Brain Fog Adalah Saat Otak Tiba-tiba Lupa Sesuatu, Kenali Penyebabnya

Brain fog adalah ketika Anda mendadak tidak dapat mengingat sesuatu
Brain fog memengaruhi kemampuan Anda dalam berpikir sehingga membuat Anda lupa, kebingungan, dan kacau

Pernahkah Anda tiba-tiba lupa apa yang ingin diucapkan saat sedang membicarakan sesuatu dengan orang lain? Kondisi lupa sesaat yang disebut brain fog ini tak hanya terjadi ketika Anda ingin berbicara, tetapi juga ketika Anda mendadak tidak ingat harus melakukan sesuatu.

Anda menuju dapur untuk mengambil sesuatu, namun sesampainya di dapur, Anda justru tidak dapat mengingat benda apa yang Anda cari. Atau mungkin Anda pernah kesulitan mengingat di mana Anda memarkir mobil setelah Anda selesai berbelanja bulanan.

Sebenarnya kondisi mendadak lupa ini adalah sesuatu yang wajar bagi sebagian besar orang. Namun terkadang, brain fog terlalu sering terjadi dan mengganggu kehidupan. Yuk, cari tahu apa penyebab brain fog dan bagaimana mengatasinya di artikel ini.

Apa itu brain fog?

Brain fog bukanlah sebuah kondisi medis. Brain fog adalah sebuah gejala yang dapat memengaruhi kemampuan Anda dalam berpikir. Anda mungkin akan merasa kebingungan, sulit fokus, dan kacau ketika tidak dapat menyebutkan hal yang ingin Anda ucapkan. 

Seperti kabut, kondisi ini hanya muncul sesaat lalu kemudian hilang. Beberapa orang menggambarkannya sebagai akibat kelelahan mental. 

Brain fog mengganggu fungsi kognitif seperti:

  • Masalah memori
  • Ketidakjernihan pikiran
  • Konsentrasi yang buruk
  • Ketidakmampuan untuk fokus

Penyebab brain fog

Ada berbagai macam kemungkinan mengapa seseorang mengalami brain fog, mulai dari kurang tidur hingga kondisi medis tertentu. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab kabut otak:

1. Stres

Stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah, melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan memicu kelelahan mental. Saat otak Anda lelah, maka Anda menjadi lebih sulit untuk berpikir, menggunakan nalar, dan berkonsentrasi.

Selain itu, apabila Anda menderita sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome), maka Anda sangat mungkin mengalami brain fog. Penderita sindrom ini selalu merasa tubuh dan pikirannya selalu lelah sepanjang waktu. Akibatnya, ia sering kebingungan dan pelupa. 

Tidak ada obat yang diketahui dapat menyembuhkan sindrom kelelahan kronis, tetapi Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk mendapatkan penanganan tepat. Anda juga bisa melakukan olahraga ringan untuk membantu proses penyembuhan.

2. Kurang tidur

Kualitas tidur yang buruk juga dapat mengganggu kinerja otak. Waktu tidur yang kurang maupun yang berlebihan sama-sama memberi efek yang kurang baik bagi otak, seperti brain fog. Cobalah untuk tidur 8-9 jam setiap malam. Hindari konsumsi kafein di sore hari dan pastikan Anda tidak lagi bermain gadget menjelang jam tidur. 

3. Perubahan hormon

Perubahan hormon juga dapat memicu brain fog. Saat hamil, kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh wanita meningkat. Perubahan ini dapat memengaruhi memori dan menyebabkan gangguan kognitif jangka pendek. 

Hal ini juga terjadi pada wanita yang sudah menopause. Berkurangnya kadar estrogen saat menopause membuat para wanita mengalami brain fog. Biasanya hal ini terjadi satu tahun setelah siklus menstruasi terakhir atau sekitar usia 50 tahun. 

4. Menjalani diet

Nutrisi yang dikonsumsi juga berkaitan dengan kabut otak. Kekurangan vitamin B12 disebut dapat memengaruhi fungsi otak dan menyebabkan brain fog

Bila Anda memiliki alergi terhadap makanan tertentu, kabut otak dapat terjadi setelah Anda mengonsumsi alergen, seperti MSG, aspartam, kacang, maupun produk susu (dairy product). Menghindari makanan pemicu dapat membantu mengurangi terjadinya kabut otak.

5. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Jika Anda mengalami brain fog setelah mengonsumsi obat, coba sampaikan keluhan Anda ini pada dokter. Bisa saja brain fog merupakan efek samping dari obat tersebut. Dokter akan mengurangi dosis atau menggantinya dengan obat lain untuk membantu mencegah terjadi brain fog.

Pengobatan kanker seperti kemoterapi yang menggunakan jenis obat yang kuat juga dapat menyebabkan kabut otak yang sering disebut chemo brain. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi akan kesulitan mengingat hal-hal detail seperti nama atau tanggal, tidak bisa multitasking, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Kondisi ini biasanya akan berlalu dengan cepat, tetapi sebagian orang dapat terpengaruh untuk waktu yang lama setelah perawatan. 

6. Kondisi medis

Kondisi medis seperti peradangan (inflamasi), kelelahan, atau perubahan kadar glukosa darah ternyata juga dapat menyebabkan kelelahan mental. Penderita fibromyalgia juga dapat mengalami brain fog yang sama setiap hari.

Sementara itu, penyakit lain yang juga dapat menyebabkan kabut otak adalah:

  • Anemia
  • Depresi
  • Diabetes
  • Sindrom Sjogren
  • Migrain
  • Penyakit Alzheimer
  • Hipotiroid
  • Penyakit autoimun, seperti lupus, arthritis, dan multiple sclerosis
  • Dehidrasi

Bagaimana mengatasi brain fog?

Mengatasi brain fog atau kelelahan mental bergantung pada penyebabnya. Misalnya, jika Anda adalah penderita anemia yang sering mengalami brain fog, maka mengonsumsi suplemen zat besi dapat membantu mengatasi hal tersebut. 

Pada kasus yang lebih ringan, mengatasi brain fog dapat dilakukan dengan memastikan kebutuhan nutrisi telah terpenuhi, mengganti jenis obat yang diminum, atau meningkatkan kualitas tidur.

Berikut ini hal-hal yang dapat Anda lakukan dalam mengatasi brain fog:

  • Tidur 8-9 jam setiap malam
  • Mengendalikan stres dengan memahami batasan diri
  • Mengurangi kafein dan alkohol
  • Olahraga
  • Melatih kekuatan otak dengan senam otak, menjawab teka-teki, bermain puzzle, atau permainan lain yang baik untuk fungsi kognitif
  • Melakukan hobi
  • Memastikan menu makanan mengandung gizi seimbang

Kapan perlu ke dokter?

Brain fog yang terjadi sesekali masih terhitung wajar. Namun apabila kondisi ini sering terjadi atau semakin memburuk, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Kabut otak dapat menjadi sinyal masalah kesehatan lainnya sehingga dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui kondisi kesehatan mental Anda, diet yang sedang dijalani, aktivitas fisik, serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Sampaikan pada dokter jika ada gejala lain yang menyertai, seperti rambut rontok, kulit kering, kenaikan berat badan, kuku rapuh, dan sebagainya. Dokter biasanya akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan darah untuk mendeteksi:

  • Kadar gula darah yang abnormal
  • Fungsi hati, ginjal, dan tiroid yang buruk
  • Kekurangan nutrisi
  • Infeksi
  • Penyakit yang menyebabkan peradangan

Dari hasil tes darah, dokter akan menentukan langkah selanjutnya untuk mendiagnosis brain fog, seperti sinar X, MRI, atau CT scan. Bila perlu, dokter juga akan melakukan tes alergi maupun mengecek kualitas tidur Anda.

Catatan dari SehatQ

Brain fog merupakan sesuatu yang wajar. Namun bila terjadi terus-menerus, tentu dapat membuat penderitanya frustrasi. Jangan mengabaikan gejala-gejala yang muncul. Bila tidak diatasi, brain fog dapat mengganggu kualitas hidup Anda. Mengetahu penyebab brain fog akan membantu Anda menemukan perawatan yang tepat untuk mengatasi kondisi ini.

Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-fog
Diakses 31 Juli 2020

Patient. https://patient.info/news-and-features/why-we-get-brain-fog-and-what-to-do-about-it
Diakses 31 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/brain/ss/slideshow-brain-fog
Diakses 31 Juli 2020

Artikel Terkait