Bolehkah Ibu Hamil Makan Sate? Kenali Faktanya Di Sini


Ibu hamil boleh makan sate selama dagingnya dimasak hingga benar-benar matang. Daging yang kurang matang bisa menyebabkan keracunan makanan hingga toksoplasmosis yang berbahaya bagi janin.

(0)
13 Jul 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ibu hamil boleh makan sate selama dagingnya matangIbu hamil boleh makan sate selama dimasak hingga benar-benar matang
Selama hamil, cukup banyak pantangan yang perlu diperhatikan ibu, terutama soal jenis asupan yang bisa dikonsumsi. Beberapa jenis makanan yang biasanya aman, ada yang disarankan untuk dikurangi selama kehamilan. Apakah sate termasuk salah satunya?Sate merupakan kuliner khas Indonesia yang punya penggemar luas, tak terkecuali para perempuan yang sedang hamil. Namun ada beberapa ibu hamil yang ragu untuk mengonsumsi makanan ini karena khawatir risiko efek samping yang mungkin mengganggu kesehatan janin.

Bolehkah ibu hamil makan sate?

Ibu hamil boleh makan sate selama dimasak hingga matang
Ibu hamil boleh makan sate
Ibu hamil boleh makan sate yang terbuat dari daging hewan selama makanan tersebut diolah dengan bersih dan bisa dipastikan kalau dagingnya sudah benar-benar matang. Sebab, kalau sampai sate yang dimakan tidak higienis dan kurang matang, risiko terjadinya keracunan makanan akan meningkat.Ibu hamil sendiri memang berisiko lebih tinggi mengalami keracunan makanan dibandingkan dengan orang kebanyakan. Sebab pada masa ini, sistem imun tubuh akan lebih fokus untuk melindungi bayi, sehingga tubuh Anda sendiri akan sedikit lebih berisiko terkena penyakit.Untuk mengetahui tingkat kematangan sate yang akan Anda makan, coba lepaskan sate dari tusukannya dan lihat apabila ada bagian yang masih terlihat merah atau merah muda. Jika masih ada, maka tandanya sate tersebut belum sepenuhnya matang dan Anda sebaiknya tidak mengonsumsinya.Anda juga bisa mengecek tingkat kematangan dengan cara menekan daging dan melihat cairan yang keluar. Jika bening, maka daging sudah matang sempurna. Namun kalau masih merah muda, itu artinya bagian tengahnya belum sepenuhnya matang.

Risiko makan sate bagi ibu hamil

Ibu hamil makan sate yang belum matang bisa keracunan makanan
Jika sate yang dikonsumsi belum matang, ibu hamil bisa keracunan makanan
Daging yang sering dipakai untuk membuat sate seperti ayam dan sapi sebenarnya merupakan makanan yang baik untuk ibu hamil karena mengandung protein serta berbagai komponen lain yang menyehatkan. Sate baru berisiko menimbulkan bahaya bagi ibu hamil apabila tidak diolah dengan bersih dan matang. Berikut ini beberapa penyakit yang bisa muncul akibat konsumsi sate yang salah.

• Keracunan makanan

Daging yang kurang matang bisa mengandung bakteri yang bisa menyebabkan keracunan makanan, seperti Salmonella, E.Coli, dan Campylobacter.Bakteri tersebut bisa mati dengan pemanasan yang sempurna. Jadi, itulah alasannya Anda tidak boleh mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang selama hamil.Meski keracunan makanan tidak berbahaya bagi janin, ibu hamil bisa mengalami berbagai gejala yang mengganggu, seperti diare, muntah-muntah, dan kram perut.

• Toksoplasmosis

Daging yang kurang matang juga bisa mengandung parasit penyebab penyakit toksoplasmosis. Jenis daging yang paling sering menyimpan parasit ini adalah domba dan babi.Saat mengalami toksoplasmosis, ibu hamil mungkin tidak akan merasa terlalu terganggu karena gejalanya mirip dengan gejala flu biasa, bahkan terkadang tidak menimbulkan gejala. Masalahnya, penyakit ini sangat berbahaya bagi janin.Janin yang terpapar parasit penyebab toksoplasmosis berisiko mengalami kerusakan otak. Penyakit ini juga meningkatkan potensi keguguran.Meski jarang terjadi, fakta tersebut perlu diperhatikan agar Anda lebih waspada ketika memilih makanan yang akan dikonsumsi selama hamil.

