Bolehkah Ibu Menyusui Minum Alkohol? Ketahui Faktanya


Ibu menyusui minum alkohol sebetulnya hal yang tidak boleh dilakukan. Sebab minuman beralkohol terbukti memengaruhi ibu dan bayi dengan mengurangi suplai ASI dan mengganggu tidur si Kecil.

(0)
12 Nov 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ibu menyusui minum alkohol bisa membahayakan kesehatanIbu menyusui minum alkohol sebetulnya jangan dilakukan
Bolehkah ibu menyusui minum alkohol kerap dipertanyakan, terutama jika ibu memiliki tradisi mengonsumsi alkohol.Saat hamil, Anda tidak diperbolehkan minum alkohol karena dapat membahayakan kehamilan dan janin. Namun setelah melahirkan, mungkin muncul keinginan untuk mencicipi alkohol kembali.Adanya anggapan alkohol dapat memengaruhi ASI dan berdampak buruk pada bayi bisa menimbulkan dilema atas keinginan Anda kembali mengonsumsi alkohol. Sebenarnya, boleh atau tidak minum alkohol saat menyusui?

Ibu menyusui minum alkohol, bolehkah?

Minum alkohol saat menyusui harus dibatasu
Saat Anda ingin mengetahui apakah ibu menyusui boleh minum alkohol atau tidak, perlu diketahui, efek alkohol pada bayi yang menyusu berkaitan secara langsung dengan jumlah alkohol yang ditelan ibu.Riset dari Official Journal of the American Academy of Pediatrics (AAP) pun merekomendasikan ibu menyusui boleh minum alkohol sesekali saja, terutama pada saat-saat penting, seperti tradisi. Namun, ini pun juga harus dibatasi.Jika ibu menyusui minum alkohol sesekali atau membatasinya satu gelas per hari, jumlah alkohol yang diterima bayi belum terbukti berbahaya. Satu gelas setara dengan ukuran 350 mL untuk alkohol 5 persen.Semakin tinggi kadar alkohol, maka harus semakin sedikit jumlah yang diminum. Meski demikian, akan jauh lebih baik dan aman jika ibu menyusui tidak minum alkohol dulu.Jika Anda tetap bersikukuh ingin minum alkohol, ingatlah bahwa kandungan alkohol juga mampu lewat dengan cepat dari aliran darah ke dalam ASI. Tentu, ini akan membahayakan Si Kecil.Kadar alkohol dalam ASI pun memuncak dalam 30-60 menit setelah Anda meminumnya. Namun, studi dari Basic & Clinical Pharmacology & Toxicology menunjukkan, hanya sebagian kecil dari jumlah alkohol yang masuk ke dalam ASI.Selain itu, sebagian besar alkohol juga akan keluar dari sistem metabolisme tubuh dalam waktu 2-3 jam, meski bergantung pada berapa persen alkohol yang diminum.Oleh sebab itu, sebaiknya ibu menunggu 2 jam atau lebih setelah minum alkohol agar lebih aman untuk menyusui bayi.Anda juga dapat memompa dan menyimpan ASI sebelum mengonsumsi alkohol, lalu memberikan bayi Anda ASI tersebut dari botol.

Efek minum alkohol untuk bayi dan ibu menyusui

Pola tidur bayi terganggu jika ibu menyusui minum alkohol
Jika Anda memahami apakah ibu menyusui boleh minum alkohol, maka Anda juga paham efeknya terhadap bayi.Bayi memproses alkohol lebih lambat dari orang dewasa. Bayi berusia 3 bulan atau kurang hanya memiliki kemampuan memetabolisme alkohol dua kali lebih lambat daripada orang dewasa. Hati bayi yang belum berkembang secara optimal, otaknya yang sedang berkembang pesat. Hal ini juga mungkin lebih rentan terhadap efek alkohol.Minum alkohol sesekali memang tidak terbukti berbahaya bagi bayi. Namun, jika ibu menyusui minum alkohol lebih dari satu gelas per hari atau secara berlebihan, kemungkinan hal ini akan berpengaruh terhadap berat badan bayi yang stagnanSelain itu, riset dari Official Journal of the American Academy of Pediatrics menemukan, efek membiarkan ibu menyusui boleh minum alkohol adalah pola tidur bayi juga terganggu, keterlambatan dalam keterampilan psikomotoriknya, dan keterlambatan kognitifnya kelak.Sekitar 3-4 jam setelah ibu minum alkohol, bayi pun menjadi lebih sedikit minum ASI dan tidur lebih sedikit daripada biasanya. Selain itu, skor kognitif pada bayi yang sebelumnya disusui oleh ibu peminum alkohol juga lebih rendah ketika mereka berusia 6-7 tahun.Meminum alkohol juga dapat meningkatkan risiko kematian bayi hingga 9 kali lipat pada kasus Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).Bukan hanya pada bayi, alkohol juga memberi efek pada ibu menyusui. Apabila ibu menyusui bayinya setelah mengonsumsi alkohol, ASI yang keluar menjadi lebih sedikit. Seiring waktu, hal ini pun dapat memengaruhi pasokan ASI secara keseluruhan.Sebuah studi dari Canadian Family Physician menunjukkan, terjadinya penurunan volume ASI sebanyak 23 persen setelah ibu minum alkohol. Selain itu, minum alkohol atau minuman keras juga dapat mengganggu kemampuan Anda dalam merawat bayi dengan aman.

Tips bila ibu menyusui terpaksa minum alkohol

Pompa dan simpan ASI sebelum konsumsi alkohol agar bayi tetap mendapatkan asupan ASI
Apabila Anda tidak sengaja mengonsumsi alkohol saat berada di pesta ataupun terpaksa karena tradisi, berikut tips menangani ibu menyusui minum alkohol:

1. Beri jeda waktu

Seperti yang telah dijelaskan di atas, beri jeda waktu selama dua jam setelah Anda mengonsumsi satu gelas alkohol sebelum Anda menyusui ataupun memompa ASI.Jumlah waktu yang diperlukan pun juga bergantung pada jumlah minuman alkohol yang dikonsumsi. Jika Anda mengonsumsi 2 gelas, maka gandakan jumlah waktu jeda.

2. Simpan ASI sebelum minum alkohol

Simpan persediaan ASI sebelum Anda menenggak alkohol. Hal ini bertujuan agar Si Kecil tidak mengonsumsi ASI yang telah tercemar alkohol dan jadwal pemberian ASI pun tetap tepat waktu.

3. Kosongkan ASI sebelum konsumsi alkohol

Anda bisa memompa ASI ataupun memerah ASI sebelum mengonsumsi alkohol agar payudara tidak membengkak dan terhindar dari mastitis. Selain itu, hal ini juga membuat Anda memiliki cadangan ASI untuk Si Kecil selama Anda masih minum alkohol.Tips lainnya yang bisa Anda lakukan adalah:
  • Batasi diri untuk minum alkohol hanya sesekali. Pikirkan bahwa minum alkohol berlebihan dapat memberi efek yang buruk bagi Anda maupun bayi.
  • Jangan lupa perbanyak minum air putih untuk mendapatkan berbagai manfaat yang baik selama menyusui.

Minuman yang dianjurkan untuk ibu meyusui

Air putih adalah minuman terbaik untuk ibu menyusui alih-alih alkohol
Alih-alih mempertanyakan ibu menyusui boleh minum alkohol, usahakan minum lebih banyak air putih dari biasanya setiap hari, apalagi ibu menyusui cenderung sering merasa haus.Minum air putih, terutama di minggu-minggu pertama kelahiran, dapat membantu tubuh cepat pulih. Selain itu, minum air putih juga mampu membantu meningkatkan pasokan ASI untuk bayi.Agar tetap terhidrasi, minumlah segelas air putih di setiap sesi menyusui. Sebab, jika tubuh tidak mendapat cukup cairan dan mengalami dehidrasi, maka pasokan ASI akan berkurang sehingga membuat bayi tak mendapat cukup ASI.Selain itu, Anda juga dapat mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti terkena infeksi saluran kemih (ISK), sembelit, dan kelelahan.Selain itu, mengonsumsi susu ibu menyusui juga lebih direkomendasikan. Susu formula khusus ibu menyusui ini terbukti memberikan asupan nutrisi yang diperlukan untuk menjaga suplai maupun kualitas ASI.Selain dari makanan untuk ibu menyusui, susu ibu menyusui pun juga mampu memenuhi asupan nutrisi, seperti vitamin, mineral, protein, karbohidrat, dan lemak.

Catatan dari SehatQ

Ibu menyusui boleh minum alkohol rupanya tidak membawa manfaat apapun. Justru, hal ini mampu memberikan dampak berbahaya bagi ibu dan bayi.Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait ibu menyusui boleh minum alkohol atau tidak, segera konsultasikan dengan dokter melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Apabila Anda ingin melengkapi keperluan ibu menyusui, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
alkoholibu menyusuimenyusuikecanduan alkohol
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/breastfeeding-and-alcohol#pump-and-dump
Diakses pada 12 November 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_alcohol-and-breastfeeding_3547.bc
Diakses pada 12 November 2019
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/breastfeeding/breastfeeding-diet.aspx
Diakses pada 12 November 2019
Official Journal of the American Academy of Pediatrics. https://pediatrics.aappublications.org/content/129/3/e827.full#sec-20
Diakses pada 31 Desember 2020
Basic & Clinical Pharmacology & Toxicology. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1111/bcpt.12149
Diakses pada 31 Desember 2020
Official Journal of the American Academy of Pediatrics. https://pediatrics.aappublications.org/content/101/5/e2.full
Diakses pada 31 Desember 2020
Canadian Family Physician. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2213923/pdf/11852608.pdf
Diakses pada 31 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait