Bisul pada bayi bisa diatasi dengan menjaga kebersihan bayi
Bisul pada bayi bisa diatasi dengan menjaga kebersihan kulit bayi

Bisul pada orang dewasa saja bisa sangat mengganggu dan nyeri, apalagi bisul pada bayi. Tapi tak perlu panik. Jika tidak berbahaya, biasanya kekebalan tubuh bayi dengan sendirinya dapat mengatasi bisul tersebut.

Namun, apabila bisul menjadi semakin besar atau terus menerus muncul, orangtua perlu mencari tahu apa yang salah dari aktivitas sehari-hari atau adakah indikasi alergi.

[[artikel-terkait]]

Mengapa bisul pada bayi bisa terjadi?

Mungkin Anda berpikir bahwa kulit bayi masih lembut dan bersih tetapi mengapa bisa timbul bisul. Ternyata, seperti bisul orang dewasa, bisul pada bayi muncul ketika akar rambut atau kelenjar keringat terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus. 

Itu sebabnya bisul terkadang muncul di area yang rentan berkeringat seperti leher, wajah, pantat, punggung, dan area lainnya. Terlebih, kulit bayi masih sangat sensitif. Sistem kekebalan tubuhnya juga masih berkembang sehingga rentan terkena infeksi bakteri.

Ciri-ciri bisul adalah bintik kemerahan berukuran kurang dari 4 cm. Lama kelamaan, akan ada akumulasi nanah di bawah kulit yang membuatnya terasa semakin nyeri. Setelah itu, bisul akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 8-10 hari.

Apa penyebab terjadinya bisul pada bayi?

Meskipun bisul pada bayi bukan masalah serius, orangtua tetap perlu tahu apa yang menjadi pemicunya. Ada banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan bisul pada bayi, di antaranya:

  • Lingkungan kurang bersih
  • Anemia atau kurang zat besi
  • Alergi penggunaan sabun atau deterjen cuci baju
  • Kondisi cuaca ekstrem
  • Eksim
  • Kurang nutrisi

Benarkah makan telur menyebabkan bisulan?

Satu anggapan yang kerap dikaitkan sebagai penyebab bisul pada bayi adalah karena terlalu banyak makan telur. Ini adalah mitos. Tidak ada hubungan antara makan telur dengan bisulan, kecuali jika bayi Anda memang alergi pada telur.

Lagi-lagi, bisul adalah infeksi kelenjar minyak dan folikel yang disebabkan bakteri. Bukan karena asupan makanan tertentu.

Meski demikian, beberapa penelitian ilmiah menyebutkan bahwa ada beberapa jenis makanan yang memicu munculnya jerawat kistik yang mirip dengan bisul, seperti karbohidrat dengan kadar glikemik tinggi (roti, nasi putih, gula, hingga produk olahan susu).

Bagaimana mengatasi bisul pada bayi?

Tak perlu panik, mengatasi bisul pada bayi bisa dilakukan dengan mudah di rumah. Selain menjaga kebersihan lingkungan sekitar bayi, Anda juga bisa melakukan langkah-langkah ini:

  • Kompres air hangat

Untuk meredakan nyeri, kompres air hangat di area tumbuhnya bisul adalah langkah yang efektif. Anda bisa melakukannya beberapa kali dalam sehari. Selain itu, kompres juga bisa membantu keluarnya nanah untuk mempercepat proses penyembuhan.

  • Madu

Sebagai antiseptik natural, madu bisa membantu mengatasi bisul pada bayi. Anda cukup mengoleskan madu pada area bisul. Madu juga baik dikonsumsi untuk daya tahan tubuh, tapi ingat, hanya untuk anak di atas 1 tahun.

  • Kunyit

Bubuk kunyit juga efektif meredakan bisul pada bayi karena kandungan antiseptik di dalamnya.

Selain beberapa home remedy di atas, tak kalah penting untuk memastikan pakaian, handuk, dan sprei diganti secara berkala. Selain itu, setiap orang yang akan berinteraksi dengan bayi Anda wajib mencuci tangan secara berkala.

Bawa ke dokter apabila bisul tidak kunjung mereda setelah seminggu atau ada gejala lain seperti demam.

Kids Health. https://www.kidshealth.org.nz/boils-detail
Diakses pada 25 Mei 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/448495-can-certain-foods-cause-boils/
Diakses pada 25 Mei 2019

Raising Children. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/abscess
Diakses pada 25 Mei 2019

Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/boils-on-babies-causes-signs-and-treatment/
Diakses pada 25 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed