Bolehkah Memberi Obat Batuk Pilek Bayi? Ini Penjelasannya

(0)
03 Jan 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Obat pilek bayi atau obat batuk pilek bayi tidak boleh diberikan sembaranganBayi yang pilek tidak boleh sembarangan diberi obat
Tidak jarang orangtua panik saat melihat buah hatinya menderita batuk dan pilek. Namun, jangan terburu-buru memberi obat batuk pilek bayi, apalagi tanpa resep dokter.Dalam dunia medis, batuk dan pilek pada bayi dikenal dengan istilah common cold. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran hidung dan tenggorokan bayi sehingga ia mengalami penyumbatan pada saluran napas dan hidung berair atau berlendir.Common cold bukanlah penyakit yang asing pada bayi karena sistem imun mereka memang belum sempurna. Para ahli kesehatan menyatakan bayi masih dikatakan normal jika mengalami tujuh kali batuk-pilek di tahun pertama kelahirannya.

Bolehkah memberikan obat batuk pilek bayi?

Di pasaran, terdapat berbagai jenis obat batuk pilek bayi yang digadang-gadang mampu meredakan penyakit yang menimpa bayi Anda. Tetapi, jangan langsung membeli obat pilek bayi, kemudian memberikannya pada buah hati Anda tanpa resep dokter.Obat batuk yang dijual bebas biasanya tidak boleh dikonsumsi oleh anak yang berusia di bawah enam tahun. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) bahkan menyarankan obat batuk pilek tidak diberikan kepada anak yang berusia di bawah empat tahun, termasuk pada bayi.Common cold pada bayi juga tidak mempan diobati dengan antibiotik. Antibiotik hanya dapat membunuh penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, sedangkan pilek-batuk terjadi karena serangan virus.Sebetulnya, batuk pilek pada bayi akan sembuh sendiri tanpa konsumsi obat pilek bayi. Namun, Anda dapat memberi obat penurun panas seperti paracetamol, bila batuk-pilek pada bayi disertai oleh demam. Dosis pemberian paracetamol harus disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi.Jika Anda merasa khawatir, periksakan bayi Anda ke dokter terdekat. Dokter akan mengidentifikasi masalah kesehatan di tubuh bayi yang membuatnya terserang batuk maupun pilek.Dokter mungkin akan memberikan obat batuk pilek untuk menyembuhkan penyebab batuk tersebut. Jadi, bukan semata-mata menghilangkan gejala batuknya saja.

Mengatasi bayi batuk pilek tanpa obat

Karena si Kecil sebaiknya tidak minum obat batuk pilek bayi, tetap ada cara untuk meringankan gejala flu yang dialami oleh buah hati Anda. Penanganannya dapat berupa:
  • Memastikan bayi nyaman selama menderita batuk pilek dengan cara mengatur suhu ruangan agar tidak dingin sehingga akan membantu melegakan pernapasannya.
  • Berikan banyak cairan pada bayi. Jika bayi masih berusia di bawah enam bulan, lakukan gempur ASI atau perbanyak pemberian susu formula. Jika ia sudah berumur di atas enam bulan, Anda dapat memberi sumber cairan lain, seperti air putih, sup, sari buah, dan lain-lain.
  • Pastikan bayi lebih banyak beristirahat.
  • Menepuk punggung bayi untuk membantu meringankan hidung tersumbat. Anda dapat membaringkan bayi pada posisi tengkurap, lalu tepuk dengan lembut punggung bayi.
  • Hindari memencet hidung bayi terlalu keras ketika akan mengelurkan ingus.
Untuk meredakan jalan napasnya yang kerap tersumbat oleh lendir, terdapat beberapa produk yang bisa berperan sebagai obat pilek bayi, misalnya:
  • Larutan saline. Larutan ini bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter. Cara penggunaannya, teteskan larutan ke hidung bayi, kemudian sedot lendir di hidung bayi menggunakan alat khusus. Larutan ini sebaiknya diberikan 15 menit sebelum bayi menyusu agar ia dapat bernapas dan menyusu dengan nyaman.
  • Petroleum jelly. Oleskan di sekitar lubang hidung bayi bagian luar untuk melegakan pernapasannya. Jangan oleskan jelly atau bahan apa pun di dalam lubang hidung bayi karena dikhawatirkan akan menghambat jalan napasnya.
  • Pelembap ruangan. Letakkan alat ini di sudut ruangan bayi sehingga ia dapat bernapas lebih lega. Jika Anda tidak memiliki alat pelembap ruangan, Anda bisa memandikan bayi dengan air hangat.
Bayi biasanya mengalami batuk pilek karena tertular orang di sekitarnya. Jadi, pastikan bayi juga menghindari kontak dengan orang lain yang sedang menderita batuk pilek agar proses penyembuhannya berlangsung lebih cepat.Anda pun sebaiknya menggunakan masker ketika merawat bayi yang terkena batuk pilek agar penyakit yang sama tidak menulari Anda. Penggunaan masker juga penting agar tidak terjadi ping-pong batuk pilek antara Anda dan si Kecil.Meski batuk pilek biasanya sembuh sendiri dalam 1-2 minggu tanpa konsumsi obat batuk pilek bayi, Anda sebaiknya memeriksakan buah hati ke dokter bila ia memperlihatkan gejala, seperti:
  • Demam di atas 38,9 derajat celcius
  • Kesulitan bernapas
  • Tidak nafsu makan atau menyusu
  • Memperlihatkan gejala dehidrasi, misalnya menangis tanpa keluar air mata dan jarang buang air kecil
  • Ingin tidur terus-menerus
  • Terdapat kotoran mata dan mata berair
  • Ada bunyi mengi atau ‘ngik’ saat bernapas
  • Pilek tidak kunjung menghilang setelah 7 hari.
Wajah membiru ketika batuk.Jangan ragu menghubungi dokter bila home treatment yang Anda lakukan tidak menunjukkan hasil dalam seminggu. Langsung larikan bayi ke rumah sakit bila gejala menjadi tambah parah.
bayi pilekbatuk
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold-in-babies/symptoms-causes/syc-20351651
Diakses pada 2 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/children/guide/identify-child-cold-symptoms
Diakses pada 2 Januari 2020
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/batuk-lawan-atau-kawan
Diakses pada 2 Januari 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17834-common-cold-in-babies/management-and-treatment
Diakses pada 2 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait