logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

5 Dampak Negatif Akibat Buka Puasa dengan Fast food

open-summary

Buka puasa dengan fast food memang terdengar lezat. Namun waspadalah, terdapat sejumlah bahaya junk food yang bisa terjadi jika Anda mengonsumsinya saat berbuka puasa, seperti kenaikan berat badan hingga tekanan darah tinggi. Lebih baik, konsumsilah makanan sehat seperti sayur hingga buah-buahan.


close-summary

19 Apr 2022

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

berbuka puasa dengan fast food

Berbuka puasa dengan fast food dapat mengundang beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.

Table of Content

  • 5 bahaya buka puasa dengan fast food
  • Efek jangka panjang mengonsumsi junk food yang perlu diwaspadai
  • Alternatif makanan buka puasa yang simpel dan lebih sehat
  • Catatan dari SehatQ

Setelah berpuasa seharian penuh, terkadang rasa lapar dan haus dapat menggoda kita untuk mengonsumsi makanan apa pun meski tidak menyehatkan. Salah satunya adalah fast food alias makanan cepat saji. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat bahaya yang mengintai ketika buka puasa dengan fast food?

Advertisement

5 bahaya buka puasa dengan fast food

Dikutip dari Medical News Today, fast food tidak mengandung nutrisi yang baik. Terlebih lagi, jenis makanan ini mengandung gula, garam, lemak jenuh atau trans, hingga bahan pengawet yang bisa membahayakan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Padahal, tubuh membutuhkan makanan sehat, seperti buah dan sayur, untuk menggantikan asupan nutrisi setelah seharian tidak makan dan minum di bulan puasa.

Simaklah berbagai dampak buruk mengonsumsi fast food untuk buka puasa berikut ini.

1. Membuat tubuh menjadi lemas dan mengantuk

mengantuk saat puasa
Junk food untuk buka puasa bisa bikin Anda mengantuk.

Salah satu bahaya makan junk food untuk buka puasa adalah membuat tubuh menjadi lemas dan mengantuk ketika puasa. Tentu hal ini dapat merugikan Anda yang ingin menjalankan salat sunah tarawih di malam harinya.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, makanan cepat saji berpotensi mengandung gula yang cukup tinggi.

Kandungan gula yang tinggi dapat menghambat produksi orexin, yakni senyawa kimia di dalam otak yang merangsang untuk tetap terbangun atau terjaga. Jadi, semakin banyak gula yang Anda konsumsi lewat fast food, semakin mengantuk pula diri Anda.

2. Mengundang diabetes

Selain mengandung gula yang tinggi, fast food juga berpotensi mengandung lemak jenuk dan trans. Keduanya dipercaya bisa meningkatkan kadar trigliserida (sejenis lemak) di dalam darah.

Dikutip dari Medical News Today, ketika kadar trigliserida di dalam darah tinggi, maka risiko diabetes tipe 2 dapat meningkat.

Selain itu, dikutip dari situs Diabetes, mengonsumsi makanan cepat saji juga bisa menyebabkan resistensi insulin sehingga risiko diabetes tipe 2 bisa meningkat.

3. Kenaikan berat badan

Sebagian orang mungkin menjadikan bulan puasa sebagai kesempatan untuk menurunkan berat badan. Namun ingat, makanan yang Anda konsumsi selama berbuka dan sahur dapat berdampak pada program diet yang sedang Anda jalankan.

Salah satu makanan yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan saat puasa adalah makanan cepat saji. Selain tinggi karbohidrat, fast food mengandung kalori tinggi dan minim serat.

Inilah yang dapat menyebabkan tubuh menimbun banyak lemak sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

4. Berbahaya bagi jantung

Selain menyebabkan kenaikan berat badan, kandungan lemak jenuh dan trans dari junk food berbahaya bagi kesehatan jantung.

Perlu dipahami, kedua jenis lemak ini berpotensi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).

Pada jangka panjang, kondisi ini mampu meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan jantung.

5. Meningkatkan tekanan darah

Mengonsumsi makanan asin dan gurih yang mengandung sodium (garam) tinggi memang cukup menggoda. Akan tetapi, mengonsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi.

Sebenarnya, sodium memiliki peran penting untuk menyeimbangkan cairan tubuh. Namun, kadar garam di dalam tubuh yang terlalu tinggi menyebabkan cairan tertahan di dalam pembuluh darah.

Kondisi ini dapat mengakibatkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa volume darah yang meningkat sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi.

Asosiasi Jantung Amerika (AHA) merekomendasikan konsumsi garam maksimal 2.300 miligram per hari. Sementara itu, satu porsi makanan cepat saji biasanya sudah mengandung 1.292 miligram garam.

Efek jangka panjang mengonsumsi junk food yang perlu diwaspadai

obesitas
Efek jangka panjang junk food yang berbahaya

Dampak negatif makanan cepat saji akan memengaruhi kesehatan

Selain meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung, mengonsumsi fast food juga bisa mengundang berbagai macam masalah kesehatan lainnya, seperti konstipasi (sembelit) hingga berkurangnya bakteri baik di dalam saluran pencernaan.

Terlebih lagi, sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Apettite menjabarkan bahwa orang yang sering mengonsumsi fast food lebih berisiko mengalami penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Pasalnya, junk food mengandung lemak jenuh dan karbohidrat sederhana yang mudah diserap oleh tubuh, tanpa diimbangi serat dan nutrisi baik lainnya.

Alternatif makanan buka puasa yang simpel dan lebih sehat

Dibandingkan mengonsumsi makanan cepat saji untuk buka puasa, terdapat segudang resep makanan sehat untuk berbuka dan sahur yang sederhana dan lebih menyehatkan.

1. Sayur bayam

Sayur bayam adalah makanan yang lezat dan menyehatkan. Cara membuatnya juga relatif mudah. Berikut bahan-bahan yang diperlukan:

  • 1 ikat bayam
  • 1 buah tomat merah
  • 6 siung bawang merah
  • 2 sendok garam himalaya
  • Lengkuas secukupnya.

Untuk membuatnya, coba ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Didihkan air
  • Potong-potong sayur bayam
  • Iris bawang merah dan lengkuas menjadi kecil
  • Jika airnya sudah mendidih, masukkan bawang merah dan lengkuas. Rebus hingga harum.
  • Masukkan bayam dan tomat, lalu taburkan garam himalaya.
  • Sayur bayam siap disajikan.

2. Sayur oyong

Oyong atau gambas adalah sayuran yang cukup populer untuk dijadikan sup. Rasanya yang gurih juga membuat makanan ini cocok disantap saat berbuka maupun sahur.

Berikut bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat sayur oyong:

  • 2 buah oyong
  • 1 buah wortel
  • Soun secukupnya
  • 1-2 buah telur
  • Minyak goreng secukupnya untuk menumis
  • Air secukupnya
  • 1/2 sendok teh garam
  • Penyedap rasa (opsional)
  • 2 bawang merah
  • 1 bawang putih
  • 2-3 biji cabai rawit
  • 1-2 buah tomat
  • 2 centimeter (cm) lengkuas
  • 3 lembar daun salam.

Berikut cara membuat sayur oyong untuk berbuka puasa:

  • Potong oyong dan wortel sesuai selera.
  • Iris bawang merah, bawang putih, tomat, cabai rawit, lengkuas, hingga daun salam.
  • Tumis semua bahan yang sudah diiris (kecuali tomat) dengan minyak secukupnya.
  • Tambahkan air sebanyak 500 mililiter (ml) lalu masukkan telur hingga mendidih. Jika telur sudah mulai matang, tuangkan wortel dan oyong.
  • Jikalau oyong sudah matang, masukkan tomat, soun, garam, dan penyedap rasa.
  • Sayur oyong siap disajikan.

3. Capcay

Capcay adalah makanan yang diolah dari berbagai macam sayuran. Makanan ini cocok untuk disantap saat berbuka maupun sahur karena mengandung nutrisi tinggi.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memasak capcay, di antaranya:

  • 5 lembar sawi hijau (potong-potong)
  • 5 lembar sawi putih (potong-potong)
  • 2 buah wortel (iris)
  • 1/2 bonggol bunga kol
  • 5 buah baby corn (iris)
  • 3 siung bawang putih (cincang)
  • 1/2 bawang bombay (iris)
  • Secukupnya minyak untuk menumis
  • Secukupnya air
  • 1/2 sendok makan saus tiram
  • Secukupnya garam
  • Secukupnya gula
  • Secukupnya lada bubuk
  • Secukupnya kaldu jamur
  • 2 sendok makan tepung maizena yang dicampur dengan 50 mililiter air.

Untuk membuatnya, simaklah langkah-langkah berikut ini:

  • Panaskan minyak lalu tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum.
  • Masukkan sosis, wortel, baby corn, dan aduk sampai layu.
  • Tuangkan saus tiram, gula, garam, lada bubuk, kaldu jamur, dan air. Aduk hingga merata.
  • Masukkan bunga bol, sawi hijau dan sawi putih.
  • Tuangkan tepung maizena yang sudah dicairkan dengan air. Tunggu hingga kuahnya mengental.
  • Capcay siap disajikan.

Baca Juga

  • Apakah Diabetes Melitus Bisa Diturunkan dari Genetik?
  • Ragam Efek Samping Propranolol yang Harus Diketahui Pasien
  • Mengenal Prolanis, Program BPJS Kesehatan untuk Penderita Penyakit Kronis

Catatan dari SehatQ

Bagi umat Islam, berpuasa adalah menahan haus dan lapar selama satu bulan penuh. Namun bukan berarti Anda dapat mengonsumsi makanan seenaknya saat berbuka puasa maupun sahur. Kalau bisa, pilihlah makanan yang sehat supaya kebugaran tubuh tetap terjaga selama bulan Ramadan.

Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait dampak negatif makanan cepat saji, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

diabetespenyakit jantungmengantukramadankelebihan berat badan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved