Bronkitis pada Bayi, Kenali Gejala hingga Cara Mengatasinya

(0)
04 Jun 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bronkitis pada bayi dapat menyebabkan sesak napasBronkitis pada bayi dapat terjadi akibat infeksi virus
Bukan hanya orang dewasa, bronkitis juga bisa menyerang bayi. Bronkitis pada bayi terjadi ketika saluran udara yang menghubungkan tenggorokan dan paru-paru bayi (bronkial) mengalami peradangan.Penyakit bronkitis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu akut dan kronis. Bronkitis akut biasanya berkembang dengan cepat dan tidak berlangsung lama, sedangkan bronkitis kronis perkembangannya lebih lambat dan berlangsung lama.

Gejala bronkitis pada bayi

Bronkitis pada bayi bisa menyebabkan udara sulit masuk dan keluar dari paru-paru, serta mengiritasi lapisan bronkial sehingga memicu produksi lendir secara berlebihan.Gejala bronkitis pada bayi awalnya mirip dengan flu biasa sehingga kerap disalahartikan sebagai penyakit lain. Berikut adalah ciri-ciri bronkitis pada bayi yang perlu diwaspadai.:
  • Rewel atau sering menangis
  • Batuk kering atau mengeluarkan lendir berwarna putih, kuning, atau kehijauan
  • Pilek
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Tidak enak badan
  • Nyeri atau sesak di dada
  • Mengi atau suara “ngik” saat mengeluarkan napas
  • Demam
  • Sesak napas.
Terkadang, bronkitis pada bayi juga bisa disertai infeksi telinga (otitis media). Gejala ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu. Jika si kecil menunjukkan masalah ini, sebaiknya segera bawa ke dokter.

Penyebab bronkitis pada bayi

bayi batuk
Bronkitis pada bayi dapat terjadi akibat infeksi virus atau bakteri
Penyebab bronkitis pada bayi umumnya adalah infeksi virus, bakteri, atau iritan yang memicu peradangan pada saluran bronkial. Berdasarkan jenisnya, berikut penyebab bronkitis pada bayi yang harus Anda waspadai:
  • Bronkitis akut

Bronkitis akut dapat terjadi akibat infeksi virus, misalnya virus influenza; infeksi bakteri, yaitu Mycoplasma pneumoniae; atau paparan zat yang mengiritasi paru-paru, seperti asap tembakau, debu, dan polusi udara. Akan tetapi, risiko bayi terkena bronkitis akut bisa lebih tinggi jika sering menghirup asap rokok dan menderita asma atau alergi.
  • Bronkitis kronis

Bronkitis kronis merupakan akibat dari iritasi berulang dan kerusakan pada jaringan saluran napas. Kondisi ini bisa terjadi akibat paparan jangka panjang terhadap asap rokok, polusi udara, debu, dan asap lingkungan.Selain itu, penyebab bronkitis pada bayi ini bisa dipicu oleh faktor genetik, bronkitis akut yang terjadi berulang, dan riwayat penyakit pernapasan yang dimiliki si kecil.Jika Anda perokok aktif, mulai dari sekarang hindari merokok di dekat bayi untuk mencegah bronkitis dan berbagai masalah lainnya. Mengenai bahayakah bronkitis pada bayi. Perlu Anda ketahui bahwa kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi pneumonia jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Pneumonia terjadi apabila infeksi telah menyebar lebih jauh ke paru-paru sehingga menyebabkan kantung udara di paru-paru terisi oleh cairan.

Cara mengatasi bronkitis pada bayi

Cara mengatasi bronkitis pada bayi tergantung pada penyebabnya, apakah karena virus, bakteri, atau iritan. Bronkitis akibat virus umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu.Untuk mempercepat pemulihan, Anda bisa memberikan cukup ASI atau susu formula untuk bayi dan memastikannya tidur dengan cukup. Jika ia mengalami demam, berilah obat demam yang dikhususkan untuk bayi.
bayi demam dan menangis
Beri obat demam jika bronkitis menyebabkan demam pada bayi
Sementara itu, untuk mengobati bronkitis pada bayi akibat bakteri, dokter mungkin akan meresepkan obat antibiotik. Ikuti resep yang diberikan dokter dengan benar supaya si kecil bisa segera sembuh.Terakhir, jika bronkitis terjadi akibat faktor iritan, Anda harus menjauhkan bayi dari pemicu tersebut. Mengonsumsi madu dapat mengurangi keparahan dan durasi batuk si kecil. Namun, pastikan ia telah berusia di atas 1 tahun sebelum memberikannya madu supaya terhindar dari risiko botulisme.Botulisme adalah keracunan yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Bakteri tersebut bisa menyerang sistem saraf bayi bahkan mengancam jiwa. Jadi, jangan sampai pemberian madu membahayakan si kecil.Selain itu, Anda juga perlu melakukan sejumlah perubahan gaya hidup untuk mencegah bronkitis pada bayi, seperti berhenti merokok, tidak menyentuh bayi saat tangan sedang kotor, dan menjauhkannya dari orang yang sakit. Bayi pun akan terlindungi dari masalah kesehatan yang mengintai.Bagi Anda yang ingin bertanya lebih lanjut seputar bronkitis pada bayi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. 
infeksi saluran pernapasanradang saluran pernapasansesak napasbronkitis
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/8888#treatment
Diakses pada 21 Mei 2021
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/bronchitis.html
Diakses pada 21 Mei 2021
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/bronchitis
Diakses pada 21 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait