 18 tahun kelak.

Kapan menangis jadi tidak normal?

Meskipun sah-sah saja ibu hamil sering menangis, perlu diingat bahwa ada kecenderungan hal itu membawa pengaruh negatif pada kesehatan Anda dan janin. Beberapa gejala yang mengindikasikan Anda perlu memeriksakan diri ke dokter kandungan adalah jika:

  • Siklus tidur terganggu.
  • Nafsu makan berubah drastis.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya disukai.
  • Kerap merasa bersalah atau tidak berguna.
  • Merasa ingin melukai diri sendiri bahkan bayi di kandungan.

Untuk itu, cari tahu hal-hal menyenangkan yang bisa mengalihkan diri Anda dari emosi yang berlebihan. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi tangisan:

  • Tidur cukup.
  • Aktif secara fisik dengan berolahraga ringan.
  • Berbagi dengan sesama ibu yang suportif.
  • Bagi tugas dengan pasangan atau keluarga.

Kehamilan adalah fase yang membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Kehamilan bukan hanya sekadar bahagia melihat dua garis merah di testpack saja. Ada banyak pemicu stres yang terjadi secara konstan selama periode kehamilan.

Ketika mengalami hal-hal ini, jangan pernah merasa sendirian. Tak perlu khawatir ketika Anda, seorang ibu hamil, sering menangis, karena wanita hamil lainnya merasakan hal yang sama. Jika Anda kerap menangis karena terbawa komentar orang lain, sudah saatnya membatasi diri dengan memilah lingkungan terdekat hanya untuk orang-orang yang positif.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/crying-during-pregnancy#takeaway
Diakses 28 Oktober 2019

Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/crying-during-pregnancy-how-it-affects-your-baby/
Diakses 28 Oktober 2019

Association for Psychological Science.https://www.psychologicalscience.org/news/releases/a-fetus-can-sense-moms-psychological-state.html#.WCOfLeErJAY
Diakses 28 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/crying-spells
Diakses 28 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed