Body Positivity, Langkah untuk Menerima dan Mencintai Diri Sendiri

Memberi kado pada diri sendiri bisa menjadi salah satu cara membangun body positivity
Salah satu cara membangun body positivity bisa dengan memberi kado pada diri sendiri

Mencoba untuk mencintai tubuh sendiri mungkin adalah pekerjaan yang tak pernah selesai, khususnya untuk perempuan. Apalagi di tengah media massa yang terus-menerus membentuk dan menciptakan standar kecantikan tertentu.

Kampanye body positivity yang belakangan ini ramai digaungkan, menantang definisi tubuh ideal yang kerap direpresentasikan secara sempit.

Apa itu body positivity?

Kampanye body positivity yang kini banyak diperbincangkan sebenarnya sudah dimulai sejak akhir tahun 1960-an, dalam bentuk yang berbeda. Saat itu, para aktivis berjuang untuk mengakhiri diskriminasi terhadap orang-orang bertubuh gemuk.

Kini, fokus body positivity bergeser ke arah pesan bahwa semua tubuh itu indah dan layak untuk dihargai.

Body positivity tak hanya diartikan sebagai penerimaan terhadap tubuh apapun bentuk dan ukurannya. Anda juga bisa mendefinisikannya sebagai cara untuk lebih mencintai diri sendiri, terlepas dari kekurangan-kekurangan yang dimiliki.

Instagram memiliki peran penting dalam kemunculan kembali gerakan body positivity. Di tengah arus media massa yang terus menjual standar kecantikan yang tidak realistis, media sosial ini menjadi salah satu wadah bagi para perempuan untuk menantang citra kecantikan dan tubuh ideal yang sempit.

Kita bisa melihat, semua orang beramai-ramai mengunggah foto diri dengan berbagai tagar seperti #bodypositive, #embraceyourcurves, #selflove, dan lainnya. Anda bisa mencari tagar-tagar tersebut dan akan menemukan ribuan gambar tubuh yang selama ini terpinggirkan, yang akhirnya diberi ruang untuk mengekspresikan kecantikan masing-masing.

Mengapa kampanye body positivity ini penting?

Memiliki citra tubuh (body image) yang positif lebih dari penting untuk kesehatan fisik maupun mental. Citra tubuh merujuk pada bagaimana cara seseorang memandang tubuh mereka. Citra diri bisa berbentuk positif ataupun negatif.

Citra tubuh negatif dapat muncul ketika seseorang merasa bahwa penampilannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh orang-orang. Karena itu, masyarakat, media, dan budaya populer memiliki andil dalam membentuk citra tubuh seseorang.

Anda mungkin sering melihat serbuan iklan pembesar payudara atau penghilang selulit di media sosial. Mereka seolah menekankan bahwa ‘payudara besar’ atau ‘bebas selulit’ adalah sesuatu yang memang sudah seharusnya. Akhirnya, orang berpikir bahwa dengan memiliki payudara besar atau paha bebas selulit, dirinya akan lebih menarik dan bahagia. 

Ada pula sederet masalah yang dapat terjadi ketika seseorang memiliki citra tubuh yang negatif. Beberapa di antaranya meliputi:

Dengan gerakan body positivity, harapannya adalah setiap orang lebih dapat menerima dan mencintai tubuh mereka sendiri. Hal ini kemudian bisa membantu dalam mencegah masalah kesehatan yang timbul karena citra diri yang buruk.

Tips membangun body positivity

Belajar untuk lebih nyaman dengan tubuh sendiri merupakan sebuah proses, dan ini tak selalu mudah. Di tengah terpaan iklan dan media sosial yang tak bosan-bosannya mempertontonkan kesempurnaan, wajar jika Anda terkadang merasa insecure.

Faktanya, body positivity adalah sesuatu yang harus Anda praktikkan terus-menerus sepanjang hidup. Tidak ada formula ajaib yang dapat membuat seseorang tiba-tiba merasa mencintai tubuhnya sepenuhnya.

Tapi tentu saja ada langkah-langkah yang bisa Anda terapkan untuk menjadi lebih menerima dan mencintai diri sendiri. Apa sajakah itu?

  • Kelilingi diri dengan orang-orang positif

Dalam keseharian, kita dikelilingi oleh banyak orang dengan beragam kepribadian. Beberapa orang yang Anda hadapi mungkin selalu membuat Anda tertawa dan semangat.

Sementara sebagian orang yang lain memiliki efek sebaliknya, yakni toxic people. Orang-orang toksik akan menguras energi alias melelahkan Anda secara mental. Karena itu, mereka harus Anda jauhi semaksimal mungkin.

Perbanyaklah berbincang atau berkumpul dengan orang-orang yang positif tersebut, yang memang akan membuat Anda lebih banyak tersenyum dan menjadi lebih baik.

  • Berikan hadiah pada diri sendiri

Ada yang mengatakan bahwa kado yang paling memuaskan adalah kado dari diri sendiri. Hal ini mungkin benar adanya.

Sekali-kali membeli baju renang atau lipstik mahal? Tidak masalah selama hal ini bisa membuat Anda senang dan memang sudah lama diidam-idamkan.

Hadiah untuk diri sendiri juga tak selalu harus berbentuk barang. Lebih sering memikirkan hal-hal positif ketimbang negatif pun termasuk bentuk hadiah untuk diri sendiri yang bermanfaat.

  • Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Hadirnya media sosial, salah satunya Instagram, memang membuat kita terlalu mudah untuk membandingkan diri dengan orang lain. Tapi percayalah, jangan terlalu percaya dengan apa yang Anda lihat.

Media sosial kebanyakan digunakan untuk membagikan hal-hal yang membahagiakan, inspiratif, atau lucu. Kita semua tahu bahwa hidup tak selalu berisi suka cita dan semua orang memiliki jalan serta masalahnya masing-masing.

  • Ubah perspektif Anda

Kita tidak selalu dapat mengubah apa-apa yang terjadi pada diri kita. Tapi kita selalu dapat mengubah cara pandang kita.

Melulu berkutat dengan hal-hal yang membuat Anda stres hanya akan menambah beban hidup. Anda akan jauh lebih tenang jika memfokuskan perhatian pada hal-hal yang menyenangkan dan terus bergerak maju.

  • Bersyukur

Coba pikirkan sebentar, bagian tubuh mana yang paling ingin Anda ucapkan terima kasih? Dan mengapa Anda perlu berterima kasih padanya?

Selalu ingat pula bahwa bentuk, ukuran, dan penampilan tubuh seseorang tidak akan pernah menentukan kualitas diri. Jadi katakanlah terima kasih pada tubuh Anda setiap hari. Dengan ini, Anda akan merasa lebih mudah untuk menghargainya.

Body positivity adalah seruan untuk sama-sama membangkitkan rasa cinta diri. Tak sekadar tren, sikap ini menantang definisi kecantikan yang sempit serta mendorong penghargaan terhadap tubuh dari segala bentuk, ukuran, dan penampilan.

Jika Anda merasa belum sepenuhnya ‘sukses’ untuk menerima diri, tidak apa-apa. Body positivity sesungguhnya bukanlah perjalanan yang linear dan memang memerlukan proses.

Pada dasarnya, rasa cinta diri juga berarti Anda memperhatikan kesehatan diri dengan pola hidup yang sehat serta seimbang. Apabila Anda memiliki keluhan terkait bentuk, ukuran, dan penampilan tubuh Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-body-positivity-4773402
Diakses pada 17 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/body-positivity-10-steps-to-being-confident-in-your-skin#1
Diakses pada 17 Maret 2020

Artikel Terkait