Ibu Hamil Boleh Makan Kepiting atau Tidak? Ini Penjelasannya


Kepiting menjadi salah satu makanan laut yang banyak digemari. Namun, sebagian ibu hamil takut makan kepiting karena khawatir dapat membahayakan kandungannya.

(0)
04 Dec 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
ibu hamil boleh makan kepiting asal matangKepiting harus dimasak dengan matang jika ibu hamil ingin mengonsumsinya
Ngidam pada ibu hamil kadang menginginkan hal-hal yang tidak biasa. Ada yang ngidam makan pedas, makan es krim, makan manggis, hingga makan kepiting. Namun, sebenarnya ibu hamil boleh makan kepiting atau tidak?Pasalnya, Kepiting dan makanan laut lainnya disebut-sebut mengandung merkuri yang akan berdampak buruk pada kesehatan ibu dan janin, sehingga tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan ini saat hamil. Benarkah demikian?

Bolehkah ibu hamil makan kepiting?

Menurut FDA (BPOM-nya Amerika Serikat), ibu hamil boleh makan kepiting asalkan makanan tersebut diolah dengan baik atau dimasak hingga matang. Kepiting bahkan termasuk salah satu makanan laut yang terbaik untuk dikonsumsi saat hamil. Kepiting mengandung banyak nutrisi, seperti protein, asam lemak omega-3, vitamin A, vitamin D, dan zat besi. Selain itu, kepiting juga relatif rendah kalori dan lemak jenuh. Meski ibu hamil boleh makan kepiting karena tinggi nutrisi, pastikan Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar. Sebagian besar ahli merekomendasikan ibu hamil untuk tidak mengonsumsi makanan laut lebih dari 170 gram per minggu. Kandungan yang komposisinya paling menonjol dalam kepiting adalah copper (131% AKG) dan vitamin B12 (479% AKG).Jika ibu hamil mengonsumsi kepiting secara berlebihan, maka akan menyebabkan masalah pencernaan seperti diare dan muntah. Bahkan, akumulasi copper dalam jangka panjang dapat menyebabkan gagal organ.Baca juga: Ini Beragam Makanan Sehat untuk Ibu Hamil yang Baik untuk Janin

Manfaat konsumsi kepiting

Dalam kategori hewan air bercangkang, kepiting adalah salah satu yang paling bernutrisi. Adapun manfaat dari mengonsumsi kepiting saat hamil adalah:

1. Kaya asam lemak omega-3

Kepiting dapat menjadi sumber omega-3 yang penting untuk ibu hamil. Sangat penting memastikan asupan asam lemak omega-3 tercukupi. Apabila mengalami kekurangan nutrisi jenis ini, bisa terjadi penyakit kulit.Sebaliknya, dikutip dari American Pregnancy, orang yang mendapat asupan asam lemak omega-3 sesuai kebutuhan dapat menurunkan risiko mengalami penyakit jantung, saraf, peradangan, dan penyakit mata.

2. Memperkuat tulang

Kalsium merupakan faktor penting untuk kesehatan tulang manusia. Tak hanya itu, fosfor juga merupakan mineral yang tak kalah krusial. Daging kepiting mengandung fosfor yang bermanfaat bagi pertumbuhan tulang untuk menyangga kandungan dan gigi ibu hamil.

3. Baik untuk otak

Ibu hamil boleh makan kepiting juga karena seafood yang satu ini baik untuk perkembangan otak. Daging kepiting juga mengandung banyak nutrisi seperti vitamin B2, selenium, copper, dan asam lemak omega-3.Zat-zat ini sangat baik untuk perkembangan otak serta meningkatkan fungsi kognitif sistem saraf. Tak hanya itu, mengonsumsi kepiting juga dapat mengurangi risiko radang dan penebalan pembuluh darah.

4. Sumber antioksidan

Kandungan antioksidan dalam kepiting juga bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh. Zat seperti selenium dan riboflavin dapat mengoptimalkan fungsi sistem imun sekaligus mencegah terjadinya penyakit kronis. Lebih jauh lagi, antioksidan dalam kepiting juga dapat menangkal zat radikal bebas yang buruk bagi tubuh.

5. Melancarkan sirkulasi darah

Mineral dalam kepiting seperti copper membantu penyerapan zat besi oleh sistem pencernaan. Tak hanya itu, mineral ini juga mengoptimalkan produksi sel darah merah sehingga darah yang mengalir di tubuh membawa cukup oksigen.Masih berkat copper di dalamnya, zat ini dapat mempercepat proses penyembuhan serta pertumbuhan sel-sel tubuh setelah cedera atau sakit.Kandungan nutrisi yang tinggi pada kepiting juga memberikan berbagai manfaat lain yang bisa didapatkan oleh ibu hamil, seperti mendorong perkembangan janin, mencegah anemia saat hamil, hingga memperkuat kekebalan tubuh.

Tips ibu hamil makan kepiting

Jika ibu hamil ingin makan kepiting, perhatikan berbagai tips berikut sebelum mulai mengonsumsinya:
  • Jika Anda ingin mengolahnya sendiri dan tidak ingin mengonsumsi semua, simpanlah kepiting segar dalam wadah kedap udara, lalu taruh di lemari es dengan suhu kurang dari 4 derajat Celcius.
  • Pilihlah bagian kaki kepiting karena memiliki kandungan merkuri yang lebih rendah.
  • Hindari mengonsumsi kepiting mentah atau kurang matang agar janin terhindar dari risiko terserang bakteri, terpapar bahan kimia dan menyebabkan masalah neurologis, hingga keracunan makanan. Beberapa gejala keracunan makanan yang bisa ibu rasakan, yaitu sakit perut, muntah, dan diare
  • Kepiting harus dimasak dengan higienis, serta pastikan wajan atau panci yang digunakan bersih.
  • Jangan berlebihan ketika makan kepiting karena dikhawatirkan memberi dampak yang buruk bagi kehamilan.
  • Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan.
  • Jangan konsumsi kepiting matang yang telah didiamkan di suhu ruangan lebih dari 2 jam.
Selain daging kepiting asli, ibu hamil juga boleh mengonsumsi daging kepiting imitasi, seperti crab stick, jika dimasak dengan baik. Crab stick adalah olahan ikan laut yang ditambahkan berbagai bahan, seperti ikan pollock, putih telur, gula, dan perasa buatan, hingga rasanya menyerupai daging kepiting. Makanan olahan ini banyak terdapat di supermarket ataupun restoran. Meski rasanya mirip, namun crab stick tidak memiliki gizi yang sama dengan kepiting asli.Kepiting imitasi mengandung asam lemak omega-3 yang lebih rendah dari kepiting asli. Padahal asam lemak omega-3 sangat bermanfaat untuk kehamilan dan perkembangan janin. Namun, kepiting imitasi mengandung kalori dan protein yang mirip dengan kepiting asli.Baca juga: Amankah Makan Makanan Mentah?

Seafood apa saja yang boleh dimakan ibu hamil?

Selain kepiting, makanan laut lain yang baik untuk dikonsumsi ibu hamil, yaitu ikan lele, ikan air tawar, lobster, ikan salmon, kerang, udang, dan kakap. Mengonsumsi makanan laut dapat mengurangi risiko kelahiran prematur, serta membantu perkembangan otak dan penglihatan janin. Sementara itu, ada makanan laut yang harus dihindari oleh ibu hamil karena mengandung banyak merkuri, seperti ikan kembung, hiu, ikan todak, marlin, dan tuna bermata besar. Selain itu, Anda juga harus menahan diri untuk tidak makan sushi dulu sepanjang kehamilan karena umumnya disajikan mentah.Menjaga kehamilan sangatlah penting agar janin dapat tumbuh dan senantiasa sehat. Oleh sebab itu, ibu harus mencari tahu informasi mengenai berbagai makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari agar kehamilan dapat berjalan dengan lancar.Jika ingin berkonsultasi langsung perihal ibu hamil boleh makan kepiting atau tidak, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilanperkembangan janinkehamilan
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322137.php#imitation-crab
Diakses pada 04 November 2019
Organic Facts. https://www.organicfacts.net/pregnant-women-eat-crab.html
Diakses pada 04 November 2019
Global Seafoods. https://globalseafoods.com/blogs/news/why-eating-crab-is-good-for-you
Diakses pada 5 Januari 2021
American Preganancy. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/omega-3-fish-oil-and-pregnancy-986/#:~:text=Omega%2D3%20fatty%20acids%20have,the%20mother's%20risk%20of%20depression. Diakses pada 23 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait