logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Jenis Facial Saat Hamil yang Aman Dilakukan Serta Tips Melakukannya

open-summary

Facial saat hamil aman dilakukan. Namun, tidak semua jenis facial aman untuk ibu hamil. Ibu hamil boleh facial wajah apabila perawatan yang dilakukan tidak menggunakan bahan kimia keras atau terapi panas yang berisiko membahayakan janin.


close-summary

4.33

(3)

5 Mei 2021

| Annisa Amalia Ikhsania

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Facial saat hamil merupakan salah satu jenis perawatan kecantikan yang didambakan oleh para ibu hamil

Facial saat hamil aman dilakukan asal tidak melibatkan penggunaan zat atau bahan kimia yang keras

Table of Content

  • Bolehkah facial saat hamil?
  • Jenis facial aman untuk ibu hamil
  • Perawatan kulit yang tidak direkomendasikan untuk ibu hamil
  • Tips facial bagi ibu hamil yang aman dilakukan

Facial saat hamil merupakan salah satu jenis perawatan kecantikan yang didambakan oleh para ibu hamil untuk menjaga kecantikan dan kesehatan kulit. Namun, pertanyaannya, bolehkah ibu hamil facial wajah? Untuk mengetahui jawabannya, silakan simak ulasan di bawah ini.

Advertisement

Bolehkah facial saat hamil?

Sebenarnya, facial aman dilakukan oleh ibu hamil. Terlebih, saat hamil, para ibu mungkin mengalami sejumlah masalah kulit, seperti kulit kusam hingga jerawat.

Kulit Anda pun cenderung sangat sensitif saat hamil sehingga penting untuk melakukan perawatan yang tepat agar kulit senantiasa sehat.

Tidak hanya mengatasi masalah kulit dan meremajakannya, manfaat facial saat hamil dapat membantu Anda merasa lebih rileks sekaligus meningkatkan suasana hati (mood) dan percaya diri.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa tidak semua jenis facial aman untuk ibu hamil.

Ibu hamil boleh facial wajah apabila perawatan yang dilakukan tidak menggunakan bahan kimia keras atau terapi panas yang berisiko membahayakan janin.

Sedangkan, facial wajah yang menggunakan kombinasi zat atau kandungan bahan aktif tertentu, maka ini yang dilarang untuk dilakukan.

Facial saat hamil aman dilakukan
Facial saat hamil yang aman tidak melibatkan penggunaan bahan kimia

Pasalnya, beberapa klinik atau salon kecantikan mungkin menggunakan kombinasi zat atau bahan aktif tertentu, seperti benzoil peroksida, asam salisilat, retinoid, dan lainnya, dalam dosis tinggi.

Penggunaan berbagai bahan aktif tersebut dapat menyerap ke dalam pembuluh darah sehingga dapat berisiko membahayakan janin dalam kandungan.

Maka dari itu, Anda perlu memberi tahu staf salon atau ahli kecantikan di tempat facial Anda mengenai kondisi kehamilan Anda terlebih dahulu sebelum melakukan perawatan.

Dengan ini, mereka bisa merekomendasikan facial wajah yang aman untuk ibu hamil.

Jenis facial aman untuk ibu hamil

Facial saat hamil boleh dilakukan. Namun, alangkah baiknya Anda mengetahui jenis facial aman untuk ibu hamil, seperti:

1. Deep cleansing facial

Salah satu jenis facial saat hamil yang aman dilakukan adalah deep cleansing facial.

Jenis facial ini cocok bagi para ibu hamil yang mengalami jerawat tidak kunjung sembuh sekaligus mengurangi produksi minyak berlebih di wajah.

Deep cleansing facial bisa membuat wajah Anda lebih halus dengan perawatannya yang mencakup beberapa hal, seperti pijatan, ekstraksi, eksfoliasi (pengelupasan kulit), penggunaan masker, dan proses melembapkan kulit.

2. Hydrating facial

Sesuai dengan namanya, hydrating facial bertujuan untuk melembapkan dan membersihkan kulit dengan merangsang kolagen, elastin, dan air dalam kulit sekaligus meremajakan sel kulit paling dalam.

Jenis facial wajah ini cocok dilakukan saat hamil, terutama bagi para ibu hamil yang punya masalah dengan kulit kering.

3. Oxygen facial

Oxygen facial adalah jenis facial saat hamil yang aman
Oxygen facial bisa bantu mengurangi kerutan dan garis halus di wajah

Oxygen facial juga menjadi jenis facial saat hamil yang aman dilakukan karena tidak menggunakan zat atau senyawa kimia tertentu.

Facial wajah satu ini bisa dilakukan saat hamil dengan cara membantu melancarkan sirkulasi darah.

Menariknya, oxygen facial dapat membantu mengurangi kerutan dan garis halus di wajah.

Perawatan kulit yang tidak direkomendasikan untuk ibu hamil

Ibu hamil boleh facial untuk menjaga kecantikan dan kesehatan kulit selama hamil.

Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa ada ragam perawatan kulit lainnya yang tidak direkomendasikan untuk ibu hamil, seperti:

1. Mikrodermabrasi

Salah satu perawatan kulit yang tidak direkomendasikan saat hamil adalah mikrodermabrasi.

Mikrodermabrasi adalah prosedur pengangkatan sel kulit mati menggunakan kristal-kristal halus dan vakum khusus. Prosedur ini bisa membantu mencerahkan, memperhalus, serta meratakan warna kulit.

Sayangnya, pada ibu hamil, mikrodermabrasi bisa berisiko menimbulkan iritasi dan luka pada kulit Anda yang cenderung sangat sensitif. Bahkan, kemungkinan munculnya infeksi bisa saja terjadi.

Selain itu, mikrodermabrasi juga bisa menyebabkan hasil warna kulit yang belum tentu merata hingga timbulnya jerawat baru.

2. Chemical peeling

Facial saat hamil yang tidak aman bila menggunakan bahan kimia
Chemical peeling bisa membuat kulit ibu hamil jadi sensitif

Perawatan wajah saat hamil yang tidak aman berikutnya adalah chemical peeling.

Chemical peeling bisa membuat kulit semakin sensitif dan mudah mengalami iritasi.

Belum lagi, tindakan chemical peeling melibatkan penggunaan kombinasi sejumlah larutan kimia asam dalam dosis tinggi yang berisiko membahayakan janin.

3. Perawatan kulit menggunakan retinoid

Retinoid adalah senyawa kimia turunan vitamin A yang biasanya dapat ditemukan dalam produk pelembap, sabun cuci muka, toner, produk antipenuaan, hingga obat jerawat.

Retinoid bekerja dengan mengikis lapisan kulit paling atas dengan cepat sekaligus meningkatkan produksi kolagen untuk meremajakan kulit.

Namun, sebuah penelitian yang dimuat dalam NCBI menyatakan bahwa penggunaan retinoid tidak boleh digunakan untuk ibu hamil karena dikaitkan dengan risiko bayi cacat lahir.

Retinoid, termasuk kandungan turunan dari vitamin A lainnya, seperti retinoic acid, retinol, retinyl linoleate, retinyl palmitate, Retin-A, retinyl linoleate, serta obat retinoid oral atau tretinoin dapat berisiko membahayakan pertumbuhan dan perkembangan janin Anda.

Baca Juga: Perawatan Wajah untuk Ibu Hamil, Mana yang Boleh dan Tidak?

Selain ketiga perawatan kulit di atas, tindakan kecantikan lainnya, seperti ekstraksi komedo dan pengencangan pori-pori, pengelupasan kimia dan masker kimia, prosedur kecantikan yang melibatkan arus listrik, sesi pijat panjang, terapi cahaya, perawatan kecantikan panas atau uap, serta operasi plastik tidak dianjurkan dilakukan saat hamil.

Jika Anda memilih perawatan wajah bersifat organik atau herbal, pastikan pula tidak ada zat atau bahan aktif yang bisa menyebabkan alergi.

Pasalnya, beberapa produk pelembap organik mungkin mengandung zat berbahan dasar kedelai yang memiliki efek menyerupai estrogen sehingga berisiko membahayakan bila digunakan saat hamil, terutama pada trimester awal kehamilan.

Tips facial bagi ibu hamil yang aman dilakukan

Facial bagi ibu hamil memang bisa mengatasi masalah kulit sekaligus memanjakan diri.

Kendati demikian, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk memastikan agar facial saat hamil aman dilakukan, seperti:

  • Beri tahu staf salon atau ahli kecantikan bahwa Anda sedang hamil. Tanyakan pula apakah mereka sudah terlatih menangani ibu hamil atau tidak.
  • Konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi perawatan kulit yang tepat, termasuk facial aman untuk ibu hamil.
  • Pahami jenis perawatan dan cari tahu apakah bisa menimbulkan efek samping terhadap kehamilan atau tidak.
  • Pastikan tidak ada penggunaan bahan kimia, pijat, atau tindakan yang melibatkan arus listrik.
  • Hentikan tindakan apabila Anda mengalami tidak nyaman atau iritasi.
  • Hindari penggunaan zat pencerah kulit atau produk yang mengandung asam salisilat. Hindari pula penggunaan zat pemutih yang keras atau krim penghilang bulu.

Baca Juga

  • 6 Manfaat Pijat Ibu Hamil (Hindari 3 Bagian Tubuh Ini)
  • Mola Hidatidosa Adalah Hamil Anggur yang Sebabkan Keguguran
  • Memahami Perbedaan AHA dan BHA untuk Memilih Produk Skincare yang Tepat

Ibu hamil facial wajah boleh saja dilakukan asal tidak menggunakan bahan kimia keras atau terapi panas yang berisiko membahayakan janin.

Meski facial saat hamil aman dilakukan, alangkah baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukannya.

Dengan demikian, dokter bisa memberikan rekomendasi facial bagi ibu hamil yang tepat dan aman.

Jika Anda masih punya pertanyaan lebih lanjut seputar facial saat hamil, tanyakan dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Caranya, unduh sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

hamilkehamilanjerawat hamilmasalah kehamilanibu hamilkosmetik ibu hamilperawatan wajah

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved