Buang Air Besar Cair, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

(0)
16 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Buang air besar cair atau mencret air bisa disebabkan oleh berbagai hal dari makanan hingga penyakitBuang air besar cair bisa disebabkan oleh salah makan atau bahkan penyakit kronis
Buang air besar cair atau mencret cair biasanya terjadi saat seseorang mengalami diare. Umumnya, kondisi ini terjadi saat Anda mengonsumsi makanan yang terlalu pedas atau kondisinya sudah tidak segar. Namun, selain kedua hal tersebut, rupanya masih ada beberapa penyakit yang bisa memicu kondisi serupa.Diare bagi sebagian besar orang bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, jika tidak kunjung reda, penyakit ini bisa menyebabkan dehidrasi, karena cairan tubuh akan terus keluar lebih banyak dari biasanya.Maka dari itu, Anda perlu mengetahui lebih jauh soal BAB cair agar bisa mengatasinya dengan tepat sesuai penyebab.

Penyebab buang air besar cair

Konsistensi tinja yang cair bisa menandakan penyakit, bisa juga tidak. Jika BAB cair tapi Anda tidak merasa sakit perut, maka kondisi tersebut mungkin saja tidak menandakan gangguan kesehatan yang parah.Lantas, apa saja sebenarnya penyebab BAB cair? Berikut ini penjelasannya.

1. Infeksi virus

Masuknya virus ke saluran pencernaan juga bisa membuat tekstur tinja menjadi cair. Diare yang disebabkan oleh virus biasanya juga akan disertai gejala lain seperit mual dan kram perut.Beberapa infeksi virus yang bisa menyebabkan buang air besar cair antara lain adalah rotavirus, norovirus, dan adenovirus

2. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri seperti salmonella, E.coli, hingga shigella juga bisa menyebabkan BAB cair. Biasanya, bakteri-bakteri ini ada pada makanan maupun minuman yang tidak terjaga kebersihannya.Infeksi bakteri-bakteri tersebut juga bisa memicu keracunan makanan. Sehingga, tidak hanya diare, gejala lain seperti mual dan muntah juga bisa muncul.

3. Pola makan yang salah

Beberapa makanan dan minuman, meski sudah disiapkan dengan kebersihan yang baik, tetap bisa memicu diare bagi sebagian orang. Pada orang yang punya riwayat intoleransi laktosa, misalnya, mengonsumsi sesuatu yang dibuat dari susu bisa membuatnya buang air besar cair.Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas dan kopi juga bisa memicu sakit perut dan diare.

4. Irritable bowel syndrome (IBS)

IBS adalah kondisi gangguan pencernaan kronis, yang membuat penderitanya sering mengalami diare. Selain BAB cair, pengidap penyakit ini juga dapat mengalami gejala berupa perut kembung, sembelit, dan sakit perut.

5. Ulcerative colitis

Ulcerative colitis merupakan gangguan pencernaan yang disebabkan oleh inflamasi atau peradangan di usus besar dan rektum. Gejala lain yang menyertai kondisi ini antara lain adalah kehilangan nafsu makan dan berat badan, iritasi di kulit dan mata, hingga nyeri sendi.

6. Penyakit Crohn

Penyakit crohn juga dapat memicu BAB cair. Sebab pada penyakit ini, dinding saluran pencernaan mengalami peradangan. Gejala lain yang menandakan penyakit crohn di antaranya adalah BAB berdarah, badan terasa lemas, dan nafsu makan serta berat badan menurun.

7. Penyakit celiac

Penyakit celiac merupakan gangguan yang muncul saat saluran pencernaan seseorang tidak dapat mengonsumsi gluten. Sehingga saat penderitanya tidak sengaja mengonsumsi gluten yang banyak pada roti, pasta, maupun olahan tepung lainnya, saluran pencernaannya akan mengalami iritasi.

Cara mengatasi buang air besar cair

Penyebab BAB cair yang beragam membuat pengobatannya pun bisa berbeda tiap orangnya. Secara umum, ada dua jenis perawatan yang bisa dilakukan, baik mandiri maupun yang dilakukan oleh dokter.

• Cara mengatasi BAB cair sendiri di rumah

Jika diare yang terjadi tidaklah parah dan bukan kondisi berulang, Anda bisa mengatasinya dengan beberapa langkah yang bisa dilakukan di rumah, seperti di bawah ini.
  • Hindari mengonsumsi asupan yang berasal dari olahan susu kecuali yogurt, setidaknya hingga 48 jam setelah diare berhenti.
  • Banyak minum air putih
  • Penuhi juga asupan cairan dengan konsumsi makanan berkuah, seperti sup ayam.
  • Jangan makan terlalu banyak. Lebih baik kurangi porsi makan tapi perbanyak frekuensinya, misalnya makan lima kali sehari namun dalam porsi kecil.
  • Pilih makanan yang mudah dicerna, seperti bubur, pisang, atau roti panggang.
  • Jangan mengonsumsi makanan pedas, gorengan, atau yang mengandung banyak gas seperti kol, karena bisa mengiritasi lambung.
  • Hindari mengonsumsi alkohol dan kafein, karena dapat mengiritasi lambung dan membuat dehidrasi.
    Saat kondisi sudah lebih baik, Anda dapat mulai mengonsumsi makanan padat secara perlahan-lahan.

• Perawatan BAB cair yang dapat dilakukan dokter

Jika cara di atas tak juga redakan BAB cair yang Anda alami, maka sudah saatnya Anda memeriksakan diri ke dokter. Sebab, tidak semua obat diare tepat untuk mengatasi kondisi ini.Jika BAB cair yang keluar disertai darah atau saat diare merasa demam, maka Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi obat diare biasa. Selain itu, pada diare yang disebabkan oleh bakteri atau parasit, misalnya, dokter dapat meresepkan antibiotik.Pada beberapa kasus yang cukup menghkawatirkan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan menggunakan metode kolonoskopi maupun sigmoidoskopi.

Cara mencegah buang air besar cair kembali terjadi

Setelah mengetahui penyebab dan cara mengatasinya, Anda tentu tidak mau penyakit ini kembali terjadi. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mencegahnya.
  • Selalu buang air pada tempatnya.
  • Rajin cuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah keluar dari kamar mandi.
  • Cuci bahan makanan hingga bersih sebelum memasaknya.
  • Masak makanan hingga benar-benar matang.
  • Tidak jajan sembarangan.
  • Pastikan lingkungan rumah bersih dari lalat maupun binatang-binatang lain yang bisa jadi sumber penyakit.
  • Penuhi vaksin yang diperlukan agar terlindung dari berbagai infeksi.
  • Konsumi makanan yang sehat.
  • Rutin berolahraga
Intinya, buang air besar cair bisa dihindari apabila Anda selalu menjaga kebersihan kapanpun dan di manapun Anda berada. Kebiasaan baik ini tidak hanya akan melindungi Anda dari diare, tapi juga penyakit lain yang bisa membahayakan kesehatan.
diaregangguan pencernaaninkontinensia tinjafeses
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320869
Diakses pada 18 Juni 2020
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/watery-diarrhea-overview-4582424
Diakses pada 18 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pooping-liquid
Diakses pada 18 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait