Bisul di Kepala Bikin Pusing, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bisul di kepala bisa terus membesar, membuatnya menimbulkan nyeri sebelum akhirnya pecah sendiri.
Bisul di kepala bisa sebabkan rasa nyeri yang hebat.

Tidak hanya di ketiak, paha, atau leher, bisul juga bisa muncul di kepala. Bisul di kepala, sama seperti bisul lainnya, disebabkan oleh infeksi bakteri Staphyloccous aureus. Bakteri tersebut bisa masuk ke dalam lapisan kulit saat ada luka atau gigitan serangga, yang menyebabkan kulit menjadi terbuka.

Meski begitu, definisi bisul bagi awam terkadang sedikit rancu. Kondisi seperti folikulitis atau kista, yang menyebabkan benjolan di kepala, seringkali juga dianggap sebagai bisul, meski pada kenyataanny merupakan kondisi yang berbeda.

Mengenal penyebab bisul di kepala

Secara medis, yang disebut dengan bisul adalah furunkel. Apabila jumlahnya lebih dari satu dan membentuk suatu kluster, maka bisul ini disebut sebagai carbunkel. Seperti yang telah disebutkan di atas, keduanya disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang masuk ke permukaan bawah kulit.

1. Furunkel

Pada furunkel, infeksi bakteri terjadi pada lapisan yang lebih dalam. Biasanya, bisul di kepala ini terbentuk di sekeliling folikel rambut dan berisi nanah yang dapat pecah jika terus membesar.

Semakin membesar, kondisi ini juga bisa menyebabkan rasa nyeri yang muncul semakin parah. Biasanya, bisul di kepala ini terjadi di area kulit, tempat rambut banyak tumbuh dan menghasilkan banyak keringat.

Orang dengan sistem imun yang lemah, anak usia sekolah, serta dewasa muda lebih sering mengalaminya. Meski begitu, keadaan ini seringkali dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 hari hingga 3 minggu.

2. Carbunkel

Bisul kepala dengan jumlah lebih dari satu, dan berkaitan satu sama lain di bawah permukaan kulit membentuk satu klaster bisul besar, disebut sebagai carbunkel.

Tidak hanya dari segi jumlah, perbedaan furunkel dan carbunkel juga terletak pada tingkat keparahan infeksinya. Infeksi yang terjadi pada carbunkel lebih parah dan biasanya akan menimbulkan bekas luka di kulit saat sembuh.

Orang yang mengalami kondisi ini umumnya akan merasa tidak enak badan dan bukan hanya merasakan gangguan di lokasi bisul Tidak jarang, carbunkel juga bisa menyebabkan demam dan menggigil.

Kondisi yang sering dianggap sebagai bisul di kepala

Banyak orang yang menganggap bahwa benjolan berisi nanah yang muncul di permukaan kulit, sudah pasti bisul. Padahal, masih ada beberapa kondisi lain yang juga bisa menyebabkan kondisi tersebut, seperti folikulitis dan kista pilar.

1. Folikulitis

Penampakan dari folikulitis memang mirip dengan bisul di kepala. Namun, kondisi ini sebenarnya adalah peradangan pada folikel rambut. Folikel rambut sendiri adalah lubang kecil yang mengelilingi akar rambut.

Sama seperti bisul, kondisi ini juga muncul karena infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Namun, foliklitis juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur dan virus. Orang yang mengalami folikulitis dapat mengalami gejala seperti:

  • Rasa gatal
  • Sensasi terbakar pada kulit
  • Muncul benjolan berisi cairan
  • Nyeri saat disentuh

Kondisi ini secara umum sebenarnya tidak berbahaya. Namun pada kondisi yang parah, penyakit ini dapat membuat rambut rontok secara permanen. Kulit kepala juga berisiko mengalami perlukaan, jika area yang terinfeksi terus-menerus digaruk.
Meski dapat dialami semua orang, tapi orang yang memiliki rambut ikal dan keriting, punya riwayat dermatitis, dan menderita diabetes, dianggap berisiko lebih tinggi mengalami folikulitis.

2. Kista Pilar

Kista pilar mempunyai ciri yang hampir mirip dengan ketiga kondisi di atas. Hanya saja, lapisan kulit yang mengelilingi benjolan ini cukup tebal, sehingga benjolan lebih sulit untuk pecah. Kista ini memiliki konsistensi yang keras dan nyeri apabila ditekan.

Kista pilar termasuk kista jinak, tetapi dapat tumbuh dengan cepat. Kondisi ini umumnya terbentuk di kulit kepala orang dewasa dan berisi cairan kental berwarna putih kekuningan. Saat terinfeksi, benjolan ini dapat berubah menjadi kemerahan dan semakin nyeri.

Cara menghilangkan bisul di kepala

Bisul di kepala pada umumnya bukan keadaan yang berbahaya. Namun tetap saja, perawatan harus dilakukan agar bisul tidak semakin parah dan menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Berikut ini adalah pilihan yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bisul di kepala.

1. Menggunakan obat oles atau obat minum

Untuk mengatasi bisul di kepala, dokter dapat meresepkan obat antibiotik, obat antinyeri, serta obat untuk meredakan rasa gatal. Biasanya, tidak semua kondisi bisul akan mendapatkan obat yang sama. Semua itu tergantung dari tingkat keparahan dan kondisi tubuh.

Sementara itu pada folikulitis yang disebabkan oleh infeksi jamur, dokter juga dapat meresepkan sampo antijamur.

2. Operasi kecil

Apabila penggunaan obat-obatan tidak efektif untuk mengatasi bisul di kepala, dokter bisa merekomendasikan  operasi kecil untuk mengeluarkan atau membersihkan isi bisul.

Jika benjolan di kepala itu adalah kista pillar, maka ada dua jenis operasi yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Pembuatan irisan kecil pada benjolan sebagai jalan keluar cairan di dalamnya
  • Pengangkatan diangkat secara utuh tanpa dilakukan pengempisan terlebih dahulu.

Sementara itu pada furunkel atau carbunkel, prosedur yang dilakukan tidak jauh berbeda, yaitu melalui insisi dan drainase dengan membuat sayatan pada bisul agar isi bisul bisa keluar secara keseluruhan.

3. Laser

Perawatan laser juga dapat dilakukan apabila folikulitis yang dialami sudah parah. Perawatan ini dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan folikel rambut secara permanen. Biasanya perawatan ini dilakukan beberapa kali untuk hasil yang lebih maksimal.

Selain ketiga cara di atas, hal lain yang perlu dilakukan agar bisul tidak semakin parah adalah dengan menjaga kebersihan kulit. Hindari memakai satu handuk yang sama dengan orang lain.

Selain itu gunakan air garam hangat saat mengompres bisul ,untuk mengurangi rasa nyeri. Pada bisul yang timbul karena kesalahan cara bercukur, Anda disarankan untuk membiarkan rambut terus tumbuh sementara waktu hingga bisul benar-benar sembuh.

Bisul di kepala memang bisa terasa sangat tidak nyaman dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Apalagi, kalau sudah timbul rasa nyeri. Karena itu, jangan tunda untuk memeriksakan kondisi Anda ke dokter setelah gejala muncul. Dengan begitu semakin cepat pula Anda akan mencapai kesembuhan.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/boils-and-carbuncles/symptoms-causes/syc-20353770
Diakses pada 12 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/folliculitis/diagnosis-treatment/drc-20361662
Diakses pada 12 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321405.php
Diakses pada 12 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3271400/
Diakses pada 12 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/185421.php
Diakses pada 12 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/folliculitis
Diakses pada 12 Maret 2020

Artikel Terkait