Makanan yang perlu dibatasi atau dihindari selama hamil

Ibu hamil perlu membatasi konsumsi makanan laut
Makanan laut perlu dibatasi selama hamil
Sate boleh dimakan saat hamil. Namun, beberapa makanan umum lain ada yang harus dibatasi atau bahkan dihentikan konsumsinya, seperti berikut ini.

1. Makanan laut

Makanan laut berisiko terpapar oleh merkuri, sejenis logam yang biasanya keluar sebagai limbah industri yang dibuang ke laut. Keracunan merkuri sangat berbahaya bagi janin, sebab bisa memicu kerusakan otak dan gangguan pendengaran serta penglihatan.Meski begitu, bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh makan seafood. Ada beberapa jenis makanan laut yang risiko terpapar merkurinya lebih rendah, seperti udang, salmon, atau tuna yang sudah diproses menjadi tuna kaleng.Jadi selama dimasak hingga benar-benar matang, asupan tersebut masih boleh dikonsumsi.Namun beberapa jenis makanan laut ada yang memiliki kandungan merkuri yang tinggi, seperti king makarel, tilefish, dan ikan pedang. Anda perlu menghindari asupan ini sepenuhnya.

2. Makanan dan minuman yang mengandung kafein

Ibu hamil tidak dilarang mengonsumsi kafein, tapi kadarnya harus dibatasi paling banyak 200 mg per hari atau sekitar satu gelas ukuran sedang. Perlu diingat bahwa setiap merek atau jenis kopi maupun teh memiliki kandungan kafein yang berbeda. Jadi, Anda perlu memperhatikan lebih seksama sebelum mengonsumsinya.

3. Telur setengah matang atau telur mentah

Telur setengah matang atau telur mentah berisiko mengandung bakteri Salmonella yang bisa menyebabkan keracunan makanan. Tidak hanya dalam bentuk telur utuh, Anda juga perlu mewaspadai makanan yang diolah menggunakan telur. Jadi, Anda sebaiknya tidak mencicipi adonan kue yang belum matang.

4. Alkohol

Mengonsumsi alkohol saat hamil sangat berbahaya bagi janin. Sejauh ini, belum ada instruksi ahli mengenai batasan konsumsi alkohol bagi ibu hamil, sehingga Anda sebaiknya menghindari asupan ini sepenuhnya.Ibu hamil yang mengonsumsi alkohol berisiko lebih tinggi mengalami keguguran, melahirkan bayi prematur, dan memiliki bayi dengan berat badan rendah.Dalam perkembangannya, anak yang lahir dari ibu yang mengonsumsi alkohol selama hamil juga berisiko lebih tinggi mengalami gangguan belajar serta gangguan perilaku.Pantangan makanan untuk ibu hamil memang cukup banyak. Jadi, Anda perlu berhati-hati dan memperhatikan dengan baik instruksi dari dokter.Tidak semua ibu hamil memiliki kondisi yang sama. Jadi makanan yang boleh dikonsumsi ibu hamil lain belum tentu dapat Anda konsumsi. Untuk mengetahui pantangan secara rinci, tentu Anda perlu mendiskusikannya dengan dokter kandungan.
menjaga kehamilannutrisi ibu hamilmakanan untuk hamil
March of Dimes. https://www.marchofdimes.org/pregnancy/foods-to-avoid-or-limit-during-pregnancy.aspx
Diakses pada 30 Juni 2021
NHS. https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/drinking-alcohol-while-pregnant/
Diakses pada 30 Juni 2021
NCT. https://www.nct.org.uk/pregnancy/food-and-nutrition/10-tips-for-enjoying-bbq-or-picnic-when-youre-pregnant
Diakses pada 30 Juni 2021
Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/x553772/is-it-safe-to-eat-barbecued-food-in-pregnancy
Diakses pada 30 Juni 2021
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/553331-is-food-cooked-by-charcoal-bad-for-pregnant-women/
Diakses pada 30 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait