Penyakit pneumonia hanya bisa disembuhkan dengan obat yang diresepkan oleh dokter
Pengobatan pneumonia tidak bisa dengan obat-obatan herbal

Penularan penyakit pneumonia terjadi melalui udara sehingga bisa terjadi lewat kontak dengan orang yang sudah terinfeksi sebelumnya, serupa seperti penularan virus flu.

Jika penyebab pneumonia adalah virus maka pengobatan pneumonia biasanya tidak diperlukan karena kekebalan tubuh dapat mengalahkan infeksi itu dengan sendirinya. Namun, seringkali terjadi infeksi sekunder dari bakteri maka diperlukan antibiotik untuk menanganinya.

Meski demikian, apabila kekebalan tubuh sedang lemah, pneumonia yang diderita seseorang bisa jadi lebih parah.

Dapatkah obat-obatan herbal digunakan dalam pengobatan pneumonia?

Umumnya, pengobatan pneumonia karena infeksi sekunder oleh bakteri memerlukan antibiotik untuk mengatasi infeksinya. Sayangnya, obat-obatan herbal belum terbukti mampu menyembuhkan pneumonia.

Meski demikian, penggunaan obat herbal dapat meringankan gejala. Selain menjalani pengobatan, orang yang menderita pneumonia harus beristirahat dengan maksimal.

Ketika beristirahat, tubuh tidak lagi dipaksa untuk beraktivitas. Waktu selama beristirahat ini digunakan oleh sel-sel tubuh untuk benar-benar memulihkan diri.

Selain itu, penderita pneumonia harus memastikan asupan makanan penuh nutrisi. Tak hanya itu, asupan cairan juga harus mencukupi.

Pengobatan pneumonia alami dan herbal

Selain antibiotik dan pengobatan medis lainnya, obat-obatan herbal juga bisa digunakan untuk meredakan gejala pneumonia. Meski demikian, bukan berarti obat-obatan herbal saja sudah cukup untuk mengobati pneumonia.

Berikut ini beberapa obat-obatan herbal yang bisa meredakan gejala pneumonia:

  • Teh herbal

Salah satu gejala pneumonia yang cukup mengganggu adalah batuk, reaksi pertahanan tubuh untuk melawan infeksi. Meminum teh herbal seperti peppermint, kayu putih, dan fenugreek dapat membantu meredakan batuk.

Selain itu, teh herbal bisa membantu menghancurkan lendir dan mengurangi peradangan akibat pneumonia.

  • Jahe dan kunyit

Nyeri dada juga bisa menyebabkan seseorang mengalami batuk terus menerus. Mengonsumsi teh atau minuman dengan jahe atau kunyit bisa mengurangi nyeri dada karena kandungan anti-radang di dalamnya.

Sejak lama kunyit telah digunakan untuk mengatasi masalah pernapasan dan nyeri. Apalagi, pneumonia dapat menimbulkan iritasi dan nyeri pada penderitanya.

Meski demikian, jangan konsumsi terlalu banyak kunyit karena dapat mengganggu pencernaan.

  • Sup herbal

Ketika mengalami gejala pneumonia, asupan makanan harus sangat dijaga. Sup herbal hangat bisa jadi pilihan untuk memastikan nutrisi Anda tercukupi.

Selain obat-obatan herbal di atas, mandi air hangat dan memasang humidifier di kamar bisa membantu meredakan gejala pneumonia Anda. Hindari pula paparan asap rokok di sekitar Anda selama proses pemulihan. Jika Anda merupakan perokok aktif, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut.

Gejala pneumonia

Gejala yang paling umum terjadi ketika seseorang menderita pneumonia adalah:

  • Batuk
  • Napas tersengal-sengal
  • Nyeri dada
  • Demam
  • Menggigil
  • Lesu dan nyeri otot
  • Batuk

Apabila batuk yang Anda rasakan sangat mengganggu hingga membuat Anda tak bisa beristirahat, konsultasikan ke dokter.

Untuk pengobatan pneumonia selain herbal dan memerlukan antibiotik atau obat lainnya, Anda harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Jangan sampai obat herbal yang Anda konsumsi justru sifatnya bertentangan dengan medikasi lainnya.

Jangan pula memaksakan diri untuk beraktivitas. Pastikan tubuh benar-benar beristirahat agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat. Ketika sembuh pun, lakukan aktivitas dengan perlahan sehingga tubuh tidak kaget.

WebMD. https://www.webmd.com/lung/ss/slideshow-pneumonia-home-treatment
Diakses pada 12 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-pneumonia#stick-to-your-treatment-plan
Diakses pada 12 Juni 2019.

American Lung Association. https://www.lung.org/lung-health-and-diseases/lung-disease-lookup/pneumonia/treatment-and-recovery.html
Diakses pada 12 Juni 2019

Dr. Axe. https://draxe.com/pneumonia-symptoms/
Diakses pada 12 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320881.php
Diakses pada 12 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed