Aturan Ibu Hamil Naik Pesawat, Ini Penjelasannya


Ketika hamil, ibu mungkin ingin berlibur atau memiliki urusan yang mengharuskannya naik pesawat. Ketahui aturan ibu hamil naik pesawat agar tidak keliru.

(0)
29 Nov 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sebenarnya aman bagi ibu hamil naik pesawat asalkan kehamilannya sehatKetika ibu hamil naik pesawat sebaiknya gunakan sabuk pengaman di bawah perut
Pesawat terbang merupakan salah satu pilihan transportasi utama yang digunakan untuk bepergian jauh. Semua kalangan pernah menggunakannya, termasuk ibu hamil. Meski demikian, ada anggapan ibu hamil tidak boleh naik pesawat karena dapat membahayakan janin yang dikandungnya. Hal ini kadang membuat banyak ibu hamil yang kebingungan, apalagi bagi mereka yang ingin melakukan babymoon atau memiliki urusan yang mengharuskannya bepergian dengan pesawat. Sebenarnya, bagaimana aturan ibu hamil naik pesawat?

Amankah ibu hamil naik pesawat?

Dikutip dari Mayo Clinic, kika Anda memiliki kehamilan yang sehat, sebenarnya bepergian menggunakan pesawat terbilang aman dan tidak membahayakan ibu ataupun janin. Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk naik pesawat, ada baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Selain itu, Anda juga harus mencari tahu tentang kebijakan maskapai penerbangan mengenai aturan ibu hamil naik pesawat. Sebab mungkin saja setiap maskapai memiliki aturan yang berbeda-beda. Umumnya, Anda diharuskan menandatangani surat Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas pada saat check in.Pada kehamilan yang berisiko tinggi, misalnya mengalami pendarahan, menderita diabetes, atau hipertensi, maka Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Kemungkinan dokter akan menyarankan Anda untuk tidak naik pesawat selama kehamilan.Baca juga: Amankah Jalan-Jalan saat Hamil?

Syarat ibu hamil naik pesawat

Agar aman saat naik pesawat, ibu hamil boleh naik pesawat dengan memerhatikan sejumlah syarat sebagai berikut:
  • Cek kebijakan maskapai naik pesawat. Anda bisa menanyakan kebijakan apa yang berlaku untuk penumpang hamil dan pastikan dokumen medis apa saja yang dibutuhkan sebagai surat keterangan dokter untuk ibu hamil agar boleh naik pesawat. 
  • Berkonsultasi ke dokter. Sebelum melakukan perjalanan naik pesawat, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter.
  • Mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan. Agar tumbuh kembang janin tidak terganggu, pastikan Anda menyiapkan segala keperluan seperti camilan, makanan ibu hamil hingga obat-obatan yang perlu dibawa.
Jika Anda memiliki kondisi kehamilan pertama di usia 35 tahun atau lebih, kehamilan kembar, kondisi plasenta yang tidak normal hingga perdarahan vagina, maka sebaiknya Anda tidak melakukan perjalan dengan pesawat.

Risiko ibu hamil naik pesawat

Meski terbilang aman, naik pesawat saat hamil juga dapat menimbulkan risiko, di antaranya:

1. Penggumpalan darah

Ketika hamil, duduk untuk waktu yang lama di bangku pesawat dapat menyebabkan darah terkumpul di kaki sehingga meningkatkan risiko penggumpalan darah atau deep vein thrombosis (DVT). Udara kabin dan kelembapan yang rendah juga bisa menambah risiko. 

2. Naiknya tekanan darah dan detak jantung

Naik pesawat saat hamil dapat menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meningkat. Hal ini umumnya tidak membahayakan ibu hamil, jika memiliki kondisi kehamilan yang sehat. Meski demikian, ada baiknya jika ibu hamil turut waspada akan potensi masalah ini.

3. Keguguran

Ada anggapan bahwa paparan radiasi atmosfer alami saat naik pesawat dapat meningkatkan risiko keguguran atau kelainan pada janin. Namun, jika Anda hanya sesekali melakukan perjalanan dengan pesawat maka risikonya sangat rendah. Risiko lebih tinggi terjadi pada ibu hamil yang sering naik pesawat.

4. Radiasi

Naik pesawat sesekali mungkin tak akan menimbulkan masalah bagi sebagian besar ibu hamil. Akan tetapi, jika Anda terlalu sering naik pesawat maka tubuh dapat melebihi batas radiasi yang dianggap aman selama kehamilan. Kondisi ini dapat memberikan dampak yang buruk pada ibu maupun janin.Baca juga: Kehamilan Sehat: Ketahui 7 Ciri dan Cara Menjaganya

Waktu aman untuk ibu hamil naik pesawat

Kehamilan berapa minggu boleh naik pesawat? Waktu paling aman untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat, yaitu saat kehamilan menginjak usia trimester kedua kehamilan (minggu ke-14 sampai 27). Di trimester ini, morning sickness sudah mereda, tingkat energi lebih tinggi, dan kemungkinan keguguran pun rendah.Sementara, jika memutuskan untuk terbang saat trimester pertama maka gejala-gejala kehamilan yang Anda rasakan, seperti mual, pusing, kram, kelelahan, sering buang air kecil, dan lainnya, dapat membuat Anda merasa tidak nyaman sehingga mengganggu perjalanan. Kandungan juga masih berusia sangat muda sehingga dikhawatirkan belum cukup kuat untuk bepergian jauh. Selain itu, bagi ibu hamil yang usia kandungannya di atas 28 minggu juga harus sangat berhati-hati.Batas usia kehamilan naik pesawat umumnya adalah pada usia kehamilan 36 minggu. Ibu hamil di atas usia 37 minggu biasanya sudah tidak diizinkan untuk naik pesawat.Sebab setelah memasuki usia kehamilan ini, Anda dapat melahirkan kapan saja, dan akan sangat berisiko jika melahirkan di pesawat karena kemungkinan tak ada tenaga medis ahli yang menangani.

Tips naik pesawat untuk ibu hamil

Jika dokter kandungan telah mengizinkan Anda untuk naik pesawat saat hamil, maka terdapat beberapa tips yang sebaiknya Anda lakukan agar perjalanan nyaman dan aman. Tips naik pesawat untuk ibu hamil, yaitu:
  • Hindari memakai pakaian yang ketat karena dapat membuat Anda tidak nyaman. Kenakan pakaian longgar agar membuat Anda lebih leluasa. Selain itu, gunakan sepatu atau sandal yang nyaman.
  • Pilihlah tempat duduk di sebelah lorong karena memungkinkan Anda bergerak cukup leluasa.
  • Gunakan dan kencangkan sabuk pengaman di bawah perut untuk menghindari perut tertekan atau sakit.
  • Minumlah banyak air putih untuk membuat Anda tetap terhidrasi karena kelembapan yang rendah di kabin pesawat bisa menyebabkan dehidrasi.
  • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gas karena pada ketinggian gas yang terperangkap dapat mengembang sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman.
  • Hindari duduk terus-menerus karena bisa menyebabkan aliran darah tidak lancar. Sesekali berjalanlah di lorong untuk melancarkan sirkulasi darah, atau bila tidak mungkin regangkanlah pergelangan kaki secara berkala.
Selalu ingat bahwa Anda harus mendapat izin dari dokter untuk naik pesawat saat hamil. Bawa pula surat keterangan medis dari dokter, catatan kehamilan dan obat-obatan atau vitamin yang Anda perlukan dari dokter. Tanggal yang tercantum dalam surat keterangan dokter untuk ibu hamil agar boleh naik pesawat umumnya tak boleh melebihi 30 hari sejak tanggal keberangkatan maupun pulang. Jika Anda ingin berkonsultasi secara langsung pada dokter terkait boleh atau tidak ibu hamil naik pesawat, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kehamilandvtibu hamil
Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/x2599/is-it-safe-to-fly-during-pregnancy
Diakses pada 29 November 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_traveling-by-plane-when-pregnant_6955.bc
Diakses pada 29 November 2019
Web MD. https://www.webmd.com/baby/taking-to-the-skies-pregnant-and-safe#1
Diakses pada 29 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/air-travel-during-pregnancy/faq-20058087
Diakses pada 29 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait