logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Kenali Gejala Bronkopneumonia pada Anak dan Cara Mengatasinya

open-summary

Bronkopneumonia pada anak adalah jenis pneumonia yang menyebabkan peradangan pada alveoli. Kondisi ini dapat ditandai dengan demam tinggi, sesak napas, batuk , keringat berlebih, dan muntah.


close-summary

3.1

(20)

27 Des 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Bronkopneumonia pada anak adalah penyakit mematikan

Gejala bronkopneumonia pada anak adalah batuk lendir dan sesak napas

Table of Content

  • Apa itu bronkopneumonia?
  • Penyebab bronkopneumonia pada anak
  • Bronkopneumonia menular atau tidak?
  • Gejala bronkopneumonia pada anak
  • Komplikasi bronkopneumonia pada anak
  • Bisakah bronkopneumonia pada anak disembuhkan?

Salah satu penyebab kematian terbesar anak berusia di bawah 5 tahun adalah penyakit bronkopneumonia. Pemicu bronkopneumonia pada anak bisa disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Meskipun demikian, kondisi ini umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu 3 minggu.

Advertisement

Dalam kasus bronkopneumonia anak, mereka dapat mengalami gangguan pernapasan layaknya pneumonia pada orang dewasa. Selain anak-anak, orang lanjut usia juga rentan menderita penyakit ini.

Untuk mengantisipasi masalah ini, mari kita pahami apa itu bronkopneumonia, beserta penyebab, gejala, dan cara mengobatinya.

Apa itu bronkopneumonia?

Bronkopneumonia adalah jenis dari pneumonia yang menyebabkan peradangan pada alveoli, yakni tempat di mana paru-paru dan darah bertukar oksigen serta karbon dioksida selama proses pernapasan.

Anak yang mengidap bronkopneumonia dapat mengalami gangguan pernapasan karena terdapat penyempitan saluran udara. Peradangan yang menyertai bronkopneumonia anak juga mengakibatkan paru-paru tidak mendapatkan cukup udara.

Mengenai laporan kasus bronkopneumonia pada anak dalam CMScript Issue 4 tahun 2019, setidaknya ada 920.136 anak-anak di bawah 5 tahun dari penjuru dunia yang meninggal dunia akibat pneumonia pada tahun 2015. Sekitar 85 persen kasus kematian tersebut disebabkan oleh penyakit bronkopneumonia.

Penyebab bronkopneumonia pada anak

Seperti yang disinggung di atas, bronkopneumonia pada anak bisa terjadi karena bakteri, virus, maupun jamur.

Bakteri yang paling sering menyebabkan bronkopneumonia pada anak adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenza tipe B (Hib).

Menurut ahli, ketika bakteri, virus, atau jamur masuk ke dalam alveoli, mereka akan berkembang biak semakin banyak. Tubuh pun akan merespon dengan menghasilkan sel darah putih. Di sinilah titik terjadinya peradangan.

Idealnya, pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi di dalam paru-paru, utamanya di alveolus.

Namun pada penderita bronkopneumonia pada anak, terjadi peradangan atau inflamasi di dalam paru-paru sehingga gelembung alveolus justru terisi cairan. Konsekuensinya, fungsi normal paru-paru untuk bernapas menjadi terganggu. 

Anak-anak lebih mungkin terkena bronkopneumonia jika memiliki:
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti dari kanker
  • Masalah kesehatan (kronis) yang sedang berlangsung, seperti asma atau cystic fibrosis
  • Masalah dengan paru-paru atau saluran udara
  • Anak-anak di bawah 1 tahun beresiko jika mereka berada di sekitar asap rokok. 

Selain anak-anak berusia di bawah 5 tahun, beberapa faktor risiko lain juga menyebabkan seseorang rentan terinfeksi bronkopneumonia, seperti:

  • Berusia di atas 65 tahun
  • Merokok atau mengonsumsi alkohol berlebih
  • Terinfeksi masalah pernapasan seperti flu
  • Mengonsumsi obat yang mengganggu kekebalan tubuh
  • Baru menjalani operasi atau mengalami trauma fisik
  • Penyakit paru-paru jangka panjang (asma, fibrosis kistik, penyakit paru obstruktif kronis).

Baca Juga

  • Mengenal Clostridium difficile, Bakteri Berbahaya yang Bisa Mengancam Nyawa
  • Mengenal Sederet Pencegahan Flu Burung yang Penting untuk Dilakukan
  • Ciri-ciri Bakteri Vagina yang Mudah Dikenali agar Cepat Diobati

Bronkopneumonia menular atau tidak?

Bronkopneumonia adalah penyakit yang menular. Sebagian besar kasus penyakit ini disebabkan oleh bakteri.

Di luar tubuh, bakteri itu dapat menular dan ditularkan ke banyak orang yang berdekatan lewat bersin dan batuk. Anak dapat terinfeksi jika ia menghirup udara yang terkontaminasi bakteri tersebut.

