Bukan Aneh, Ini Manfaat Berbicara dengan Diri Sendiri


Meski terkadang terlihat aneh, berbicara dengan diri sendiri bukanlah hal yang aneh. Malah, hal ini sangat wajar terjadi dan bermanfaat bagi kesehatan mental.

(0)
20 Mar 2021|Azelia Trifiana
Berbicara diri sendiri baik bagi kesehatan mental AndaBerbicara diri sendiri baik bagi kesehatan mental Anda
Pernahkah Anda mendapati sedang berbicara dengan diri sendiri? Bukan sekadar membatin, tapi lantang seperti halnya mengobrol dengan orang lain? Meski terkadang membuat Anda merasa seperti orang aneh, rupanya kebiasaan ini bisa membawa manfaat tersendiri mulai dari mengasah fokus hingga memantik motivasi.Jadi, sekarang tak perlu lagi merasa aneh ketika mendapati ada orang atau diri sendiri tengah monolog. Sesering apapun melakukannya, tak ada yang salah dengan self-talk.

Manfaat berbicara dengan diri sendiri

Secara ilmiah, berbicara dengan diri sendiri disebut dengan self-directed speech. Kebiasaan ini sepenuhnya normal bahkan bisa membawa manfaat, seperti:

1. Membantu menemukan objek

Menariknya, berbicara dengan suara lantang kepada diri sendiri dapat membantu menemukan objek yang tengah dicari. Bahkan, hal ini terbukti dari penelitian tahun 2012 bahwa merapalkan apa yang tengah dicari dengan lantang membuat seseorang lebih mudah menemukannya ketimbang sekadar memikirkannya.Menurut peneliti, ini terjadi karena mendengar nama benda yang dicari membantu mengingatkan otak apa yang tengah dicari. Dengan demikian, ada proses visualisasi yang membantu menemukan objek dengan lebih mudah.

2. Menjaga fokus

Ketika tengah fokus mengerjakan sesuatu yang menantang atau sulit, ada kalanya tanpa sadar keluar kalimat berbicara kepada diri sendiri. Umumnya, ini tanpa sengaja terucap ketika nyaris putus asa. Hebatnya, ini dapat membantu menuntaskan pekerjaan yang dinilai sulit.Menjelaskan proses tahap demi tahap yang tengah dilakukan secara lantang dapat membantu menyelesaikan masalah. Bagaimana bisa? Ternyata, cara ini dapat mengasah fokus pada tiap tahapannya.Bahkan, pertanyaan retoris yang tak perlu jawaban sekalipun akan membantu menjaga konsentrasi saat melakukan sesuatu.

3. Sumber motivasi

Ketika merasa tertantang atau putus asa, sedikit saja positive self-talk bisa menjadi pembakar semangat. Kalimat-kalimat pembakar semangat ini jauh lebih efektif ketika diucapkan kencang-kencang, bukan hanya dipikirkan. Mendengar langsung kalimat motivasi membantu meneguhkan hati.Namun ada catatan. Berdasarkan penelitian di tahun 2014, jenis motivasi diri sendiri ini akan berdampak paling efektif ketika sudut pandang yang digunakan adalah orang kedua atau ketiga.Jadi, bukan kalimat seperti “Aku pasti bisa menyelesaikannya” melainkan “(Nama), kamu hebat dan sudah sejauh ini. Berjuanglah sedikit lagi.Berbicara lewat sudut pandang orang kedua atau ketiga menimbulkan kesan seakan sedang berbincang dengan orang lain. Pada praktiknya, ini dapat memberikan kenyamanan dan mengalihkan rasa seakan terjebak dalam situasi pemicu stres.

4. Mencerna emosi yang rumit

Ketika menghadapi emosi yang sulit, mengomunikasikannya lewat berbicara dengan diri sendiri dapat membantu mencerna secara hati-hati. Ini berlaku pula pada situasi ketika ada emosi yang begitu personal dan sulit membaginya dengan orang lain, bahkan support system terdekat sekalipun.Jika ingin mendapatkan manfaat ini, coba duduk dan meresapi emosi yang muncul. Pisahkan mana emosi yang benar-benar realistis dengan yang hanya berpotensi memicu kekhawatiran. Lakukan dengan cara mengucapkannya dengan lantang, bukan sekadar di pikiran atau buku harian.Lebih jauh lagi, berbicara dengan diri sendiri ketika bergelut dengan emosi sulit juga membuatnya tak terlalu melelahkan. Mengucapkan emosi rumit membuatnya seakan lebih mudah dimengerti.Tak hanya itu, proses ini juga membantu validasi emosi sehingga dampaknya pun lebih terkendali.

Bagaimana cara efektifnya?

Mengingat ada banyak manfaat dari berbicara dengan diri sendiri, tak ada salahnya menjadikannya bagian dari kebiasaan. Dampaknya sangat positif untuk kesehatan mental hingga fungsi kognitif.Lalu, bagaimana cara efektif melakukannya?
  • Kata-kata positif

Hanya ucapkan kata-kata bernuansa positif ketika berbicara dengan diri sendiri. Tahan dulu memberikan kritik, meski yang membangun sekalipun. Kritik justru bisa berdampak pada motivasi dan kepercayaan diri.Lebih menariknya lagi, mengemas ulang negative self-talk bisa jadi cara yang efektif. Contohnya ketika gagal melakukan sesuatu, ketimbang menyalahkan diri sendiri coba berikan apresiasi atas apa yang sudah dilakukan.
  • Berikan pertanyaan

Cara efektif lain untuk mendapatkan manfaat dari self-directed speech adalah dengan melontarkan pertanyaan. Ini membantu diri melihat kembali apa yang sedang ingin dicapai atau dipahami. Langkah selanjutnya pun menjadi lebih terbayang.Pada beberapa kasus, berupaya menjawab pertanyaan semacam ini akan membantu menemukan jawabannya. Ingat, ketika Anda bisa menjawab dengan gamblang, artinya Anda paham betul apa yang tengah berlangsung.
  • Beri perhatian

Adalah sia-sia berbicara kepada diri sendiri tanpa benar-benar mendengarkan. Terlebih, Anda adalah satu-satunya orang yang mengenal diri sendiri ketimbang orang lain.Jadi, cobalah benar-benar menjadi pendengar yang baik ketika merasa kecewa, bimbang, atau tidak tahu apa yang harus dilakukan. Metode ini dapat membantu mengenali pola yang memicu rasa stres.
  • Hindari sudut pandang orang pertama

Ketika memberikan motivasi, selalu gunakan sudut pandang orang kedua atau ketiga. Memang benar mantra yang menyebut diri sendiri bisa melakukan sesuatu dapat melecut kepercayaan diri.Namun ketika Anda mengucapkannya seperti sedang berbicara dengan orang lain, justru akan lebih mudah memercayainya. Cobalah ketika sedang berusaha meningkatkan self-esteem

Catatan dari SehatQ

Ketika masih merasa ragu berbicara dengan diri sendiri terutama di keramaian, Anda bisa menyimpannya sejenak di jurnal. Kemudian ketika situasi lebih kondusif, coba berdialoglah dengan diri sendiri dan rasakan manfaatnya.Bahkan ketika situasi benar-benar tidak memungkinkan untuk berbicara dengan lantang, alihkan dengan mengunyah permen karet atau makan permen.Selain itu, Anda juga bisa mengalihkan dengan bertanya kepada orang lain. Siapa tahu, obrolan sederhana dapat membantu memecahkan masalah lebih mudah.Pada akhirnya, ingatlah bahwa berbicara dengan diri sendiri adalah hal yang sepenuhnya normal. Jadikan kebiasaan, dan rasakan manfaatnya.Jika Anda ingin tahu lebih banyak seputar cara mengasah kesehatan otak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalhidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/why-do-i-talk-to-myself
Diakses pada 5 Maret 2021
Journal of Personality and Social Psychology. http://selfcontrol.psych.lsa.umich.edu/wp-content/uploads/2014/01/KrossJ_Pers_Soc_Psychol2014Self-talk_as_a_regulatory_mechanism_How_you_do_it_matters.pdf
Diakses pada 5 Maret 2021
The Quarterly Journal of Experimental Psychology. https://www.sas.upenn.edu/~swingley/papers/lupyanSwingley_qjep11.pdf
Diakses pada 5 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait