Bolehkah Ziarah Kubur Saat Pandemi Corona? Ini Penjelasan Kementerian Agama

Ziarah kubur menjelang bulan puasa menjadi tradisi yang biasa dilakukan oleh umat Islam
Mengikuti anjuran Kementerian Agama, ziarah kubur saat pandemi corona diganti dengan berdoa di rumah (Sumber: 123rf/Udey Ismail)

Memang sudah menjadi tradisi bagi umat muslim di Indonesia untuk melakukan ziarah kubur menjelang bulan puasa. Meski dapat dilakukan setiap saat, namun ziarah kubur menjelang bulan puasa mempunyai makna yang sangat istimewa karena bulan Sya’ban ini memiliki nilai keutamaan dibanding bulan lainnya. Kini, muncul berbagai pertanyaan mengenai ziarah kubur saat pandemi corona.

Bolehkah ziarah kubur saat pandemi corona?

Dilansir dari Radio Republik Indonesia (RRI), Kementerian Agama mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan ziarah kubur menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1441 Hijriyah karena masih mewabahnya Covid-19 di Indonesia. Dikhawatirkan ketika berziarah, risiko penularan penyakit tersebut bisa terjadi.

Seperti yang telah diketahui, penyebaran virus corona baru (SARS-CoV-2) terjadi sangat cepat. Penyakit ini dapat menular dari orang ke orang melalui droplet dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi ketika batuk, bersin atau, membuang napas. Saat Anda menghirupnya, maka Anda bisa terinfeksi. 

Selain itu, Anda juga dapat tertular melalui benda atau permukaan yang telah terkontaminasi droplet orang terinfeksi. Ketika Anda menyentuh benda atau permukaan tersebut, kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut, maka Anda pun dapat terinfeksi Covid-19.

Oleh sebab itu, Kemenag pun meminta agar ziarah kubur diganti dengan berdoa di rumah masing-masing saja. “Insyaallah nilai pahalanya tidak berkurang sedikit pun,” ujar Wakil Kementerian Agama, Zainut Tauhit Sa’adi. Mengingat bahwa inti dari berziarah, yaitu mendoakan yang telah wafat sembari mengingat akhirat. 

Jadi, penting untuk tetap melakukan physical distancing di tengah pandemi ini agar penyebaran tak terus berlanjut. Bahkan Kemenag juga mengimbau untuk tidak bersilaturahmi secara langsung ke rumah keluarga maupun kerabat. Masyarakat pun masih dapat menggunakan media sosial dan media daring untuk silaturahmi dan bermaaf-maafan.

Ziarah kubur jenazah positif corona

Sempat tersiar kabar jika tanah kuburan jenazah positif Covid-19 juga dapat menularkan virus, sehingga pernah terjadi beberapa kasus penolakan penguburan jenazah korban corona di beberapa daerah. Akan tetapi, ini merupakan hal yang keliru. Pasalnya jenazah yang telah dikelola sesuai protokol telah masuk ke dalam peti sehingga kemungkinannya kecil bila terdapat virus di dalam tanah.

Meski tak dapat menularkan virus bukan berarti Anda dapat berziarah. Imbauan dari Kemenag untuk tidak berziarah tetap harus diindahkan. 

Melayat kerabat yang meninggal akibat corona 

Tubuh pasien Covid-19 yang baru meninggal kemungkinan dapat menularkan virus setidaknya selama berjam-jam atau berhari-hari. Sebab virus masih berada di sekresi pernapasan dan berpotensi masih bereproduksi pada sel-sel yang belum mati di paru-paru. 

Permukaan tubuh pasien, seperti tangan, pakaian, dan tempat lain di mana virus bersembunyi pun dapat menjadi sumber infeksi karena virus tetap aktif di permukaan untuk beberapa waktu. Menurut WHO, biasanya patogen yang membunuh orang tidak akan bertahan cukup lama untuk menyebar ke orang lain setelah kematian orang tersebut.

Akan tetapi, belum diketahui secara pasti berapa lama virus tersebut dapat bertahan. Oleh sebab itu, jenazah positif corona disarankan untuk segera dikuburkan.

Mayat pun tidak boleh dibiarkan terbuka. Jika ada penundaan penguburan, maka perlu diisolasi dan disimpan dalam suhu -10 derajat Celcius atau lebih. Mengikuti perilaku virus sebelumnya, suhu dingin atau panas yang ekstrem setidaknya dapat mengubah sifat virus. Jika tidak membunuhnya, maka bisa membuatnya tidak aktif. Penanganan jenazah positif corona pun harus dilakukan dengan sangat hati-hati menggunakan APD.

Jika ada orang yang dikenal meninggal akibat Covid-19 maka Anda juga sebaiknya tidak datang melayat karena dikhawatirkan keluarga dari jenazah tersebut juga telah terinfeksi Covid-19. Untuk saat ini, tetaplah melakukan physical distancing dan #dirumahaja agar penyebaran penyakit ini segera usai.

WHO. https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
Diakses pada 20 April 2020

Scientific American. https://www.scientificamerican.com/article/the-bodies-of-people-who-died-from-covid-19-may-still-be-contagious/
Diakses pada 20 April 2020

Gulf News. https://gulfnews.com/uae/health/can-dead-people-transmit-coronavirus-is-it-safe-to-attend-their-funeral-1.70474485
Diakses pada 20 April 2020

RRI. http://rri.co.id/post/berita/823596/nasional/kemenag_minta_umat_tidak_ziarah_kubur.html
Diakses pada 20 April 2020

Artikel Terkait