Selain Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenza tipe B (Hib), masih ada bakteri lain yang bisa menjadi penyebab bronkopneumonia pada anak, di antaranya:

  • Pseudomonas aeruginosa
  • Escherichia coli
  • Klebsiella pneumoniae
  • Proteus species.

Gejala bronkopneumonia pada anak

anak batuk
Bronkopneumonia dapat menyebabkan batuk dan nyeri dada

Hingga kini, bronkopneumonia pada bayi atau anak termasuk salah satu penyakit mematikan paling umum yang menyerang anak-anak di bawah 5 tahun.

Gejala yang dirasakan pun bisa berbeda, mulai dari ringan hingga parah:

  • Demam tinggi
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Batuk berlendir kuning atau hijau
  • Keringat berlebih
  • Menggigil
  • Nyeri otot
  • Lemas
  • Hilang nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Disorientasi
  • Mual dan muntah
  • Batuk darah
  • Detak jantung cepat
  • Mengi
  • Dehidrasi
  • Mudah marah.

Ciri-ciri bronkopneumonia pada anak di atas tidak boleh diremehkan. Anda disarankan untuk segera membawa si kecil ke rumah sakit jika berbagai gejala di atas dialaminya.

Komplikasi bronkopneumonia pada anak

Bronkopneumonia yang parah atau tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi, terutama pada anak-anak. Karena mempengaruhi sistem pernapasan, kondisi ini bisa menjadi sangat serius bahkan sampai menyebabkan kematian.

Komplikasi bronkopneumonia yang harus diwaspadai, antara lain:

  • Gagal napas

Gagal napas terjadi ketika pertukaran oksigen dan karbon dioksida di paru-paru mengalami kegagalan. Penderitanya memerlukan ventilator atau alat bantu pernapasan untuk mengatasi masalah tersebut.

  • Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) 

Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) adalah bentuk kegagalan pernapasan yang lebih parah dan mengancam jiwa. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan cairan di alveoli atau kantong udara.

  • Sepsis

Sepsis disebut juga dengan keracunan darah. Infeksi ini menyebabkan respons imun berlebihan sehingga merusak organ dan jaringan tubuh. Sepsis dapat memicu kegagalan berbagai organ hingga kematian.

  • Abses paru-paru

Abses paru-paru adalah kantong berisi nanah yang dapat terbentuk di dalam paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan batuk berdahak yang mengandung darah atau nanah. Abses paru bisa berakibat fatal jika tidak ditangani.

Bronkopneumonia adalah kondisi yang tidak boleh diabaikan. Oleh sebab itu, segera bawa anak ke dokter jika menunjukkan gejala penyakit tersebut.

Bisakah bronkopneumonia pada anak disembuhkan?

anak minum air putih
Minum lebih banyak air putih untuk mengencerkan dahak

Sebagian orang mempertanyakan apakah bronkopneumonia bisa sembuh total atau tidak.

Menurut ahli, apabila anak yang menderita bronkopneumonia tidak memiliki masalah komplikasi lain, idealnya mereka bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 minggu. 

Perawatan untuk penderita bronkopneumonia pada anak pun bisa dari rumah dengan beristirahat dan minum obat yang diresepkan dokter. Namun apabila kasusnya lebih parah, mungkin saja diperlukan perawatan di rumah sakit.

Apabila diketahui bronkopneumonia pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri, maka dokter akan memberikan antibiotik. Konsumsinya harus sesuai dengan mekanisme kerja antibiotik, dihabiskan sesuai dengan dosis anjuran.

Sementara itu, jika bronkopneumonia pada anak disebabkan oleh virus, maka dokter akan memberikan imunomodulator atau obat yang meningkatkan imunitas tubuh.

Umumnya, bronkopneumonia pada anak yang disebabkan oleh virus dapat sembuh setelah 1-3 minggu.

Selain menjalani pengobatan medis, tak kalah penting melakukan beberapa hal untuk meredakan gejala seperti:

  • Minum banyak air untuk mengencerkan dahak
  • Banyak istirahat
  • Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter

Di sisi lain, penting bagi orangtua untuk memberikan perlindungan untuk anak dengan memberikan imunisasi PCV yang berisi vaksin pneumokokus. Selalu budayakan pula CTPS (cuci tangan pakai sabun) untuk menghindari terinfeksi virus atau bakteri.

Penularan bronkopneumonia pada anak bisa terjadi lewat liur ketika ada orang batuk atau bersin di sekitar. Ketika merasakan gejala yang berhubungan dengan keluhan saluran pernapasan, jangan tunda untuk memeriksakan anak ke dokter anak.

Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai bronkopneumonia pada anak,  tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di AppStore dan Google Play.

Advertisement

infeksi bakteriinfeksi virusbronkitisradang paru-parupneumoniagangguan pernapasan

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved