Ibu menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi alkohol terlebih dahulu
Ibu menyusui sebaiknya membatasi atau tidak mengonsumsi alkohol dulu

Saat hamil, Anda tidak diperbolehkan minum alkohol karena dapat membahayakan kehamilan dan janin. Namun setelah melahirkan, mungkin muncul keinginan untuk menyicipi alkohol kembali.

Adanya anggapan alkohol dapat memengaruhi ASI dan berdampak buruk pada bayi, bisa jadi menimbulkan dilema atas keinginan Anda kembali mengonsumsi alkohol. Sebenarnya, boleh atau tidak minum alkohol saat menyusui?

Bolehkah ibu menyusui minum alkohol?

Efek alkohol pada bayi yang menyusu berkaitan secara langsung dengan jumlah alkohol yang ditelan ibu. Akademi kedokteran anak Amerika Serikat (AAP) pun merekomendasikan ibu menyusui hanya boleh minum alkohol sesekali saja.

Jika ibu hanya minum alkohol sesekali atau membatasinya satu gelas per hari, jumlah alkohol yang diterima bayi belum terbukti berbahaya. 1 gelas di sini maksudnya dengan ukuran 350 mL untuk alkohol 5 persen.

Semakin tinggi kadar alkohol maka semakin sedikit jumlah yang diminum. Meski demikian, akan jauh lebih baik dan aman jika ibu menyusui tidak minum alkohol dulu.

Alkohol mampu lewat dengan cepat dari aliran darah ke dalam ASI. Kadar alkohol dalam ASI pun memuncak dalam 30-60 menit setelah Anda meminumnya. Namun, studi menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil dari jumlah alkohol yang masuk ke dalam ASI.

Selain itu, sebagian besar alkohol juga akan keluar dari sistem metabolisme tubuh dalam waktu 2-3 jam, meski bervariasi tergantung dari berapa persen alkohol yang diminum.

Oleh sebab itu, sebaiknya ibu menunggu 2 jam atau lebih setelah minum alkohol agar lebih aman untuk menyusui bayi. Anda juga dapat memompa dan menyimpan ASI sebelum mengonsumsi alkohol, lalu memberikan bayi Anda ASI tersebut dari botol.

Efek minum alkohol untuk bayi dan ibu menyusui

Bayi memproses alkohol lebih lambat dari orang dewasa. Bayi berusia 3 bulan atau kurang bahkan hanya memiliki setengah kecepatan orang dewasa dalam memetabolisme alkohol. Hati bayi yang belum berkembang secara optimal, dan otaknya yang sedang berkembang pesat, juga mungkin lebih rentan terhadap efek alkohol.

Minum alkohol sesekali memang tidak terbukti berbahaya bagi bayi. Akan tetapi, jika ibu menyusui minum alkohol lebih dari satu gelas per hari atau secara berlebihan, kemungkinan hal ini akan berpengaruh terhadap berat badan bayi yang stagnan, pola tidurnya terganggu, keterlambatan dalam keterampilan psikomotoriknya, dan keterlambatan kognitifnya kelak.

Sekitar 3-4 jam setelah ibu minum alkohol, bayi pun menjadi lebih sedikit minum ASI dan tidur lebih sedikit daripada biasanya. Selain itu, skor kognitif pada bayi yang sebelumnya disusui oleh ibu peminum alkohol juga lebih rendah ketika mereka berusia 6-7 tahun.

Bukan hanya pada bayi, alkohol juga memberi efek pada diri ibu menyusui. Apabila ibu menyusui bayinya setelah mengonsumsi alkohol, ASI yang keluar menjadi lebih sedikit. Seiring waktu, hal ini pun dapat memengaruhi pasokan ASI secara keseluruhan.

Sebuah studi menunjukkan terjadinya penurunan volume ASI sebanyak 23 persen setelah ibu minum alkohol. Selain itu, minum alkohol atau minuman keras juga dapat mengganggu kemampuan Anda dalam merawat bayi dengan aman.

Perbanyak minum air putih dan batasi alkohol

Jika Anda tetap ingin mencoba minum alkohol, terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  • Usahakan untuk minum alkohol setelah menyusui bayi, agar alkohol dapat segera dimetabolisme oleh tubuh sebelum bayi ingin menyusu kembali.
  • Batasi diri untuk minum alkohol hanya sesekali. Pikirkan bahwa minum alkohol berlebihan dapat memberi efek yang buruk bagi Anda maupun bayi.
  • Jangan lupa perbanyak minum air putih untuk mendapatkan berbagai manfaat yang baik selama menyusui.

Tidak ada yang lebih baik dari minum air putih ketimbang minuman lainnya. Usahakan minum lebih banyak air putih dari biasanya setiap hari, apalagi ibu menyusui cenderung sering merasa haus.

Minum banyak air putih, terutama di minggu-minggu pertama kelahiran, dapat membantu tubuh cepat pulih. Selain itu, minum air putih juga mampu membantu meningkatkan pasokan ASI untuk bayi.

Agar tetap terhidrasi, minumlah segelas air putih di setiap sesi menyusui. Sebab, jika tubuh tidak mendapat cukup cairan dan mengalami dehidrasi, maka pasokan ASI akan berkurang sehingga membuat bayi tak mendapat cukup ASI.

Selain itu, Anda juga dapat mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti terkena infeksi saluran kemih (ISK), sembelit, dan kelelahan. Meminum alkohol juga dapat meningkatkan risiko kematian bayi hingga 9 kali lipat pada kasus Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Oleh sebab itu, lebih baik perbanyak minum air putih dan batasi alkohol.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/breastfeeding-and-alcohol#pump-and-dump
Diakses pada 12 November 2019

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_alcohol-and-breastfeeding_3547.bc
Diakses pada 12 November 2019

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/breastfeeding/breastfeeding-diet.aspx
Diakses pada 12 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed