Buah Kasturi, Mangga Endemik Kalimantan yang Terancam Punah

Buah kasturi umumnya berwarna lebih gelap, baik daging dan kulitnya, ketimbang mangga lainnya
Buah mangga kasturi memiliki karakteristik yang berbeda dengan mangga lainnya

Pernahkah Anda mencicipi buah kasturi? Bila ya, Anda bisa jadi termasuk orang yang beruntung mengingat buah endemik dari Pulau Kalimantan ini sudah sangat sulit ditemukan.

Buah kasturi dikenal juga dengan nama mangga kasturi (Mangifera casturi) atau mangga Kalimantan. Oleh Perserikatan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), buah kasturi ini dikategorikan sebagai buah yang Extinct in the Wild (EW) alias sudah punah di alam liar.

Meski demikian, masyarakat Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan, masih ada yang menanamnya di pekarangan rumah. Seperti apa buah kasturi itu? Apa pula manfaatnya bagi kesehatan manusia?

Lebih jauh mengenal buah kasturi

Buah kasturi banyak ditemukan di Kabupaten Banjar dan hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Tanaman ini dapat tumbuh di lahan kering dan lahan rawa pasang-surut yang memang banyak terdapat di daerah kalimantan.

Bentuk pohonnya mirip dengan mangga biasa (Mangifera indica), yakni tanamannya bisa mencapai tinggi 25-50 meter, diameter batang 40-115 cm, dan rindang. Bila dipotong, kulit batang akan mengeluarkan getah yang mula-mula bening, kemudian menjadi kemerahan dan menghitam dalam beberapa jam.

Namun berbeda dengan mangga biasa, buah kasturi memiliki bentuk bulat atau elips yang kecil-kecil. Berat per buahnya hanya sekitar 60-85 gram, panjang 4,5-5,5 cm, dan lebar 3,5- 3,9 cm.

Daging buahnya juga berserabut, tekstur buah agak kasar, rasanya manis sedikit asam, serta memiliki aroma yang khas. Kekurangan lain dari mangga kasturi adalah daging buah yang tidak tebal karena bijinya yang berukuran cukup besar.

Ketika memasuki musim panen (sekitar November-Januari), buah kasturi akan terlihat sangat lebat. Hanya saja, masa panen mangga kasturi yang cukup singkat sehingga membuat tanaman ini kurang terlihat menarik untuk dibudidayakan sebagai mangga komersial.

Kandungan dan manfaat buah kasturi

Pada sebuah penelitian, buah kasturi terbukti mengandung nutrisi yang berguna bagi tubuh manusia, misalnya terpenoid dan polifenol yang dapat bertindak sebagai zat antioksidan. Polifenol sendiri dikenal sebagai zat yang dapat menghadirkan berbagai manfaat bagi kesehatan manusia, seperti:

  • Antiperadangan

Polifenol dapat menangkal efek radikal bebas yang masuk ke tubuh manusia. Bila tidak segera dihilangkan, radikal bebas ini dapat mengakibatkan inflamasi alias peradangan yang berpotensi memunculkan berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung.

Manfaat pohon kasturi sebagai pencegah diabetes juga bisa dirasakan lewat ekstrak akar atau batangnya. Di bagian tersebut, terdapat saponin dan tanin yang merupakan senyawa aktif glikosida triterpena yang dapat menghambat penyerapan glukosa dan mencegah naiknya glukosa dalam darah.

  • Mencegah penggumpalan darah

Ini merupakan salah satu manfaat polifenol yang terdapat dalam buah kasturi. Dalam sebuah penelitian, polifenol dapat menghambat terjadinya penyumbatan pada sel darah merah yang mungkin terbentuk ketika mengalir di pembuluh darah manusia.

  • Menyehatkan pencernaan

Penelitian lain juga mengungkap manfaat polifenol sebagai zat yang merangsang pertumbuhan bakteri baik di dalam saluran cerna. Konsumsi makanan yang mengandung polifenol dipercaya dapat melawan perkembangan bakteri jahat, seperti C. difficile, E. coli, dan Salmonella.

  • Meningkatkan fungsi otak

Dengan menurunnya risiko penggumpalan darah, aliran darah ke otak akan lebih lancar sehingga akan meningkatkan fungsi otak itu sendiri. Hal ini akan terasa ketika Anda menjadi lebih fokus dan tidak cepat lupa.

Untuk mendapatkan manfaat di atas, Anda dapat mengonsumsi buah kasturi seperti halnya makan mangga biasa. Buah ini bisa dikonsumsi langsung atau dijadikan campuran dalam minuman es buah, dibuat menjadi puding, dan lain-lain.

Perlu dicatat bahwa manfaat buah kasturi di atas masih perlu diteliti lebih dalam. Bila Anda memiliki keluhan sehubungan kondisi di atas, segera konsultasikan dengan dokter.

IUCN Red List. https://www.iucnredlist.org/species/32059/61526819
Diakses pada 29 April 2020

Semantics Scholar. https://pdfs.semanticscholar.org/3d45/b5af69930a0b98558612b124714e32f9daf7.pdf
Diakses pada 29 April 2020

UGM. http://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/65039
Diakses pada 29 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/polyphenols
Diakses pada 29 April 2020

Artikel Terkait