Brisk Walking: Teknik dan Manfaatnya


Cara jalan yang benar dalam brisk walking adalah 100 langkah setiap menitnya. Bagi yang ingin menekuni, targetkan berjalan 30 menit setiap hari dan jaga konsistensinya. Manfaatnya adalah tubuh menjadi sehat.

0,0
16 Sep 2021|Azelia Trifiana
Jalan cepat menjadi kegiatan yang menyehatkanJalan cepat menjadi kegiatan yang menyehatkan
Menyenangkan sekaligus menyehatkan. Itulah keunggulan dari aktif bergerak sehari-hari. Termasuk ketika melakukan brisk walking atau jalan cepat. Namun, tentu saja harus tahu cara jalan cepat yang benar sehingga efektif dan terhindar dari cedera.Cara jalan yang benar dalam brisk walking adalah 100 langkah setiap menitnya. Bagi yang ingin menekuni, targetkan berjalan 30 menit setiap hari dan jaga konsistensinya.

Cara brisk walking yang benar

Tentu istilah jalan cepat bisa berarti relatif. Sebab, cepat bagi satu orang belum tentu sama dengan lainnya. Untuk mengetahui cara jalan cepat yang benar sehingga benar-benar bermanfaat, ini beberapa aturannya:

1. Teknik

Tak kalah penting, pastikan teknik saat brisk walking sudah benar-benar tepat. Cara jalan cepat yang benar juga dapat menghindari terjadinya cedera. Apa saja?
  • Kepala menatap ke depan, tidak menunduk
  • Pundak, leher, dan punggung rileks namun tidak bungkuk
  • Otot perut tetap aktif
  • Berjalan dengan kecepatan stabil
  • Saat berjalan, tumit hingga jari kaki ikut bergerak
  • Ayunkan tangan dengan bebas, bisa juga ditambah sedikit gerakan memompa

2. Sesuaikan dengan detak jantung target

Salah satu cara untuk menentukan apakah Anda berjalan sudah cukup cepat atau tidak adalah dengan mengukur detak jantung. Bagi orang dewasa, target detak jantung yang aman adalah 50-85% dari nilai maksimalnya.Untuk menghitung nilai maksimal, cukup dengan mengurangi 220 detak per menit dikurangi usia. Contohnya bagi orang yang berusia 30 tahun, artinya 220-30 = 190 detak per menit adalah nilai maksimalnya.Artinya, cara jalan yang tepat dalam brisk walking bagi orang berusia 30 tahun adalah menghasilkan 95-162 detak per menitnya.

3. Cara berbicara

Tanpa perlu menghitung, cara berbicara juga bisa jadi indikator bagaimana performa seseorang ketika melakukan brisk walking. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
  • Apabila masih bisa bernyanyi kencang, artinya kecepatan berjalan terlalu rendah
  • Apabila tidak bisa berbicara karena kehabisan napas, artinya intensitasnya terlalu kuat
  • Jika bisa berbicara dengan nyaman namun sesekali kehabisan napas, artinya sudah berjalan cepat dengan intensitas sedang

4. Frekuensi

Rekomendasi ideal untuk berolahraga adalah 150 menit per minggunya dengan intensitas sedang. Sementara jika intensitasnya tinggi, cukup 75 menit per minggu.Artinya, apabila melakukan jalan cepat dengan intensitas sedang, maka alokasikan 30 menit setiap harinya. Kemudian, lakukan selama lima hari dalam sepekan.Namun jika tidak memungkinkan untuk berjalan selama 30 menit setiap harinya, bisa dipecah menjadi tiga kali brisk walking berdurasi 10 menit, atau dua kali dengan durasi 15 menit.

Manfaat brisk walking

Jika belum mencoba atau masih ragu ingin mulai olahraga ini, berikut ini manfaat yang bisa didapat:
  • Membakar kalori

Meski tidak menargetkan menurunkan berat badan pun, membakar kalori akan sangat baik untuk metabolisme tubuh yang optimal. Sebagai gambaran, orang dewasa dengan berat badan 68 kilogram bisa membakar 240 kalori setiap jam apabila berjalan sedang. Namun ketika melakukan brisk walking, kalori yang dibakar bisa jauh lebih banyak yaitu 270 kalori.
  • Cocok untuk turunkan berat badan

Bagi yang sedang ingin menurunkan berat badan, biasanya disarankan untuk rutin berjalan kaki. Sebab, risiko mengalami cedera dari olahraga yang satu ini sangat rendah. Jadi, idealnya alokasikan 30-60 menit untuk berjalan kaki setiap harinya.
  • Postur tubuh lebih baik

Ketika teknik brisk walking makin tepat, maka postur tubuh pun akan jadi lebih baik pula. Alasannya, cara jalan cepat yang benar adalah dengan menjaga tubuh tetap tegak. Ketika tubuh tegak, maka tulang rusuk akan membuka sehingga napas lebih mudah.Di sisi lain, punggung melengkung, pinggang condong ke depan, atau pundak yang tidak tegak hanya akan menghambat cara jalan yang benar dan menjadi lebih lambat.
  • Mental dan emosi stabil

Bukan hanya manfaat terhadap fisik, jalan cepat juga bisa bermanfaat untuk kesehatan mental. Emosi bisa jadi lebih stabil, seperti yang diungkap dalam studi pada tahun 2017 ini. Orang berusia lanjut yang aktif berjalan cepat memiliki fungsi kognitif lebih baik ketimbang yang tidak rutin.Menariknya lagi, berjalan cepat di luar ruangan dapat menjadi metode rehabilitasi alami bagi pasien depresi. Sebab, menyatu dengan alam seperti forest bathing bisa menjadi pengusir stres tanpa obat.

Catatan dari SehatQ

Untuk memastikan Anda melakukan cara jalan cepat yang benar, fokus pada postur tubuh. Pastikan tiap gerakan dilakukan dengan alokasi kekuatan sesuai porsi, sembari melihat lurus ke depan.Gerakkan pula tangan ke depan dan belakang. Indikator paling mudah untuk menentukan apakah Anda sudah melakukan brisk walking adalah dengan melihat cara berbicara. Jika masih bisa berbicara namun tidak memungkinkan bernyanyi, itu sudah tepat.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar brisk walking dan manfaatnya untuk kesehatan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
olahragatips olahragapola hidup sehat
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/467323-what-is-the-meaning-of-brisk-walking/
Diakses pada 3 September 2021
Peer J. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5652256/
Diakses pada 3 September 2021
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/364007-how-much-brisk-walking-is-good-exercise/
Diakses pada 3 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/brisk-walking#bottom-line
Diakses pada 3 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait