Contoh Perilaku Body Shaming yang Sering Tak Disadari Bahayanya

(0)
18 Dec 2019|Anita Djie
Cara berhenti melakukan body shamingBody shaming adalah bentuk bullying
Body shaming atau mempermalukan orang lain dengan menyinggung bentuk tubuhnya seringkali terlontar lewat bercanda dengan teman. Perkataan basa basi seperti “Wah, kamu sekarang tambah gemuk, ya” atau “Kamu pasti kelihatan lebih cantik jika gemukan dikit” adalah contohnya.Kalimat-kalimat seperti ini adalah bentuk body shaming yang sering dianggap sepele oleh banyak orang. Meski tujuannya adalah bercanda atau agar pendengarnya memulai kebiasaan sehat, nyatanya hal ini malah menimbulkan efek negatif.Sebuah studi menyatakan, body shaming malah akan membuat korbannya benci terhadap dirinya sendiri atau bahkan meneruskan pola makannya ke titik ekstrim sehingga semakin tidak sehat. Tidak hanya itu, depresi hingga memiliki kecenderungan untuk bunuh diri juga bisa muncul sebagai dampak body shaming. Oleh karena itu, kebiasaan mempermalukan orang lain karena bentuk tubuhnya harus dihentikan.

Apa itu body shaming?

Body shaming adalah tindakan mengolok-olok bentuk tubuh orang lain. Baik dengan tujuan bercanda atau benar-benar menghina. Korban body shaming sering kali adalah wanita gemuk. Namun hal ini juga berlaku untuk kaum pria dan mereka yang bertubuh kurus.Kegiatan mengolok-olok juga semakin sering terjadi di media sosial, yang tak jarang berubah menjadi cyberbullying. Olok-olok ini dapat menyebabkan masalah psikologis pada korbannya.

Jika sering lakukan hal ini, tandanya Anda pelaku body shaming

Standar sosial dan kebiasaan yang sudah turun temurun dilakukan membuat body shaming sering dipandang sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, dampak perilaku ini bisa sangat berbahaya baik secara fisik maupun mental orang yang menerimanya.Seringkali, pelaku body shaming tidak sadar bahwa mereka sudah melakukan perilaku tersebut. Berikut ini adalah tanda-tanda jika seseorang sering melakukan body shaming.
  • Merasa lebih baik dari orang-orang yang obesitas atau memiliki kelebihan berat badan
  • Sering mencela dan mengomentari bentuk tubuh orang gemuk dan berlindung dibalik kata “bercanda” untuk menetralkan perilaku negatifnya
  • Menggunakan bentuk tubuh orang lain sebagai usaha untuk terlihat lucu di depan orang lain
  • Membiarkan orang lain memberikan celaan atau komentar negatif seputar bentuk tubuh seseorang
  • Melihat badan kurus atau ideal sebagai bukti kesuksesan, keberhasilan mengontrol diri, dan ukuran kebahagiaan
  • Menghakimi keputusan orang lain soal pilihan yang diambil untuk tubuhnya
  • Menilai orang lain berdasarkan ukuran tubuhnya
  • Memandang rendah orang lain yang bentuk atau ukuran tubuhnya tidak sesuai dengan standar diri sendiri

Bahaya body shaming

Banyak alasan digunakan untuk menetralkan perilaku body shaming. Seringkali, perkataan-perkataan menyakitkan itu disebut "hanya bercanda". Tentu, hal tersebut tidaklah benar. Sebab, perilaku yang dibilang bercanda ini, bisa membahayakan orang yang menerimanya, baik secara fisik maupun psikologis.
  • Menurunkan rasa percaya diri korban

    Korban body shaming rentan mengalami rasa rendah diri dan marah kepada dirinya sendiri. Mereka seolah terdoktrinasi oleh perkataan orang lain sehingga cenderung selalu melihat bentuk fisiknya dari sisi yang negatif. Hal ini juga meningkatkan gangguan psikologis pada korbannya.
  • Meningkatkan risiko obesitas

    Orang gemuk yang menjadi korban olok-olok, sering kali mengalami peningkatan berat badan yang signifikan. Studi lain, menunjukkan 6.157 peserta non-obesitas yang mengalami diskriminasi karena bentuk tubuhnya, 2,5 kali lebih rentan mengalami obesitas di tahun-tahun mendatang. Body shaming kepada orang gemuk juga meningkatkan risiko binge eating disorder pada korbannya.
  • Meningkatkan risiko bunuh diri

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, korban mudah mengalami masalah psikologi seperti depresi. Meski tidak ada hubungan langsung antara body shaming dengan bunuh diri, depresi yang ditimbulkan olehnya tentu berkaitan. Depresi merupakan salah satu penyebab utama seseorang bunuh diri.

Bagaimana caranya menghentikan body shaming?

Jika Anda adalah seseorang yang sering memberikan komentar atau mengucapkan lelucon berkaitan dengan topik tubuh teman atau orang lain, ada baiknya mulai sekarang mengganti topik bercanda Anda ke hal lain.Namun, jika Anda yang menjadi korban body shaming  ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.
  • Mengganti topik

Hal paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti topik pembicaraan Anda. Bila seseorang mengkritik penampilan Anda, segera ganti topik pembicaraan.Contohnya, jika seseorang mengkritik penampilan Anda, Anda dapat mengganti arah pembicaraan dengan bertanya mengenai kabarnya.
  • Menyatakan bahwa Anda memiliki cara sendiri

Orang-orang memang sering merasa bahwa mereka memiliki cara yang paling benar. Namun, Anda dapat memberitahukannya bahwa Anda juga memiliki cara untuk menjaga bentuk tubuh dan kesehatan Anda.Misalnya, jika seseorang terlalu menekankan bahwa Anda perlu mencoba diet tertentu, Anda dapat menegaskan bahwa Anda bisa menjaga kesehatan diri dengan pola makan yang sehat tanpa diet khusus tertentu.
  • Nyatakan perasaan secara jujur

Saat seseorang memberikan kritikan kepada tubuh Anda, Anda bisa secara langsung menyatakan bahwa komentar yang diberikan menyakiti hati Anda dan Anda berharap mereka tidak pernah memberikan kritikan seperti itu lagi.
  • Lawan dengan hasil penelitian

Jika seseorang memberikan kritikan terhadap cara Anda menjaga kesehatan atau bentuk tubuh Anda, Anda dapat membalasnya dengan riset atau fakta yang sudah terverifikasi.Contohnya, Anda dapat menjawab bahwa menurut penelitian seseorang yang menghentikan asupan makanannya secara ekstrim justru berpotensi mengalami keinginan makan yang lebih besar nantinya.

Catatan dari SehatQ

Body shaming adalah perilaku buruk yang dapat menyakiti dan berisiko menyebabkan orang lain bunuh diri. Oleh karena itu, perilaku ini wajib dihentikan. Baik secara langsung ataupun tidak, hindari terlibat dalam obrolan yang mencela fisik orang lain. Anda bisa memulainya dengan mengubah lelucon Anda ke topik lain yang tidak menyinggung bentuk tubuh teman, saudara, atau orang terkasih Anda.Sebagai korban, jika Anda mengalami masalah dengan penerimaan diri atau merasa tertekan dengan komentar orang lain terhadap penampilan Anda, jangan sungkan untuk berkonsultasi ke psikiater ataupun psikolog.
kesehatan mentalkegemukanhidup sehat
ANAD. https://anad.org/education-and-awareness/body-image/body-image-articles/body-shaming/
Diakses pada 18 Desember 2019
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/beauty-sick/201812/7-strategies-shut-down-body-shaming-family-members
Diakses 18 Desember 2019
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/culture-in-mind/201610/body-love-body-shaming-and-health
Diakses 18 Desember 2019
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/finding-cloud9/201309/are-you-fat-shamer
Diakses pada 16 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait