Operasi lasik mata dilakukan untuk mengobati rabun namun tidak memungkinkan untuk memakai BPJS
Operasi lasik mata dianggap bukanlah kebutuhan yang mendesak sehingga tidak ditanggung BPJS

Operasi lasik mata termasuk salah satu yang paling umum dilakukan untuk mengobati miopia (rabun jauh), hiperopia (rabun dekat), dan astigmatisme (silinder). Hal yang kerap jadi pertanyaan adalah apakah lasik mata dengan BPJS mungkin dilakukan.

Sayangnya, perlu diingat bahwa lasik mata bukanlah jenis operasi mata yang esensial atau wajib dilakukan. Artinya, lasik mata dengan BPJS tidak memungkinkan.

BPJS hanya menanggung biaya operasi yang bersifat pengobatan seperti operasi katarak. Untuk penanganan masalah seperti rabun jauh, BPJS bisa menanggung biaya untuk kacamata.

Lasik mata dengan BPJS 

Operasi lasik mata dengan BPJS masih memungkinkan apabila ada persyaratan lain yang terpenuhi. Jika hanya untuk operasi lasik mata dengan BPJS, hal ini tidak terhitung sebagai hal yang esensial.

Beberapa persyaratan yang memungkinkan lasik mata dengan BPJS adalah:

  • Penyakit mata lain

Menurut situsnya, hanya beberapa jenis penyakit mata yang ditanggung oleh BPJS. Contohnya adalah ablasio retina, kondisi darurat ketika retina terlepas dari epitel karena kecelakaan atau faktor usia.

Operasi ablasio retina termasuk operasi darurat yang harus segera dilakukan karena berisiko kebutaan. Untuk operasi semacam ini, BPJS akan menanggung biayanya.

Bisa dikonsultasikan kepada dokter apakah lasik mata dengan BPJS jika dilakukan bersamaan dengan operasi ini memungkinkan atau tidak.

  • Sesuai rujukan

Penanganan apapun yang melibatkan BPJS, termasuk lasik mata dengan BPJS harus sesuai dengan rujukan. Rangkaian pemeriksaan akan dimulai di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan seterusnya.

Dari sinilah akan ditentukan apakah Anda layak menjalani operasi lasik. Jika hanya untuk kebutuhan yang tidak esensial, maka operasi lasik mata dengan BPJS tidak akan ditanggung.

Mengenal operasi lasik mata

Kata LASIK adalah singkatan dari “laser-assisted in situ keratomileusis”. Sama seperti operasi mata lainnya, prosedur ini melibatkan proses memperbaiki kornea agar cahaya bisa fokus ke retina sehingga seseorang bisa melihat dengan jelas.

Popularitas operasi lasik mata tak lepas dari prosesnya yang tidak sakit dan hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk kedua mata.

Hasilnya, mata yang sebelumnya harus menggunakan bantuan kacamata atau lensa kontak kini bisa melihat dengan lebih baik. Adaptasinya pun berlangsung dengan mudah selama beberapa hari.

Bagaimana tahapan operasi lasik?

Pertama-tama, dokter yang melakukan operasi lasik akan membuat flap atau lapisan yang sangat tipis di kornea mata menggunakan alat operasi kecil yang disebut microkeratome atau femtosecond laser.

Kemudian, dokter akan melipat kembali flap tersebut untuk mengakses jaringan kornea menggunakan laser excimer. Barulah laser ini akan mengeluarkan pendar cahaya ultraviolet untuk ablasi atau menghilangkan beberapa jaringan di kornea.

Terakhir, flap dikembalikan ke tempat semula dan melapisi tempat jaringan kornea yang diambil. Flap ini akan melindungi kornea pada masa pemulihan pascaoperasi.

Dengan cara ini, cahaya bisa kembali fokus jatuh di titik yang tepat dalam retina sehingga bisa melihat dengan jauh lebih baik.

Setelah operasi lasik, apa yang perlu dilakukan?

Meskipun operasi lasik mata dengan BPJS tidak memungkinkan, informasi seputar prosedur lasik tetap penting untuk diketahui.

Setelah mengikuti operasi, Anda akan diminta untuk beristirahat. Biasanya, akan ada rasa gatal atau seperti terbakar setelah prosedur tuntas dilakukan.

Meski demikian, operasi lasik mata bisa dilakukan dalam waktu singkat. Artinya, tak perlu menginap. Hal yang tak kalah penting adalah jangan menyetir sendiri usai operasi karena berkaitan dengan aturan hukum berkendara.

Ketika melihat, biasanya penglihatan akan terasa sedikit buram dan berkabut. Namun tenang saja, hal ini akan berlalu dan keesokan harinya Anda bisa melihat dengan jelas dan semakin baik dalam hitungan hari.

Dalam waktu beberapa hari usai operasi, sebaiknya hindari pula menggosok mata karena berisiko menggeser flap yang melapisi kornea. 

Bagi banyak orang, operasi lasik mata benar-benar mengubah hidup mereka. Tak perlu lagi menggunakan kacamata atau lensa kontak, atau jika minus sebelumnya cukup tinggi, maka ukuran kacamata yang dipakai pascaoperasi tidak akan terlalu tinggi.

Hal terpenting, selalu berkonsultasi dengan dokter mata Anda sebelum mengambil keputusan apapun terkait mata, termasuk operasi lasik mata. Jika sudah benar-benar yakin, maka operasi lasik mata bisa jadi pilihan yang minim risiko.

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/visionsurgery/lasik.htm
Diakses pada 28 Juni 2019

Peraturan Menteri Kesehatan. http://www.depkes.go.id/resources/download/general/PMK%20No.%2028%20ttg%20Pedoman%20Pelaksanaan%20Program%20JKN.pdf
Diakses pada 28 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/lasik-laser-eye-surgery
Diakses pada 28 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed