Bolehkah Ibu Hamil Minum Es? Ini Penjelasan Medisnya

Air es dapat membuat ibu tetap terhidrasi sehingga tidak kekurangan cairan
Mitos ibu hamil tidak boleh minum air es banyak beredar

Di kalangan ibu hamil, ada salah satu mitos populer yang menyatakan bahwa ibu hamil tidak boleh minum es, baik dengan air putih, jus, atau minuman apa pun, karena bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan yang besar. Mitos ini nampaknya cukup efektif meyakinkan sebagian ibu hamil menghindari minum es karena hingga saat ini, mitos tersebut masih beredar luas di masyarakat. Sebenarnya, bolehkah ibu hamil minum es?

Ibu hamil minum es, bahaya atau tidak?

Ibu hamil sebenarnya sah-sah saja untuk minum es saat hamil, apalagi jika mereka berada dalam lingkungan panas yang bisa menyebabkan cepat haus. Selain itu, ibu hamil juga harus tetap terhidrasi agar tidak mengalami dehidrasi yang dapat membahayakan dirinya dan janin. Air es dapat membuat ibu tetap terhidrasi sehingga tidak kekurangan cairan.

Untuk klaim mengenai bayi yang akan berukuran besar jika ibu hamil minum air es, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan kebenarannya. Bayi yang berukuran besar biasanya disebabkan oleh faktor genetik, kesehatan ibu, ataupun kondisi medis yang membuat janin tumbuh lebih cepat, bukan karena sering minum air es.

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi bayi lahir dengan berat badan yang besar. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  • Terdapat keturunan atau genetik dari orangtua yang memiliki tubuh berukuran besar
  • Riwayat kehamilan sebelumnya yang juga melahirkan bayi berukuran besar
  • Terlambat melahirkan lebih dari 2 minggu
  • Ibu menderita diabetes gestasional selama hamil
  • Ibu mengalami obesitas atau kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan

Air es tidaklah berbahaya untuk diminum ibu hamil karena dapat membantu ibu tetap terhidrasi. Bahaya justru berasal dari minuman yang memakai pemanis buatan atau minuman yang mengandung kafein dan alkohol. Minuman yang memakai pemanis buatan dapat membuat ibu hamil mengalami diabetes gestasional. Sementara, minuman berkafein atau beralkohol bisa menyebabkan ibu semakin kehausan dan dehidrasi.

Air es juga dapat membantu ibu hamil yang mengalami kegerahan (hot flash). Selama kehamilan, ibu akan merasa sering gerah dan itu merupakan hal yang normal. Lebih dari sepertiga wanita mengalami kondisi ini ketika hamil. Penurunan hormon estrogen dan peningkatan metabolisme selama kehamilan, menyebabkan sensasi panas meningkat dan terjadi selama beberapa menit.

Akan tetapi, Anda harus bisa membedakan panas demam dengan hot flash, yaitu dengan mengidentifikasi bagaimana rasa panas tersebut memengaruhi tubuh. Panas demam memiliki pengaruh pada kenaikan suhu tubuh, sementara hot flash tidak.

Salah satu cara untuk mengatasi hot flash saat hamil adalah dengan minum air es. Selain itu, Anda juga bisa melakukan cara-cara berikut:

  • Menggunakan kipas angin
  • Membuka jendela agar merasakan hembusan angin

Bahaya dehidrasi pada ibu hamil

Dehidrasi lebih sering terjadi pada masa kehamilan. Sebagian besar kasus dehidrasi yang terjadi biasanya merupakan hal yang ringan, namun dehidrasi parah dapat membahayakan ibu hamil dan janin. Mual dan muntah yang mungkin terjadi pada ibu hamil, bisa menyebabkan terjadinya dehidrasi karena tubuh kesulitan menyerap air yang dibutuhkan.

Tanda-tanda utama dari dehidrasi adalah haus. Namun ketika dehidrasi memburuk, rasa haus bisa hilang dan terdapat tanda-tanda lain yang lebih parah, seperti:

  • Jantung berdegup kencang
  • Pusing dan bingung
  • Tekanan darah rendah
  • Pola gerak janin berubah
  • Lemas
  • Mata cekung
  • Tidak ada air mata
  • Mengantuk

Dehidrasi ringan tidaklah berbahaya bagi ibu hamil, dan dapat diatasi dengan cepat melalui minum air putih biasa atau air es. Air digunakan untuk membentuk plasenta yang meneruskan nutrisi ke janin, serta digunakan juga dalam kantung ketuban. Jika dehidrasi tak segera diatasi, maka berbagai komplikasi kehamilan ini bisa terjadi:

  • Cairan ketuban berkurang
  • Cacat tabung saraf
  • Produksi ASI yang buruk
  • Cacat lahir
  • Persalinan prematur

Selama kehamilan, sangat penting untuk tetap terhidrasi. Minum air yang cukup setiap hari dapat memperlancar semua fungsi tubuh, serta menjaga organ dan jaringan tetap sehat. Minumlah sekitar 8-12 gelas air setiap hari. Selain itu, ketika sering mengalami mual dan muntah, sebaiknya Anda minum banyak air putih. Selain air putih, Anda juga bisa minum susu dan jus buah alami tanpa pemanis buatan.

Dampak minum air es

Ibu hamil minum es memang boleh dilakukan, terutama jika mereka kepanasan atau mengalami dehidrasi. Namun, jika ibu hamil merupakan penderita akalasia (kondisi langka di mana sulit menelan makanan dan minuman) maka minum air es dapat membuatnya semakin sulit menelan. Selain itu, beberapa wanita juga bisa merasakan sakit kepala setelah minum air es. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda juga berkonsultasi pada dokter mengenai hal ini.

Selalu pastikan air yang Anda minum aman untuk dikonsumsi karena kebersihan air minum sangatlah penting. Air bisa saja terkontaminasi oleh bahan kimia tingkat tinggi yang bisa membahayakan janin, seperti arsenik, timbal, dan merkuri. Lalu, pastikan juga es yang dibuat terbuat dari air matang karena air mentah memiliki kandungan bakteri yang dapat berbahaya bagi ibu hamil dan janinnya.

Pregnancy Birth & Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/having-a-large-baby
Diakses pada Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325038.php
Diakses pada Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322230.php
Diakses pada Juni 2019

Baby Center. https://www.babycenter.com/404_is-it-normal-to-have-hot-flashes-during-pregnancy_3659303.bc
Diakses pada Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/dehydration#5
Diakses pada Juli 2019

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/drink-enough-water/
Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed