Bokong sakit yang biarkan terus-menerus dapat mengganggu aktivitas
Biasanya bokong terasa sakit ketika ada luka lebam akibat jatuh

Tentu tak ada yang betah merasakan bokong sakit yang jika dibiarkan bisa-bisa mengganggu aktivitas. Meskipun rasa nyeri di bokong umumnya bisa mereda dengan sendirinya, tentu ada alasan mengapa bokong terasa sakit. 

Salah satu bagian tubuh yang rentan mengalami cedera adalah bokong. Itulah mengapa bokong sakit menjadi salah satu masalah yang umum dialami banyak orang. Ada kalanya pemicunya mudah dideteksi seperti ketika seseorang baru saja terjatuh atau cedera.

Gejala bokong sakit

Terkadang orang tidak langsung menyadari rasa nyeri pada bokong karena terletak di bagian belakang. Selain itu, bokong juga sebagian besar terdiri dari lemak dan otot gluteus sehingga kerap dianggap tidak mudah cedera.

Untuk mengidentifikasinya, beberapa gejala bokong sakit yang bisa Anda kenali di antaranya:

  • Kaki terasa lemah atau mati rasa
  • Sulit menahan buang air kecil
  • Rasa sakit yang tidak kunjung hilang
  • Rasa seperti ditusuk-tusuk
  • Demam 40 derajat Celsius
  • Rasa nyeri hanya terasa saat berjalan 
  • Rasa nyeri membuat gerakan semakin terbatas

Penyebab bokong sakit

Tak kalah penting mengetahui apa yang menjadi pemicu bokong sakit. Terkadang pemicunya jelas, yaitu ketika baru terjatuh atau menabrak sesuatu. Beberapa penyebab bokong sakit lainnya adalah:

1. Luka lebam

Hal yang paling umum memicu bokong sakit adalah luka lebam. Ciri-cirinya adalah kulit menjadi berwarna biru kehitaman karena pembuluh darah kapiler di dekat permukaan kulit terpecah. Luka lebam akan berangsur sembuh ketika warnanya menjadi semakin terang dan lama kelamaan memudar.

Luka lebam ini dapat terjadi apabila Anda terjatuh atau terhantam sesuatu saat sedang beraktivitas, terutama olahraga. Kadang, luka lebam juga diiringi rasa nyeri di area yang lebam.

2. Cedera otot

Ada tiga jenis otot yang terdapat di bokong, yaitu otot gluteus maximus, gluteus medius, dan gluteus minimus. Apabila Anda melakukan peregangan yang terlalu berat, salah satu dari otot tersebut bisa saja mengalami cedera.

Konsekuensinya, bagian bokong bisa terasa nyeri, bengkak, atau kaku hingga sulit untuk menggerakkannya. Penyebab terjadinya cedera otot umumnya adalah terlalu banyak berolahraga, jarang pemanasan, atau melakukan gerakan dengan posisi yang salah.

3. Nyeri sciatica

Sejatinya, sciatica bukan sebuah kondisi melainkan gejala. Ini adalah gejala saat seseorang merasa nyeri hebat sepanjang saraf jalur saraf panggul (sciatic nerve). Saraf ini menjalar dari punggung bagian bawah, melewati bokong, hingga ke kaki.

Biasanya, nyeri sciatica terjadi karena ada saraf terjepit yang berada di jalur saraf panggul. Nyeri yang satu ini kerap terjadi pada orang yang berusia 40 hingga 50 tahun.

4. Bursitis

Penyebab bokong sakit berikutnya adalah bursitis, yaitu peradangan pada bursa. Ini adalah kantong berisi pelumas yang ada di sekitar sendi. Fungsinya adalah sebagai bantalan yang mereduksi gesekan antara tendon dan tulang.

Gejalanya adalah rasa sakit saat duduk atau berbaring, nyeri terasa hingga ke belakang paha, pembengkakan, dan warna kemerahan pada kulit. Umumnya bursitis terjadi pada orang yang profesinya mengharuskan duduk dalam waktu lama.

5. Herniated disk

Kondisi lain yang memicu bokong sakit adalah herniated disc, yaitu saat bantalan kenyal antara tulang-tulang di bagian punggung mengalami pergeseran. Ketika kondisi ini berdampak pada punggung bagian belakang, besar kemungkinan terasa nyeri di bokong.

Selain itu, penderitanya juga akan merasa mati rasa, kesemutan, dan lebih lemah. Sama seperti bursitis, kondisi ini kerap terjadi pada orang yang sudah lanjut usia.

6. Penyakit degeneratif bantalan elastis

Ketika seseorang semakin tua, bantalan elastis (disk) di punggung pun melemah. Bantalan yang melapisi gesekan antar-tulang juga perlahan hilang. Akibatnya, bokong akan terasa nyeri. Rasa sakit ini akan semakin hebat saat sedang duduk, membungkuk, atau mengangkat beban.

5. Sindrom Piriformis

Sindrom Piriformis terjadi saat otot tersebut menekan saraf sciatic yang terletak di area bokong. Cedera atau terlalu lama duduk bisa menyebabkan otot Piriformis menekan saraf sciatic. Ketika hal ini terjadi, rasa nyeri di bokong tak terhindarkan.

Umumnya, rasa nyeri akan menjadi kian buruk saat seseorang menaiki tangga, berlari, atau sedang duduk. Sindrom ini kerap dianggap sama seperti nyeri punggung biasa.

6. Kista pilonidal

Kista pilonidal biasanya terjadi di dekat tulang ekor berupa benjolan yang tidak biasa. Meski namanya kista, jenis kista yang satu ini tidak berisi cairan melainkan kumpulan kulit dan folikel rambut.

Biasanya, bagian benjolan akibat kista pilonidal juga tampak memerah, mengeluarkan aroma tidak sedap, hingga bernanah. Kista pilonidal bisa terjadi karena gesekan terus menerus atau duduk dalam jangka waktu lama.

7. Arthritis

Masalah nyeri sendi atau arthritis juga dapat menyebabkan bokong sakit. Beberapa pemicunya adalah aktivitas berlebihan hingga usia yang mulai lanjut. Nyeri sendi yang terjadi di bagian pinggul dapat terasa hingga ke area bokong.

Cara mengatasi bokong sakit

Tentunya untuk mengatasi bokong sakit, Anda perlu tahu terlebih dahulu apa penyebabnya. Memeriksakan diri ke spesialis ortopedi bisa membantu. Nantinya, jenis perawatan yang mungkin diberikan seperti:

  • Suntik kortikosteroid untuk meredakan peradangan
  • Terapi fisik untuk memperkuat otot di sekitar area luka
  • Prosedur mengeringkan kista atau abses
  • Operasi untuk memperbaiki bantalan yang rusak

Selain itu, Anda juga bisa melakukan pengobatan sendiri di rumah untuk meredakan bokong sakit, dengan cara:

  • Kompres es batu atau air hangat untuk mengurangi rasa nyeri (selama 15 menit)
  • Lakukan peregangan otot secara perlahan
  • Beristirahat

Apapun pemicu bokong sakit yang dialami, pastikan untuk mengenal betul setiap gejalanya, sekecil apapun itu. Jika sudah tak tertahankan, memeriksakan diri ke dokter adalah langkah yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pain-in-buttocks#see-a-doctor
Diakses 22 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320880.php
Diakses 22 Oktober 2019

Women’s Health Mag. https://www.womenshealthmag.com/health/a25777382/why-does-my-butt-hurt-pain/
Diakses 22 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed