4 Buah yang Tidak Boleh Dimakan Saat Batuk, Supaya Cepat Sembuh

(0)
Buah yang tidak boleh dimakan saat batuk adalah pisangPisang adalah buah yang tidak boleh dimakan saat batuk akibat alergi
Buah yang tidak boleh dimakan saat batuk biasanya yang memicu reaksi alergi. Sebab, batuk adalah salah satu tanda yang  muncul pada alergi.Dalam hal ini, batuk menjadi salah satu reaksi dari sistem yang sedang melindungi diri Anda dari hal-hal yang dianggapnya membahayakan. Lantas, buah apa saja yang menyebabkan batuk makin parah?

Buah yang tidak boleh dimakan saat batuk

Buah yang tidak boleh dimakan saat batuk umumnya mengandung zat yang disebut histamin. Histamin adalah zat yang diproduksi tubuh untuk memicu alergi. Histamin bekerja untuk mengeluarkan alergen (pemicu alergi) dari tubuh.Beberapa gejala perwujudan dari reaksi alergi adalag gatal-gatal, mata berair, batuk, dan juga bersin. Histamin pun membuat aliran darah semakin kuat di bagian tubuh yang terkena alergen. Hal ini menimbulkan peradangan sehingga menghasilkan dahak saat batuk.Lantas, apa saja buah yang tidak boleh dimakan saat batuk?

1. Alpukat

Siapa sangka, alpukat yang kaya vitamin E ini ternyata adalah buah yang menyebabkan batuk. Alpukat mengandung zat histamin yang tinggi. Bahkan penelitian yang dikemukakan pada jurnal Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI) Foods menunjukkan ada 23 mg/kg histamin dalam satu buah alpukat.
Antihistamin yang tinggi pada alpukat meningkatkan batuk alergi
Karena alpukat mengandung histamin yang tinggi, hal ini pun mampu meningkatkan reaksi tubuh terhadap alergen. Akhirnya, bagi Anda yang memiliki alergi, batuk-batuk pun makin parah.

2. Pisang

Buah pisang yang kaya potasium untuk mengatur tekanan darah ternyata tidak boleh dimakan saat batuk.
Pisang memicu produksi histamin pada tubuh
Menurut penelitian yang diterbitkan Annals of Dermatology, rupanya pisang memicu tubuh agar mengeluarkan histamin. Histamin adalah zat yang memunculkan reaksi alergi berupa gatal pada kulit, batuk dan bersin.Sayangnya, belum ada penelitian lebih lanjut bagaimana pisang membuat tubuh menghasilkan histamin.

3. Stroberi

Stroberi merupakan buah yang tidak boleh dimakan saat batuk. Alasannya pun serupa dengan buah pisang.
Stroberi memicu produksi histamin yang menyebabkan batuk
Penelitian yang diterbitkan The Journal of Medicine Netherlands, buah stroberi pun dikategorikan sebagai buah yang memicu produksi histamin dari dalam tubuh. Pada kasus lain, ada pula alergi stroberi. Salah satu gejala alergi stroberi adalah batuk-batuk.

Buah yang dianjurkan saat batuk

Memang, buah yang tidak boleh dimakan saat batuk sebenarnya memicu alergi. Namun, tidak perlu khawatir. Saat batuk, kita tetap boleh mengonsumsi buah-buahan. Inilah buah-buahan yang bagus untuk batuk:

1. Apel

Apel memiliki kandungan bernama quercetin. Selain sebagai antioksidan, kandungan ini diketahui bagus untuk meredakan batuk akibat alergi.Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Multidisciplinary Digital Publishing Institute Molecules, quercetin bersifat antialergi sebab mampu menghambat produksi histamin di dalam tubuh.Alergi pun juga menyebabkan radang. Quercetin bekerja sebagai antiradang yang mampu menurunkan sitokin, zat pemicu radang dalam tubuh.

2. Nanas

Nanas mengandung senyawa bernama bromelain. Menurut penelitian yang diterbitkan pada jurnal Hindawi, bromelain mampu menghambat penyakit saluran pernapasan yang diakibatkan alergi.
Bromelain mampu mengurangi sensitivitas terhadap alergi
Selain itu, bromelain juga membuat tubuh tidak lebih sensitif terhadap alergi. Sayangnya, penelitian ini masih diujicobakan pada tikus.

3. Blewah

Blewah boleh dimakan saat batuk karena terbukti kaya akan vitamin A. Kandungan vitamin A pada buah ini sebesar 169 mcg. Hal ini berarti blewah mampu memenuhi 28% kebutuhan vitamin A harian yang telah ditetapkan pada Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 Tahun 2019.Menurut penelitian yang diterbitkan pada jurnal Medicine (Baltimore), vitamin A mampu meningkatkan fungsi paru-paru. Selain itu, vitamin A juga mampu mengontrol asma yang kumat karena alergi. Salah satu tanda-tanda asma adalah batuk.

4. Manggis

Manggis bukan buah yang menyebabkan batuk karena diketahui memiliki sifat antiradang dan antihistamin.
Manggis mengandung zat yang menghambat batuk pada asma
Berdasarkan penemuan yang diterbitkan jurnal Biological & Pharmaceutical Bulletin menunjukkan, kandungan alfamangostin pada manggis mampu menghambat aktivitas produksi histamin, yang menyebabkan alergi, salah satunya batuk pada asma.

Catatan dari SehatQ

Buah yang tidak boleh dimakan saat batuk adalah buah-buahan yang mengandung histamin karena dapat memicu alergi. Batuk itu sendiri adalah salah satu tanda alergi.Sementara itu, buah yang bagus untuk batuk lumrahnya mengandung zat-zat yang bersifat antihistamin, seperti quercetin dan bromelain.Namun, perlu diingat, belum ada penelitian yang cukup kuat untuk membuktikan bahwa makanan memengaruhi peningkatan produksi histamin.Buah-buahan yang bagus untuk batuk juga tidak bisa digunakan sebagai pengganti obat batuk. Konsumsi buah-buahan ini hanya dapat membantu meningkatkan sistem imun agar Anda lebih cepat sembuh. Jika batuk masih berlanjut, segera temui dokter untuk penanganan lebih lanjut.
alergiasmabatukantihistamin
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/allergies/symptoms/ (Diakses pada 13 September 2020)Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/allergies/symptoms-causes/syc-20351497 (Diakses pada 13 September 2020)Asthma and Allergy Foundation of America. https://www.aafa.org/allergy-facts/ (Diakses pada 13 September 2020)Web MD. https://www.webmd.com/allergies/what-are-histamines (Diakses pada 13 September 2020)Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324308 (Diakses pada 13 September 2020)Multidisciplinary Digital Publishing Institute. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6306728/ (Diakses pada 13 September 2020)American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/changes-you-can-make-to-manage-high-blood-pressure/how-potassium-can-help-control-high-blood-pressure (Diakses pada 13 September 2020)Annals of Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5839887/ (Diakses pada 13 September 2020)The Journal of Medicine Netherlands. http://njmonline.nl/getpdf.php?t=a&id=334 (Diakses pada 13 September 2020)Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323067 (Diakses pada 13 September 2020)Multidisciplinary Digital Publishing Institute Molecules. https://www.mdpi.com/1420-3049/21/5/623/htm (Diakses pada 13 September 2020)Hindawi. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3870104/ (Diakses pada 13 September 2020)United States Department of Agriculture. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html (Diakses pada 13 September 2020)Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 Tahun 2019. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf (Diakses pada 13 September 2020)Medicine (Baltimore). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5839812/ (Diakses pada 13 September 2020)Biological & Pharmaceutical Bulletin. https://www.researchgate.net/publication/11160082_Inhibitions_of_Histamine_Release_and_Prostaglandin_E2_Synthesis_by_Mangosteen_a_Thai_Medicinal_Plant (Diakses pada 13 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait